Terbit: 2 Maret 2021 | Diperbarui: 3 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Terapi telinga adalah salah satu perawatan untuk mengatasi gangguan pada telinga. Apa saja jenis terapi yang aman digunakan? Simak penjelasan selengkapnya.

Berbagai Pilihan Terapi Telinga yang Harus Anda Tahu

Apa Itu Terapi Telinga?

Ini adalah suatu bentuk pengobatan alternatif yang membantu fungsi sistem saraf pusat dengan telinga bagian dalam. Tujuannya adalah untuk mengurangi pusing, meningkatkan keseimbangan, dan meningkatkan kemampuan pasien untuk terlibat dalam berbagai aktivitas.

Terapi ini juga sering digunakan untuk mengobati gangguan kesehatan lain. Hal itu berdasarkan pada gagasan bahwa telinga adalah sistem mikro yang mencerminkan seluruh tubuh, yang diwakili pada daun telinga.

Kondisi yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, atau emosional pasien diasumsikan dapat diobati dengan stimulasi permukaan telinga secara eksklusif. Cara serupa digunakan di banyak area tubuh, termasuk praktik pijat refleksi dan iridologi. Namun cara ini tidak berdasarkan atau didukung oleh bukti ilmiah apa pun, sehingga dianggap sebagai pseudosains

Berbagai Macam Terapi Telinga

Berikut ini adalah berbagai jenis terapi untuk telinga yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

1. Akupresur

Akupresur adalah teknik pengobatan alternatif berdasarkan ‘titik energi’ tertentu di tubuh. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa akupresur dapat digunakan untuk mengobati kondisi  kesehatan di area sinus dan saluran telinga. Titik-titik tekanan di telinga disebut ‘titik-titik aurikular’

Meski terapi ini memiliki manfaat, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan keakuratannya dalam membantu meredakan ketidaknyamanan. Konsultasi dengan dokter diperlukan jika rasa sakit telinga terjadi beberapa hari. Hal ini dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius.

2. Akupunktur

Akupunktur telinga adalah pengobatan pengobatan alternatif di mana titik-titik tertentu di telinga dirangsang untuk mempercepat penyembuhan di area lain di tubuh.

Dalam pengobatan modern, akupunktur telinga telah digunakan untuk mengobati kecanduan, meningkatkan kualitas tidur, membantu dalam berhenti merokok, dan berbagai jenis rasa sakit. Cara terapi telinga ini relatif aman dan dapat digunakan sebagai tambahan terapi lain.

3. Ear Candle

Beberapa orang mengklaim terapi ini memiliki manfaat, namun belum ada bukti medis yang mendukung bahwa ear candle efektif membersihkan kotoran telinga.

Meskipun banyak orang tidak menyukai kotoran telinga, sebenarnya ini adalah zat pembersih diri, pelumas, dan antibakteri untuk saluran telinga. Orang yang tidak memiliki cukup kotoran telinga sering kali mengalami telinga yang kering dan gatal.

Nah, itulah berbagai macam terapi telinga yang bisa Anda coba. Meski begitu, sebagian besar terapi di atas membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan keefektifan dan keamanannya.

Pengobatan Infeksi Telinga

Dalam banyak kasus, penelitian mengenai perawatan alternatif belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat, hal itu membuat dokter umumnya tidak tidak merekomendasikan pengobatan alternatif untuk anak-anak. Beberapa pengobatan tersebut, di antaranya:

Homeopati

Terapi telinga ini melibatkan penggunaan sediaan bahan alami yang sangat encer, biasanya berasal dari tumbuhan dan mineral. Meski berasal dari bahan alami, ini adalah pengobatan kontroversial untuk infeksi telinga. Hasil penelitian terapi ini beragam dan masih belum jelas apakah pengobatan ini bermanfaat.

Perawatan Chiropractic

Terapi ini dilakukan dengan memberi tekanan pada sendi tulang belakang belakang (manipulasi tulang belakang) menggunakan alat bantu khusus atau dengan tangan. Manipulasi tulang belakang digunakan untuk mengembalikan kelenturan sendi yang menurun akibat cedera fisik.

Pendukung perawatan chiropractic mengklaim bahwa terapi ini dapat mencegah atau menyembuhkan infeksi telinga. Hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan keefektifan pengobatan ini untuk mengatasi masalah pada telinga.

Xylitol

Xylitol ditemukan di banyak buah dan digunakan sebagai pemanis alami dalam permen karet. Dalam beberapa penelitian, xylitol terbukti membantu mencegah—tetapi tidak mengobati—infeksi telinga, namun hasilnya beragam. Agar efektif, xylitol perlu dikonsumsi dalam dosis tinggi. Efek samping yang umum termasuk sakit perut dan diare.

Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang dapat membantu mencegah infeksi telinga pada bayi dan anak-anak. Sebuah studi menunjukkan bahwa probiotik oral dan semprotan hidung memiliki hasil yang beragam. Probiotik umumnya dianggap aman dan tidak diketahui menyebabkan efek samping.

Baca Juga: Telinga Berdarah: 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perawatan Rumahan untuk Meredakan Sakit Telinga

Meski sebagian besar perawatan rumahan aman untuk dilakukan, namun jika Anda khawatir mengenai rasa sakit yang dialami, konsultasi dengan dokter diperlukan. Berikut adalah beberapa perawatan di rumah yang aman untuk dilakukan, antara lain:

  • Kompres dingin atau hangat. Rendam waslap di air dingin atau hangat, peras, lalu tempelkan di telinga yang sakit. Cobalah kedua suhu untuk melihat mana yang efektif mengurangi ketidaknyamanan.
  • Bantal pemanas. Letakkan telinga yang sakit di atas bantal panas dengan suhu yang hangat.
  • Obat tetes telinga yang dijual bebas dengan pereda nyeri. Obat ini hanya membantu meredakan nyeri sementara. Anda tidak boleh menggunakan obat tetes ini jika gendang telinga robek atau berlubang, jadi tanyakan pada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
  • Pereda nyeri. Acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen sering kali dapat meredakan nyeri telinga. Tanyakan pada dokter mana yang tepat untuk Anda.
  • Mengunyah permen karet. Jika Anda berada di pesawat terbang atau mengemudi di dataran tinggi, perubahan tekanan udara bisa menyebabkan telinga sakit. Kunyahlah permen karet untuk membantu menurunkan tekanan dan meredakan gejala.
  • Meninggikan posisi kepala. Cara ini bisa mengurangi tekanan dan rasa sakit di telinga tengah. Topang badan di tempat tidur dengan tumpukan bantal atau tidur di kursi berlengan yang bisa diatur sandarannya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Nyeri telinga sering kali membaik dalam 2 atau 3 hari dengan sendirinya atau dengan perawatan rumahan. Sering kali yang perlu Anda lakukan hanyalah mengonsumsi obat pereda nyeri dan waspada terhadap gejala yang semakin parah.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan ketidaknyamanan mungkin merupakan tanda dari sesuatu yang lebih serius. Segera dapatkan bantuan medis jika:

  • Keluar cairan (seperti nanah atau darah) dari telinga.
  • Anda mengalami demam tinggi, sakit kepala, atau pusing.
  • Terdapat benda asing di dalam telinga.
  • Pembengkakan di belakang telinga, terutama jika sisi wajah terasa lemah atau tidak dapat menggerakkan otot di area sekitar wajah.
  • Pernah mengalami sakit telinga yang parah dan tiba-tiba tidak bisa mendengar.
  • Gejala tidak membaik (atau memburuk) dalam 24 hingga 48 jam.

 

  1. Anonim. Ear infection treatment: Do alternative therapies work?. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/in-depth/ear-infection-treatment/art-20047613. (Diakses pada 2 Maret 2021).
  2. Anonim. Ear Pain Home Remedies. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/ear-pain-home-treatment. (Diakses pada 2 Maret 2021).
  3. Anonim. Auriculotherapy. https://en.wikipedia.org/wiki/Auriculotherapy#:~:text=Auriculotherapy%20(also%20auricular%20therapy%2C%20ear,outer%20portion%20of%20the%20ear. (Diakses pada 2 Maret 2021).
  4. Huizen, Jennifer. 2018. Is ear candling safe or effective?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323685. (Diakses pada 2 Maret 2021).
  5. Watson, Kathryn . 2018. Can You Relieve Earaches and Headaches with Acupressure?. https://www.healthline.com/health/pressure-points-for-ears. (Diakses pada 2 Maret 2021).
  6. Wong, Cathy. 2020. Health Benefits of Ear Acupuncture. https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-ear-acupuncture-88711. (Diakses pada 2 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi