Mengenal ESST, Terapi Gelombang Kejut untuk Atasi Impotensi

doktersehat terapi penis

DokterSehat.Com – Impotensi adalah salah satu masalah seksual paling besar yang membuat pria kehilangan rasa percaya diri. Tanpa ereksi yang sempurna, pria tidak akan bisa melakukan seks dengan sempurna. Bahkan, untuk memulainya saja mereka tidak akan bisa. Kondisi ini akan semakin parah saat pria tidak bisa melakukan pembuahan.

Masalah yang terjadi pada penis ini bisa muncul karena banyak hal. Pertama adalah masalah psikis yang menyangkut rasa takut dan cemas. Impotensi yang disebabkan oleh kondisi ini bisa diatasi dengan menurunkan rasa cemas melalui sesi terapi atau konsultasi.

Sementara itu kalau ereksi terganggu karena masalah sistem tubuh seperti aliran darah cara operasi atau ESST bisa dilakukan.

Mengenal ESST untuk penyembuhan impotensi

ESST atau extracorporeal shock waves for sexual therapy adalah terapi yang dilakukan pada penis sebagai alternatif pengobatan selain pil dan operasi. ESST dilakukan dengan memberikan gelombang kejutan kecil pada beberapa titik di penis sehingga terbentuk pembuluh darah baru atau memperlancar aliran darah.

Metode penyembuhan non invasive ini dilakukan untuk mengembalikan aliran darah ke penis. Selama ini pria susah mengalami ereksi atau mempertahankan ereksi karena pembuluh darah mengalami gangguan. Akhirnya darah yang membuat penis menjadi keras tidak ada atau sering kembali ke pembuluh darah utama.

Prosedur ESST pada penis

Sebelum prosedur ESST dilakukan pada pria, tahap konsultasi biasanya dilakukan selama beberapa kali untuk mengedukasi pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga diagnosis yang mereka lakukan benar dan prosedur ESST bisa dilakukan dengan tepat.

Kalau semua tahap konsultasi selesai dilakukan, dokter dan pasien akan mulai mencari hari yang tepat untuk memulai terapi dengan gelombang kejut. Biasanya terapi ini berjalan selama 9 minggu dengan 2 periode terapi.

Periode pertama dari terapi ini berjalan selama 3 minggu dan per minggunya akan ada dua kali terapi. Selanjutnya pasien akan diberi waktu istirahat selama 3 minggu sebelum akhirnya berlanjut ke periode dua. Pada periode kedua ini pasien juga akan diterapi selama 3 minggu dengan durasi dua kali per minggunya.

Saat terapi berlangsung, pasien akan mengikuti beberapa langkah perawatan di bawah ini:

  • Pasien akan diminta untuk tidur terlentang dengan kondisi relaks di atas tempat tidur.
  • Dokter akan mengoleskan gel khusus di seluruh permukaan penis khususnya area batang.
  • Alat untuk ESST akan mulai ditempelkan ke penis. Ada 5 titik di penis yang akan ditempeli dengan aplikator agar gelombang kejut dirasakan dengan mudah.
  • Alat akan dinyalakan dan setiap sisi dari penis menerima gelombang kejut. Gelombang ini tidak berbahaya pada penis seperti memberikan rasa terbakar. Gelombang hanya akan mendorong area penis sehingga aliran darah di sini berjalan dengan lancar.

Efek ESST pada penis

Secara umum tidak ada efek samping dari ESST seperti rasa sakit atau nyeri pada penis. Pria masih bisa menjalankan aktivitas hariannya dengan baik. Barangkali yang akan dirasakan pria setelah terapi adalah sensasi seperti kesemutan di area penis dan akan hilang dengan berjalannya waktu.

Terapi dengan prosedur ESST ini tidak akan langsung menyembuhkan impotensi. Pria harus mengimbanginya dengan obat dan juga mengubah gaya hidupnya. Setelah terapi pria harus mengatur pola makan, olahraga, dan rutin memeriksakan kondisi penisnya ke dokter untuk mengetahui perkembangannya.

Inilah sekilas ulasan tentang terapi ESST yang bisa dijadikan salah satu alternatif penyembuhan impotensi pada pria. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.