Tempe, Makanan Enak Pencegah Kolesterol Tinggi

tempe-tahu-doktersehat
Photo Source: Twitter/iradiojogja

DokterSehat.Com– Tempe dikenal luas sebagai makanan khas Indonesia. Makanan yang murah meriah ini bisa didapatkan dengan mudah di mana saja, baik itu di penjual sayuran keliling atau di pasar swalayan. Tempe juga dikenal luas sebagai makanan yang kaya akan nutrisi menyehatkan. Tak disangka, rajin mengonsumsi tempe ternyata bisa memberikan keuntungan tersendiri, tepatnya dalam hal mencegah masalah kolesterol tinggi dengan efektif.

Tempe tergolong dalam pilihan lauk yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Sebagai contoh, di dalam 100 gram tempe mentah kita bisa mendapatkan 201 kal energi, 20,8 gr energi, 13,5 gr karbohidrat, 155 miligram kalsium dan 324 miligram fosfor.

Dilansir dari WH Foods, disebutkan bahwa rajin mengonsumsi tempe bisa membantu menurunkan kolesterol darah total hingga 30 persen. Bahkan, kadar kolesterol jahat bisa ditekan hingga 35 persen. Selain itu, mengonsumsi kedelai, bahan utama dari tempe, mampu membantu proses peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh dengan signifikan.

Pakar kesehatan juga menyebutkan bahwa rajin mengonsumsi tempe mampu membantu menjaga kestabilan gula darah. Hal ini berarti, tempe cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jika kita ingin menurunkan risiko diabetes, tempe tentu bisa menjadi pilihan yang tepat. Di dalam tempe terdapat kandungan protein yang bisa dianggap sebagai pengganti protein hewani. Selain itu, di dalam tempe juga terdapat kandungan serat yang bisa membantu menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap dalam kondisi yang normal.

Di dalam tempe juga terdapat kandungan isoflavon, kandungan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh karena mampu menurunkan risiko terkena osteoporosis. Selain itu, isoflavon juga bisa membantu mengatasi efek buruk dari paparan radikal bebas yang bisa menyebabkan datangnya kanker. Kandungan ini juga bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Hanya saja, ada baiknya kita juga tidak boleh sembarangan dalam mengolah tempe. Jika kita menggorengnya atau menjadikannya gorengan yang diolah bersama dengan tepung, maka dikhawatirkan kandungan lemak jahat dan kalori di dalam tempe akan meningkat. Sebagai informasi, data PERGIZI menyebut 100 gram tempe goreng memiliki kandungan lemak sebanyak 26,6 gr, jauh lebih tinggi dari kandungan lemak di dalam tempe mentah yang hanya 8,8 gram saja.