Tempat Terbaik dan Terburuk untuk Menyimpan Kondom

tempat-menyimpan-kondom-doktersehat

DokterSehat.Com – Mungkin terkesan biasa dan sangat remeh-temeh, namun tempat menyimpan kondom yang digunakan untuk melakukan seks harus benar. Mengapa demikian? Kondom memiliki fungsi ganda. Pertama, untuk melindungi pasangan dari penularan penyakit seks. Kedua, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan kalau ejakulasi dilakukan di dalam vagina.

Nah, mengingat kondom memiliki peranan yang cukup penting, ada baiknya Anda menyimpan di tempat yang benar. Kalau sampai kondom mengalami kerusakan, seks akan memicu hal-hal yang seharusnya dihindari.

Tempat terbaik menyimpan kondom

Inilah beberapa tempat terbaik untuk menyimpan kondom dan meminimalkan terjadinya kerusakan.

  1. Di dalam ruangan yang sejuk dan gelap

Anda bisa menyimpan kondom di dalam ruangan yang sejuk dan agak gelap seperti di dalam kamar. Anda bisa menaruhnya di atas meja atau di mana saja asal tidak terkena cahaya matahari secara langsung dan berpotensi sebabkan kerusakan.

  1. Di dalam tas

Kalau Anda dan pasangan suka bepergian, lebih baik menyimpan kondom di dalam tas. Sediakan tempat tersendiri yang aman sehingga kemungkinan terjadi kerusakan akan rendah.

  1. Tetap di dalam wadahnya

Tetap letakkan di dalam wadahnya. Selanjutnya Anda bisa menaruhnya di mana saja asal tidak terkena udara dan juga panas. Dengan kondisi ini kondom akan tetap ada pada kondisi terbaiknya sebelum dipakai.

  1. Di dalam lemari

Kondom bisa disimpan di dalam lemari pakaian seperti di sela-sela celana dalam atau mungkin perlengkapan lainnya. Udara di dalam lemari cenderung lebih segar, tidak terlalu dingin dan gelap. Kemungkinan kondom akan rusak rendah sehingga kapan saja digunakan tetap tidak berisiko asal tanggal kedaluwarsanya masih lama.

  1. Di dalam kontak makan

Anda mungkin memiliki kotak makan atau wadah bekal lain yang memiliki tutup kuat dan kedap udara. Anda bisa menyimpan kondom di dalam sana lalu menambahkan semacam pengendali kelembapan. Dengan cara ini kondom tidak akan rusak karena faktor udara. Selain itu, di dalam kotak juga melindungi kondom dari tekanan yang kuat seperti tidak sengaja terinjak atau diduduki.

Tempat terburuk untuk menyimpan kondom

Jangan sesekali menyimpan kondom di tempat ini karena berpotensi merusak dan seks yang Anda lakukan lebih berisiko.

  1. Di dompet

Tempat pertama yang sangat buruk untuk menyimpan kondom adalah dompet. Mengapa buruk? Karena di dalam dompet, kondom akan tertekuk dan akhirnya tidak sempurna lagi bentuk dan fungsinya. Selama ini pria menyimpan kondom di dompet agar mudah diambil dan digunakan. Sayangnya cara ini sebenarnya salah kaprah.

  1. Di dalam mobil

Selain dompet, pria juga sering menyimpan kondom di dalam kendaraannya seperti mobil dan juga motor. Tempat ini sebenarnya tidak cocok. Pasalnya udara di mobil terkadang panas saat diparkir. Udara panas bisa menyebabkan kerusakan pada kondom yang disimpan di dalamnya. Kondom yang rusak rawan sekali robek saat digunakan.

  1. Di dalam kulkas

Kondom memang tidak bisa disimpan di lingkungan yang panas. Namun, tidak berlaku sebaliknya atau disimpan di tempat yang dingin seperti kulkas. Di dalam kulkas, kondom akan membeku dan pelumas yang ada di dalamnya juga ikut mengkristal. Kondisi ini akan berpotensi merusak kondom itu sendiri. Lebih baik di simpan dengan suhu kamar alih-alih di suhu yang dingin.

  1. Di dekat jendela

Jangan menaruh kondom di dekat jendela yang setiap pagi atau siang terkena sinar matahari secara langsung. Udara yang panas bisa menyebabkan kondom menjadi rusak dan akhirnya tidak bisa dipakai. Daripada di dalam jendela, lebih baik dimasukkan ke dalam laci yang suhu udaranya standar.

  1. Di saku belakang

Jangan sesekali menyimpan kondom di saku celana bagian belakang. Saat duduk, kondom akan terkena tekanan yang kuat. Kalau kondom hanya disimpan di sana sehari atau  dua hari mungkin tidak akan jadi masalah. Namun, kalau sampai berhari-hari, kemungkinan rusaknya akan besar.

Hal lain tentang kondom yang harus diperhatikan

Selain memperhatikan tempat-tempat di atas agar kondom tidak rusak, ada baiknya Anda juga harus memperhatikan hal lain terkait dengan kondom.

  • Kondom tidak selalu tahan dengan pelumas yang digunakan. Kalau Anda menggunakan pelumas dengan bahan dasar minyak, kemungkinan besar kondom lateks akan robek. Jadi, pastikan menggunakan pelumas dengan bahan dasar air.
  • Kondom memiliki ukuran sesuai dengan panjang dan besar dari penis. Kalau Anda membeli kondom, pastikan ukurannya sudah sesuai. Kalau sampai kondom terlalu kecil, penis akan terasa sakit. Sebaliknya kalau terlalu besar bisa lepas dan tersangkut di dalam vagina.
  • Kondom dengan bahan dasar lateks tidak cocok untuk semua pria ata mungkin wanita. Lateks bisa menyebabkan alergi yang memicu rasa gatal cukup kuat. Selalu beli kondom yang benar agar bisa digunakan dan tidak terbuang dengan percuma.
  • Jangan gunakan kondom secara rangkap. Kondom dibuat dengan teknologi khusus dan termasuk alat kesehatan. Jadi, kemungkinan bocor akan rendah. Memakai kondom rangkap hanya akan membuat penis menjadi sakit dan gesekan menjadi lebih besar.
  • Pilih kondom dengan aroma dan rasa untuk seks oral. Selanjutnya setelah seks oral selesai dan ingin penetrasi, ganti dengan kondom biasa.
  • Kondom memiliki masa berlaku. Selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa. Menggunakan kondom yang tidak layak pakai bisa memicu kebocoran.
  • Hanya gunakan kondom sekali saja. Kalau terjadi masalah sehingga kondom terlepas, gunakan kondom yang baru.
  • Kondom memang melindungi penyakit seks, tapi beberapa penyakit seperti infeksi HPV dan herpes tetap rentan terjadi.

Selama ini Anda menggunakan kondom atau alat kontrasepsi lain untuk mengendalikan kehamilan? Kalau menggunakan kondom, kira-kira di mana saja biasanya menyimpan kontrasepsi ini agar awet dan tidak mudah rusak?