Terbit: 19 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Telur merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk pertumbuhan anak. Namun banyak orang tua ragu memberikan telur untuk anaknya karena khawatir anaknya mengalami bisulan. Benarkah anggapan tersebut?

Sering Makan Telur Menyebabkan Anak Bisulan?

Apa itu bisul?

Bisul adalah infeksi yang menyerang kelenjar minyak di bawah kulit. Awalnya bisul tampak seperti ruam kemerahan dan sakit jika disentuh. Lama kelamaan area yang meradang ini akan membentuk benjolan keras dan berisi nanah. Bisul dapat muncul di berbagai anggota badan seperti punggung, leher, pantat, atau bagian lipatan tubuh lainnya.

Bisul disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aerus yang berada di kulit. Selain karena bakteri, bisul juga dapat disebabkan oleh infeksi dari rambut yang tumbuh ke dalam. Pada orang dewasa yang sedang mengonsumsi obat tertentu juga dapat berisiko mengalami bisulan.

Benarkah sering makan telur dapat menyebabkan bisul?

Seperti telah disebutikan di atas, telur merupakan salah satu sumber protein yang baik bagi anak-anak. Selain protein, telur juga mengandung lemak, kolesterol, zat besi, vitamin B dan zat kapur. Meskipun mengandung gizi yang baik, telur merupakan salah satu makanan yang sering menyebabkan alergi pada anak.

Umumnya kuning telur lebih jarang mengakibatkan alergi pada anak. Karena itu disarankan untuk menunda pemberian putih telur hingga anak berusia 1 tahun untuk mencegah alergi. Alergi telur dapat ditandai dengan gatal-gatal, muncul ruam kemerahan dan bengkak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Sebenarnya telur tidak secara langsung dapat menyebabkan bisul pada anak. Namun kandungan lemak yang tinggi pada telur dapat memicu berkembangnya jerawat yang mirip dengan bisul. Selain itu jika anak memiliki alergi telur, sebaiknya mengurangi konsumsi telur untuk mencegah reaksi alergi.

Berapa banyak porsi telur untuk anak dalam sehari?

Sebutir telur mengandung kadar kolesterol yang tinggi (sekitar 185 mg), sementara kebutuhan kolesterol harian anak disarankan tidak melebihi 300 mg. Dengan demikian, konsumsi 1-2 butir telur sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi