Telat Haid tapi Test Pack Hasil Negatif, Apa yang Terjadi?

kesalahan-tes-kehamilan-doktersehat

DokterSehat.Com – Setiap pasangan yang baru saja menikah selalu bermimpi segera mendapatkan keturunan. Mereka akan berusaha melakukan apa pun mulai dengan mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan kesuburan hingga melakukan seks di saat yang tepat seperti menjelang ovulasi agar sperma bisa siap-siap membuahi di tuba falopi.

Salah satu indikator apakah proses pembuahan yang dilakukan berhasil adalah menstruasi yang tidak kunjung datang. Pada fase ini pasangan akan langsung melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack. Saat tes dilakukan, ternyata hasilnya negatif, lantas mengapa wanita bisa telat haid?

Mengenal false negative dan false positive pada test pack

Setiap pasangan selalu berharap mendapatkan hasil positif dari hasil test pack yang digunakan. Namun, hasil positif atau negatif yang muncul terkadang tidak sepenuhnya benar. Ada kalanya hasil itu palsu atau false sehingga apa yang dideteksi berkebalikan dengan kondisi yang asli.

Fasle negative adalah kondisi test pack yang menunjukkan tanda-tanda ketidakhamilan. Namun, wanita telat haid selama beberapa hari dan memunculkan tanda kehamilan. Kondisi fasle negative ini perlu diwaspadai karena telatnya menstruasi pada wanita bisa menjadi masalah kalau wanita benar-benar tidak hamil dan kandungannya kosong.

Selanjutnya ada false positive. Kondisi ini muncul karena di dalam rahim ada hormon hCG dalam jumlah banyak meski tidak sedang hamil secara asli. Maksudnya wanita yang mengalami kehamilan ektopik atau di luar rahim dan juga keguguran awal masih bisa menghasilkan hormon yang menunjukkan tanda kehamilan.

Dua hal di atas adalah yang harus diwaspadai oleh pasangan. Jangan sampai kesalahan pada deteksi kehamilan membuat Anda tidak tahu kondisi terkini dari kandungan dan ada tidaknya penyakit di dalam sana.

Alasan wanita mengalami false negative

Wanita mengalami false negative saat menggunakan test pack karena beberapa hal di bawah ini. Simak baik-baik agar kita bisa lebih waspada dengan keadaan.

  1. Melakukan tes terlalu cepat

Kalau Anda mengamati alat tes kehamilan yang ada di luaran sana, ada yang memberi klaim kalau setelah melakukan seks selama 7 hari, hasil bisa dilihat dan akurat. Sebenarnya akurasi dari alat pendeteksi kehamilan ini relatif.  Pasalnya kalau hCG yang dideteksi di dalam tubuh tidak ada, kemungkinan terjadi penurunan akurasi akan besar.

Beberapa pasangan selalu buru-buru dalam melakukan tes karena memang tidak sabar. Meski demikian, mereka disarankan untuk menunggu minimal 3 minggu setelah melakukan seks. Saat janin tumbuh dan melakukan implantasi, kadar hCG kadang tidak banyak sehingga kita harus menunggu konsentrasinya agar besar terlebih dahulu.

  1. Mengalami keguguran awal

Terkadang wanita tidak sadar kalau dirinya sedang hamil. Sayangnya kehamilan ini hilang begitu saja karena keguguran. Saat hamil, menstruasi akan tertentu. Namun, saat dicek dengan test pack, kadar hCG tidak ada di dalam tubuh. Kondisi ini sering disebut dengan kehamilan kimia.

  1. Alat pendeteksi tidak akurat

Kita memang berusaha membeli alat pendeteksi kehamilan yang baik agar hasilnya akurat. Namun, dalam pembuatannya, alat bisa saja mengalami rusak saat didistribusikan atau sejak ada di pabrik sehingga hasil yang didapatkan tidak maksimal dan akurasi akan anjlok. Anda yang harusnya hamil bisa dideteksi tidak hamil.

  1. Memang tidak hamil

Anda memang tidak hamil, tapi ada gangguan pada tubuh yang menyebabkan menstruasi tidak kunjung muncul. Gangguan ini bisa muncul karena stres terlalu kuat, mengonsumsi obat atau makanan tertentu, atau ada penyakit di area vagina yang menyebabkan ovarium tidak terbentuk sehingga menstruasi terganggu.

  1. Salah menggunakan test pack

Kesalahan saat menggunakan test pack membuat Anda tidak bisa mendeteksi kehamilan dengan baik. Kesalahan dalam penggunaan ini dimulai dari urine yang digunakan bukanlah urine pertama setelah bangun tidur. Urine pertama mengandung banyak hCG sehingga deteksi bisa berjalan dengan lebih akurat.

Selanjutnya adalah salah memasukkan alat tes ke urine entah terlalu cepat atau terlalu lama. Bagian dari tes juga jangan disentuh karena bisa menurunkan akurasi. Terakhir alat yang digun akan untuk mewadahi urine usahakan yang bersih agar tidak terkontaminasi dengan bahan tertentu.

Apa yang harus dilakukan oleh pasangan?

Beberapa alat pendeteksi kehamilan memang memberikan klaim akurasi yang tinggi hingga 99 persen. Namun, tidak semua alat kesehatan seperti ini bisa diandalkan sepenuhnya. Kalau Anda merasa tidak nyaman dan ada tanda kehamilan, tapi dari tes tidak ada segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Salah satu tanda kehamilan awal yang paling sering muncul adalah spotting atau perdarahan ringan yang bukan menstruasi. Selanjutnya akan muncul mual, pusing, dan nyeri di perut yang cukup intens akibat pembesaran rahim untuk menyongsong pembesaran dari janin.

Rasa sakit yang muncul dan menstruasi yang terlambat juga bisa menjadi tanda adanya gangguan tertentu. Jadi, kalau Anda sudah terlambat menstruasi lebih dari seminggu dan alat tes kehamilan masih menunjukkan tanda negatif, segera lakukan pemeriksaan.

Kalau saat pemeriksaan terjadi false negative dan pasangan benar-benar hamil, Anda harus bersiap untuk menjaga pertumbuhan dari janin. Namun, kalau memang tidak hamil dan ada gangguan di rahim dan sekitarnya, Anda bisa segera mengatasi hal itu agar kehamilan bisa segera didapatkan.

Inilah beberapa ulasan tentang kesalahan deteksi saat tes kehamilan. Nah, semoga informasi di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan untuk lebih memahami tes kehamilan instan. Kalau Anda ragu dengan hasil yang ditunjukkan dari alat semacam test pack ada baiknya untuk segera ke dokter agar bisa tahu dengan jelas status kehamilan dari wanita.