Teh Pahit Turunkan Kolesterol Jahat?

teh-hitam-untuk-merawat-rambut-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Teh pahit masih belum begitu populer di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat Tanah Air yang menyukai teh manis. Bahkan, jika kita memesan minuman teh baik itu teh hangat ataupun es teh di tempat makan, kita biasanya akan otomatis diberi teh manis. Padahal, teh pahit atau teh tanpa gula tak kalah nikmatnya dibandingkan dengan teh manis dan memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih besar.

Teh pahit masih memiliki rasa teh yang alami, tidak tertutupi oleh manisnya gula. Menurut pakar kesehatan dr. Saptawati Bardosono dari Universitas Indonesia, rajin minum teh pahit bahkan bisa memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa, tepatnya dalam menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

“Di dalam teh pahit ada kandungan zat aktif yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh,” ungkap dr. Saptawati

Selain minum teh pahit, dr. Saptawati juga menyarankan kita untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dengan rajin-rajin melakukan olahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya seperti rajin berjalan kaki dan bersepeda ke berbagai tempat. Dengan tubuh yang lebih aktif, maka kolesterol bisa dibersihkan dari peredaran darah.

Selain memperhatikan apa yang kita makan dan minum, kita juga bisa menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh dengan cara menurunkan asupan makanan berlemak dan kaya kolesterol seperti gorengan, daging berlemak, dan makanan cepat saji. Selain itu, pastikan untuk memperbanyak asupan sayuran dan buah-buahan karena bahan makanan ini kaya akan kandungan serat dan fitosterol yang mampu mencegah penyerapan kolesterol di dalam usus. Hal ini tentu akan berimbas positif bagi kadar kolesterol di dalam tubuh.

Sudah menjadi rahasia umum jika kolesterol tinggi terkait dengan penyakit jantung koroner dan stroke. Jika sebelumnya penyakit ini identik dengan asalah kesehatan di usia tua, kini semakin banyak anak muda yang juga mengalaminya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat yang diterapkan oleh anak muda dan remaja.

Sebagai informasi, kadar kolesterol sudah dianggap tinggi dan berbahaya jika melebihi 200 mg/dL. Kadar kolesterol jahat sebaiknya dibatasi maksimal 130 mg/dL dan kadar kolesterol baik sebaiknya dijaga agar melebihi 40 mg/dL.