Terbit: 7 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia cenderung tidak mengenal dengan baik jenis-jenis teh yang biasa dikonsumsi. Sebagai contoh, kita tidak begitu mengenal teh hitam. Padahal, teh ini biasa kita konsumsi setiap hari. Penelitian terbaru menghasilkan fakta bahwa teh hitam bahkan bisa memberikan manfaat kesehatan jauh lebih besar dari yang kita duga, yakni bisa membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung. Kok bisa?

Teh Hitam Bisa Cegah Serangan Jantung?

Manfaat Teh Hitam bagi Risiko Serangan Jantung

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Food and Function menghasilkan fakta bahwa rutin minum teh hitam terbukti bisa menurunkan risiko terkena serangan jantung koroner serta stroke hingga 10-20 persen. Jika hal ini juga dikombinasikan dengan pola makan yang sehat dan rutin berolahraga, risikonya bahkan bisa ditekan jauh lebih rendah.

Pada tahun 2000, terdapat sebuah penelitian yang mengungkap fakta kesehatan dari kebiasaan minum teh hitam bagi kesehatan jantung. Penelitian ini dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Areriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. Dalam penelitian yang melibatkan data dari 37 ribu partisipan dari Belanda dalam kurun waktu 13 tahun ini, dihasilkan fakta bahwa mereka yang rutin minum teh hitam cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung jika dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Jika yang dikonsumsi adalah teh hitam dengan jumlah sekitar 3 hingga 6 cangkir setiap hari, maka risiko terkena kematian dini akibat penyakit jantung bisa ditekan dengan signifikan. Hanya saja, jika konsumsi teh hitam ini kurang dari secangkir dalam sehari atau lebih dari enam cangkir dalam sehari, penurunan risikonya hanya sekitar 36 persen saja.

Penelitian lain yang diumumkan hasilnya dalam jurnal Preventive Medicine pada 2012 silam menunjukkan fakta bahwa minum teh hitam bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Hal ini disebabkan oleh kandungan antioksidan di dalamnya yang sangat tinggi. Jika kita rutin meminumnya tiga cangkir saja setiap hari, maka dalam waktu 12 pekan sudah bisa membuat kadar gula darah menurun, mengatasi stres oksidatif, dan mencegah peradangan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

“Penyakit kardiovaskular telah memakan korban ribuan orang setiap tahunnya. Mencegahnya memang tidak mudah untuk dilakukan, namun minum teh hitam mudah dan nikmat untuk dilakukan,” ucap pakar kesehatan dr. Tim Bond.

Memilih Teh Hitam Terbaik

Teh hitam adalah salah satu jenis teh terbaik dan paling populer di seluruh dunia. Teh ini dibuat dari tanaman berjenis camellia sinensis. Proses oksidasi teh ini cenderung lebih lama sehingga warnanya cenderung merah tua dan sangat pekat. Meskipun memiliki sedikit sensasi pahit dan sepat, teh ini digemari banyak orang, khususnya dari Indonesia, India, serta Inggris.

Kita bisa memilih teh hitam yang berupa teh tubruk ataupun teh celup dengan kantung. Teh ini juga bisa disajikan dalam kondisi hangat ataupun dingin. Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak menambahkan gula jika ingin mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal. Jika memang ingin menambah rasa, kita bisa menambahkan perasan jeruk, lemon, atau madu.

Teh hitam tinggi kandungan antioksidan layaknya polifenol, katekin, dan theaflavin. Berbagai antioksidan ini bisa melawan paparan radikal bebas, mencegah kerusakan sel, dan membuat sistem kekebalan tubuh semakin meningkat.

Rutin meminumnya juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, menyehatkan pencernaan, hingga mendukung fungsi otak dan kesehatan mental dengan maksimal. Rutin meminumnya juga bisa membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker.

 

Sumber:

  1. Knibss, Jessica. 2019. Heart attack: Drinking this tea could help prevent the life-threatening condition.co.uk/life-style/health/1199771/heart-attack-symptoms-signs-diet-drink-tea-black-reduce-risk. (Diakses pada 7 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi