Terbit: 25 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Tuberkulosis yang menyerang tulang disebut TB tulang. Tuberkulosis atau TB dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun faktanya, TB tidak hanya menyerang paru-paru, tapi dapat juga menyerang bagian tubuh lainnya seperti tulang. TB ini relatif jarang terjadi, namun kondisi ini dapat menjadi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Ketahui selengkapnya tentang penyakit ini melalui artikel ini!

TB Tulang: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Apa Itu TB Tulang?

TB atau dikenal juga dengan TBC adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB termasuk ke dalam salah satu dari 10 penyebab kematian utama di dunia.

TB paling umum menyerang paru-paru, tapi dalam beberapa kasus, TB juga dapat menyerang bagian tubuh lain. TB yang menyebar ke luar paru-paru disebut dengan TB ekstra paru. TB dapat menyerang kelenjar, tulang, usus, dan organ lainnya.

Tuberkulosis tulang adalah TB yang menyerang tulang belakang, tulang panjang, dan persendian. Jenis Tuberkulosis tulang yang paling umum adalah TB tulang belakang. Bentuk umum dari kondisi ini dikenal dengan nama penyakit Pott.

Penyebab TB Tulang

Penyebab TB adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB dapat menyebar dari orang ke orang melalui udara. Setelah bakteri TB masuk ke dalam tubuh, bakteri dapat melakukan perjalanan melalui darah dari paru-paru atau kelenjar getah bening ke tulang, tulang belakang, dan juga sendi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Tuberkulosis tulang biasanya muncul setelah TB paru muncul. Ketika tuberkulosis tulang muncul, kebanyakan pasien sudah tidak menunjukkan gejala TB paru, seperti batuk.

Faktor Risiko TB Tulang

Faktor risiko tuberkulosis tulang pada dasarnya sama dengan faktor risiko TB. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang dapat terkena TB:

  • Malnutrisi
  • Kemiskinan
  • Tinggal di tempat padat penduduk
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Diabetes melitus
  • Penggunaan imunosupresan
  • Infeksi HIV

Gejala TB Tulang

Tuberkulosis tulang sering kali tidak menunjukkan gejala di awal. Ketika didiagnosis, gejala biasanya sudah cukup parah. Selain itu, dalam beberapa kasus tuberkulosis tulang tidak diawali dengan gejala TB paru sehingga keberadaan bakteri penyebab TB dalam tubuh lebih tidak terdeteksi.

Gejala tuberkulosis tulang meliputi:

  • Sakit punggung parah
  • Pembengkakan
  • Kekakuan
  • Abses

Gejala yang lebih parah dan berbahaya dapat meliputi:

  • Komplikasi neurologis
  • Kelumpuhan
  • Pemendekan anggota tubuh (terjadi pada anak-anak)
  • Kelainan tulang

Penderita penyakit ini juga dapat mengalami gejala TB pada umumnya seperti:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan

Diagnosis TB Tulang

Diagnosis TB akan semakin sulit dilakukan apabila tidak terdapat gejala TB paru aktif. Keterlambatan dalam diagnosis tuberkulosis tulang juga merupakan hal yang umum terjadi karena penyakit tulang dan sendi yang sifatnya lambat.

Pemeriksaan tuberkulosis tulang akan dimulai dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda dan menanyakan pertanyaan terkait tentang TB seperti di mana Anda tinggal dan ada atau tidaknya kontak dengan penderita TB.

Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis tuberkulosis tulang adalah seperti:

  • Pemeriksaan jaringan. Jaringan dapat diambil dengan metode biopsi atau aspirasi jarum, kemudian sampel jaringan akan diperiksa di laboratorium.
  • CT scan. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat detail tulang.
  • MRI. pemeriksaan MRI dapat membantu mengevaluasi keterlibatan jaringan lunak dan pembentukan abses. Selain untuk diagnosis, MRI juga berguna untuk melihat efektivitas pengobatan.

Pengobatan TB Tulang

Pengobatan TB tulang terdiri dari terapi antimikroba dan terkadang juga intervensi bedah apabila dibutuhkan.

1. Terapi Antimikroba

Pada dasarnya terapi antimikroba untuk tuberkulisis tulang sama dengan pengobatan untuk TB paru. Obat yang digunakan mungkin dapat berbeda apabila terdapat terdapat kondisi lain seperti HIV atau resistensi terhadap obat.

Durasi terapi untuk pengobatan tuberkulosis tulang tidak pasti. Dalam beberapa kasus, pengobatan selama enam hingga sembilan bulan cukup untuk mengobati TB. Terdapat juga beberapa orang yang membutuhkan waktu terapi yang lebih lama antara 9 hingga 12 bulan.

Jenis obat antibiotik yang mungkin digunakan untuk terapi TB adalah seperti:

  • Isoniazid
  • Rifampin
  • Ethambutol
  • Pyrazinamide

Apabila Anda resisten terhadap obat TB, kombinasi obat antibiotik Fluoroquinolone dan obat injeksi seperti Amikacin atau Capreomycin umumnya digunakan selama 20 hingga 30 bulan. Beberapa jenis TB juga mungkin dapat resisten terhadap obat ini.

Jenis obat-obatan lain yang mungkin digunakan untuk terapi TBC terhadap pasien yang resisten terhadap obat TBC saat ini adalah seperti Bedaquiline dan Linezolid.

2. Operasi

Pembedahan untuk mengatasi penyakit ini umumnya dilakukan pada pasien yang memiliki kondisi seperti berikut ini:

  • Pasien dengan penyakit tulang belakang dan gangguan saraf lanjut.
  • Pasien dengan penyakit tulang belakang dan gangguan saraf yang memburuk saat menjalani terapi
  • Pasien dengan penyakit tulang belakang dengan kifosis di atas 40 derajat
  • Pasien dengan abses dingin di dinding dada

Bentuk intervensi bedah dapat mencakup dekompresi, penggunaan perangkat keras untuk menstabilkan tulang belakang, drainase abses, atau pengangkatan jaringan yang terinfeksi.

Dalam sebagian besar kasus, prosedur bedah aman dan terkadang efektif untuk mengatasi gangguan saraf. Operasi rekonstruksi juga terkadang dibutuhkan setelah terapi antimikroba selesai dilakukan.

Pencegahan Penularan TB Tulang

Apabila Anda didiagnosis memiliki TB laten, Anda mungkin akan disarankan untuk mengonsumsi obat untuk mencegah TB menjadi aktif dan berpotensi menyebabkan tuberkulosis tulang.

Apabila Anda memiliki TB aktif, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyebaran TB:

  • Tetap tinggal di rumah. Jangan pergi ke luar rumah dan sebaiknya lakukan bed rest selama beberapa minggu pertama perawatan TB aktif.
  • Pastikan terdapat ventilasi ruangan. Kuman penyebab tuberkulosis akan lebih mudah menyebar di ruang tertutup.
  • Tutup mulut ketika bersin. Gunakan tisu untuk menutup mulut ketika tertawa, bersin, atau batuk. Setelah digunakan, jangan buang tisu sembarangan.
  • Gunakan masker. Gunakan masker ketika Anda berada di dekat orang lain selama tiga minggu pertama perawatan TB aktif.

 

Your Content Goes Here

  1. Garg, Ravindra Kumar dan Dilip Singh Somvanshi. Spinal tuberculosis: A review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3184481/. (Diakses 25 September 2019).
  2. Rasouli, Mohammad R., et al. Spinal Tuberculosis: Diagnosis and Management. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3530707/. (Diakses 25 September 2019).
  3. Sexton, Daniel J dan Malcolm McDonald. 2019. Skeletal tuberculosis. https://www.uptodate.com/contents/skeletal-tuberculosis?search=tb%20bone%20diagnose&source=search_result&selectedTitle=1~24&usage_type=default&display_rank=1. (Diakses 25 September 2019).
  4. Snyder, Alex. 2018. Bone Tuberculosis. https://www.healthline.com/health/bone-tuberculosis. (Diakses 25 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi