Avatar

Diana Sekar

29 September 2020 pada 7:12 am

Dok saya izin bertanya pada penyakit kejang umum dengan status epileptikum di RS diberikan diazepam untuk pengobatan awal, loading dose fenitoin, asam valproat, dan fenobarbital. Namun setelah 7 hari pasien hanya mendapatkan obat pulang fenitoin. Apakah obat-obat yang digunakan ketika di RS yang hanya diberikan jangka pendek diberhentikan secara langsung atau tetap diturunkan secara berkala Dok? Terima kasih

dr. Eko Budi

dr. Eko Budi

Dokter
30 September 2020 pada 5:55 pm

Selamat malam
Status epileptikum merupakan bangkitan kejang yang terus menerus dan tidak berhenti dnegan pemberian 1 macam obat putus kejang (semisal diazepam), sehingga diperlukan obat putus kejang lini kedua semisal phenobarbital dan phenytoin) secara injeksi
Obat putus kejang secara injeksi hanya diberikan pada kejadian kejang dan perawatan di rumah sakit

sedangkan obat epilepsi yang diminum secara rutin dapat satu atau dua macam atau lebih tergantung pada jenis epilepsi / gambaran EEG dan respon terhadap pengobatan sebelumnya
BIla masih mengalamai bangkitan kejang Dokter akan melakukan step up (menambah jenis obat atau meningkatkan dosis),sedangkan bila dalam jangka waktu tertentu tidak terjadi kejang maka dapat dipertimbangkan melakukan step down (mengurangi dosis atau jenis) obat yang diminum secara rutin

Silakan kontrol ke dokter Sp Saraf untuk pemantauan dan pengauturan dosis obat secara teratur
terima kasih

  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.