Avatar

Jeslyn Debora

1 Oktober 2020 pada 8:16 am

Dok, mau tanya, saya ngerasain mual kayak di perjalanan gitu, trus perut kram, seperti tanda, jerawatan, sering buang air kecil, nyeri payudara, dan tanda kehamilan lainnya, bulan agustus kemarin saya haid, awal bulan tgl 1 atau 2, trus haid lagi di bulan yg sama sekitaran tgl 19 atau 20, kalau syaa haid 2 kali dalam sebulan, jadi di bulan September ini kira kira haid nya sekitaran pertengahan bulan, cuma ga tau tanggal nya, jadi bulan ini telat seminggu, tanggal 22 September saya haid, dan darahnya pun darah haid, banyak dan bergumpal, seperti haid umumnya, apakah Sy hamil dok? Btw mualnya bukan karna penciuman, perut ga nyaman, kayak di perjalanan, Sy dan suami saya berhubungan badan tgl 6 September dok, ejakulasi di luar, karna kami belum merencanakan punya anak dok, mohon di jawab dok??

Avatar

Andita Rahayu

1 Oktober 2020 pada 9:08 am

Dok saya telat haid selama 5 minggu
Saya biasa haid tanggal 20
Sampai tanggal 1 saya belom haid, saya tespek positif tapi ini bukan kehamilan yang inginkan apakah bisa saya melakukan aborsi? Apa saja syarat nya?

dr. Eko Budi

dr. Eko Budi

Dokter
2 Oktober 2020 pada 6:13 pm

@ Jessylyn:

Selamat malam
dari keterangan yang anda bagikan, rasa mual belum tentu disebabakn karena kehamilan, bisa karena vertigo atau gangguan lambung
untuk memastikan apakah hamil atau tidak tetap perlu periksa testpack kehamilan

haid dua kali dalam sebulan juga dapat menandakan adanya suatu gangguan hormonal, semisal karena stress
sebaiknya jangan jadikan kehamilan sebagai target atau beban, nikmati masa anda berdua , dan luangkan waktu untuk rekreasi berdua
sebaiknya menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, menghindari stress dan kelelahan fisik, dan berhenti merokok
terima kasih

dr. Eko Budi

dr. Eko Budi

Dokter
2 Oktober 2020 pada 6:18 pm

@Andita Rahayu

abortus provocatus atau aborsi atas keinginan sendiri tidak dapat dilakukan di Indonesia

Sebaiknya komunikasikan kehamilan anda dengan pasangan, dan dicari solusi berdua, bukan saatnya anda berjuang hanya sendiri, karena anda dan pasangan adalah calon ayah dan ibu, bila perlu komunikasikan dnegan keluarga besar

Banyak pasangan mendambakan kehadiran buah hati, dan bila ini giliran anda, sebaiknya diterima dengan gembira, bila digugurkan bisa jadi anda menyesali di kemudian hari, terlebih anda sebagai ibu, pasti memiliki ikatan batin dan emosional dengan janin, sedangkan ayah belum tentu merasakan beban yang anda rasakan setelah melakukan aborsi.
Tolong dipertimbangkan

  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.