Avatar

Lizzy Sigukguhi

21 Oktober 2020 pada 10:34 pm

Dok, bagaimana mengetahui adanya gejala penyakit bipolar pada pasien?

Lalu, bagaimana mengontrol emosi yang berlebihan? Apakah lost kontrol emosi bisa disebut sebagai bipolar? Tolong penjelasannya Dok

Dr. Ursula Penny

Dr. Ursula Penny

Dokter
26 Oktober 2020 pada 8:53 pm

Hak kak,
Bipolar merupakan suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari posisi terendah depresif/tertekan (tampak sedih, murung, dan menyendiri) ke tertinggi/manik (tampak happy selalu, bahkan suka bagi-bagi uang, atau traktir makan orang lain).
Penyebab pasti gangguan bipolar tidak diketahui, namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan.
Episode manik dapat mencakup gejala seperti energi tinggi, jam tidur yang kurang, dan sering berkhayal. Episode depresi dapat meliputi gejala seperti energi rendah, motivasi rendah, dan kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari. Episode mood terjadi selama beberapa hari hingga berbulan-bulan sekaligus dan mungkin juga terkait dengan pikiran untuk bunuh diri.
Penanganan biasanya seumur hidup dan sering melibatkan kombinasi obat serta psikoterapis.
emosi yg berlebihan blm tentu gejala bipolar.
Pastikan utk menahan emosi, kakak bs melakukan hal-hal yg mengalihkan penyebab emosi. jika memang masih sulit, silahkan berkonsultasi dengan psikiatri/psikolog setempat. terimakasih.

  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.