Tangan Kanan atau Kiri? Ini Lokasi Terbaik Cek Tensi Darah

inilah-penyebab-darah-tinggi-doktersehat

DokterSehat.Com– Saat melakukan pemeriksaan tekanan darah, kita biasanya akan menyodorkan salah satu dari tangan kita. Hanya saja, sebuah pertanyaan muncul, sebaiknya kita melakukan cek tensi darah di tangan kanan atau kiri?

Ketua Indonesian Society of Hypertension dr. Tunggul Situmorang SpPD-KGH menyebutkan bahwa sebenarnya kedua tangan bisa saja kita ajukan saat melakukan pengecekan tekanan darah. Kita bahkan bisa melakukannya di kedua tangan secara bergantian. Hanya saja, kita juga harus memastikan bahwa perbedaan pengukuran tekanan sistolik dan diastolic tidak sampai 10-15 mmHg. Jika sampai perbedaan mencapai atau melebihi angka tersebut, bisa jadi ada kondisi tertentu yang harus diperiksa lebih mendalam.

“Di Eropa, biasanya tangan kiri yang diajukan untuk pengukuran tekanan darah, tapi kalau di Indonesia cenderung lebih sering menggunakan tangan kanan,” ungkap dr. Tunggul.

Mengapa perbedaan pengukuran tekanan darah pada tangan kanan dan kiri tidak boleh disepelekan? Dr. Tunggul menyebutkan bahwa jika sampai perbedaan cukup tinggi, bisa jadi pada pembuluh darah terjadi penyumbatan akibat plak atau lemak. Jika sampai hal ini terjadi, maka risiko untuk terkena penyakit berbahaya seperti penyakit jantung atau stroke sudah cukup tinggi dan harus ditangani secara medis.

Dr. Tunggul juga menyarankan orang yang mengalami masalah tekanan darah tinggi untuk sering-sering melakukan pemeriksaan tensi darah. Jika memang sudah diminta untuk mengonsumsi obat penurun tekanan darah, mereka juga harus sering-sering mengeceknya selama 1-2 minggu. Jika tekanan darah sudah dianggap bisa dikendalikan, maka frekuensi pengukuran tekanan darah bisa dikurangi.

“Bagi penderita hipertensi, ada baiknya mereka melakukan pengukuran tekanan darah 2 kali sehari. Lakukan saat bangun tidur sebelum beraktivitas atau menjelang tidur saat tubuh berada dalam kondisi rileks dan siap untuk beristirahat,” saran dr. Tunggul.

Penderita hipertensi juga diminta untuk terus mencatat hasil pengukuran tekanan darah secara mandiri selama sepekan. Hasil catatan ini bisa dilaporkan kepada dokter untuk dijadikan bahan evaluasi. Catatan tekanan darah ini juga bisa dijadikan patokan dokter untuk memberikan obat penurun tekanan darah yang tepat dan menyarankan diet atau gaya hidup yang sesuai bagi pasien.