Tangan Sering Kesemutan? Waspada Carpal Tunnel Syndrome

tangan-sering-kram-saat-tidur-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Stuart Beard

DokterSehat.Com – Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan suatu kondisi yang diakibatkan oleh tertekannya saraf median yang memengaruhi satu atau kedua tangan. Kondisi ini ditandai dengan sensasi mati rasa, kesemutan, rasa terbakar, nyeri pada pergelangan tangan dan tangan sering kram saat tidur.

Penyebab Carpal Turnnel Syndrome

Orang yang terkena gangguan ini bisa terbangun di malam hari akibat tangan kesemutan saat tidur. Regangan atau cedera pada pergelangan tangan atau berbagai gangguan lain juga dapat mengakibatkan tangan sering kesemutan dan kram

Perlu diketahui, carpal tunnel atau lorong lorong sempit pada pergelangan tangan memiliki ujung terbuka di telapak tangan. Lorong ini dikelilingi oleh tulang-tulang pergelangan tangan di bagian bawah dan jaringan ikat (ligamen) yang melintang di atasnya.

Saraf median berjalan melalui lorong ini untuk memberikan sensasi perasa atau sentuhan pada telapak jari telunjuk, jari tengah, setengah jari manis dan ibu jari. Selain itu, saraf median juga memberikan tenaga pada otot tangan untuk menjepit benda oleh ibu jari dan ujung jari-jari yang lain.

Terhimpitnya saraf median ini akan memengaruhi indera sentuhan dan juga gerakan tangan Anda. Saraf median bisa terhimpit jika jaringan di dalam lorong karnal membengkak atau lorong karnal menyempit.

baca juga: Sering Kesemutan Tanda Penyakit Berbahaya, Ketahui Penyebabnya!

Penyebab terhimpitnya saraf median pada sebagian besar kasus CTS tidak diketahui. Tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami CTS, antara lain:

  1. Kondisi atau penyakit yang dapat memberikan kontribusi terhadap nyeri lengan atau pembengkakan pada sendi dan jaringan lunak. Kodisi ini dapat mengurangi aliran darah ke tangan. Kondisi dan penyakit itu antara lain obesitas, rheumatoid arthritis, asam urat, diabetes, lupus, atau hipotiroid.
  2. Gerakan tangan dan pergelangan tangan yang dilakukan berulang dapat menyebabkan selaput tendon membengkak.
  3. Penumpukan cairan (edema) di terowongan karpal yang dapat terjadi akibat kehamilan atau kondisi seperti rheumatoid arthritis atau diabetes.
  4. Patah tulang di pergelangan tangan, dislokasi tulang, pertumbuhan tulang baru dari tulang penyembuhan, atau tulang taji. Kondisi ini dapat mengambil ruang di terowongan karpal dan menempatkan lebih banyak tekanan pada saraf median.
  5. Tumor dan pertumbuhan lainnya (seperti ganglions).
  6. Ketidaknormalan jaringan di tangan dan pergelangan tangan yang disebabkan oleh penuaan dan gerakan berulang dari tangan atau pergelangan tangan.
  7. Merokok dapat berkontribusi untuk CTS dengan memengaruhi aliran darah ke saraf median.

CTS merupakan cedera yang berhubungan dengan pekerjaan yang membutuhkan gerakan tangan yang kuat, berulang-ulang atau tangan bekerja dalam waktu yang lama dengan posisi yang sama seperti saat Anda sedang mengetik atau memegang tetikus dalam waktu yang lama.

Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Gejala yang paling umum dari CTS adalah tangan sering kram saat tidur, nyeri, disertai mati rasa pada jari atau telapak tangan. Sementar itu, jika jari kelingking Anda tidak terpengaruh, ini mungkin menjadi pertanda bahwa Anda terkena sindrom ini, karena jari kelingking biasanya dikendalikan oleh saraf yang berbeda dari ibu jari dan jari lainnya.

Gejalanya juga sering muncul di kedua tangan, tetapi gejalanya akan memburuk di satu tangan dari yang lain. Biasanya, penderita CTS  akan terbangun saat tidur akibat tangan sering kram saat tidur.

Sementara itu, selain pergelangan tangan, CTS juga bisa memengaruhi lengan bawah atau menyebar sampai ke bahu. Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri sesekali di lengan antara siku dan pergelangan tangan.
  • Kekakuan pada jari-jari saat bangun di pagi hari.
  • Mati rasa atau rasa sakit semakin parah bila Anda menggunakan tangan atau pergelangan tangan, terutama saat mencengkeram benda dengan tangan atau tekukan pergelangan tangan.

baca juga: 5 Penyebab Kesemutan Saat Hamil, Bagaimana Solusinya?

Melihat gangguan yang bisa terjadi pada pergelangan tangan akibat CTS, mulai saat ini Anda harus menghindari membengkokan pergelangan tangan secara berulang-ulang. Posisi pergelangan yang santai adalah posisi terbaik. Jika Anda mengetik memakai keyboard, sebaiknya posisikan pergelangan tangan Anda setinggi siku atau sedikit lebih rendah.

Jika Anda banyak melakukan aktivitas yang melibatkan pergelangan tangan, istirahat harus lebih sering dilakukan untuk menghindari tekanan. Selain itu, usahakan untuk tidur dengan posisi pergelangan tangan tetap lurus.

Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome

Diagnosis umumnya dilakukan oleh dokter secara langung dengan melakukan pemeriksaan fisik pada tangan pergelangan. Biasanya dokter akan melakukan penekanan lembut di daerah saraf medianus di pergelangan tangan.

Bahkan, dokter juga akan meminta Anda untuk mengangkat pergelangan tangan sampai di atas kepala, dengan posisi pergelangan tangan tertekuk ke dalam. Pada saat pemeriksaan ini, penderita CTS bisa merasa kesemutan, nyeri atau mati rasa. Diagnosis CTS akan mendapatkan hasil terbaik dengan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, di antaranya:

  • Elektromiografi atau studi konduksi saraf.
  • Pencitraan dengan ultrasonografi.
  • Tes darah.

Pengobatan Carpal Tunnel Syndrome

Sering kali, carpal tunnel syndrome tidak membutuhkan penanganan khusus karena bisa pulih dengan sendirinya. Pada wanita hamil, biasanya CTS akan membaik dalam waktu tiga bulan pasca-melahirkan.

Apabila Anda mengalami CTS ringan atau sedang, Anda bisa menanganinya dengan cara membalut pergelangan tangan dengan papan kecil. Tangan yang dibalut ini berguna untuk meminimalisir gerakan yang dapat memicu penekanan saraf medianus, terutama gerakan menekuk pergelangan tangan ke arah dalam.

Jika pembalutan tangan ini kurang efektif, dokter biasanya akan memberikan suntikan kortikosteroid langsung pada daerah yang sakit. Suntikan ini bertujuan untuk mengurangi reaksi peradangan pada saraf medianus.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi carpal tunnel syndrome yang sering kali menjadi penyebab tangan sering kesemutan dan pegal, antara lain:

1. Mengubah gaya hidup

Sebisa mungkin hentikan segala macam aktivitas yang menjadi penyebab CTS. Meski terkadang hal ini sulit untuk dilakukan, namun jika Anda melakukan perubahan kecil secara rutin terkadang hal ini bisa juga membantu.

Jika Anda termasuk orang yang bekerja di depan komputer selama berjam-jam, cara sederhana yang bisa dilakukan adalah menambahkan bantal pada pergelangan tangan saat mengetik.

2. Mengurangi tekanan pada saraf median

Obat bisa meredakan nyeri dalam jangka pendek dengan mengurangi radang. Obat juga bisa disuntik ke pergelangan tangan dan membantu dalam waktu yang lebih lama.

Jika kedua pengobatan di atas tidak efektif, operasi diperlukan untuk memperluas ruang bagi saraf dan mengurangi tekanan saraf. Meski kondisi akan lebih cepat pulih setelah menjalani operasi, Anda harus mengistirahatkan tubuh selama 6 minggu untuk mempercepat penyembuhan dan menghindari gejala baru.