7 Tanda Tubuh Kekurangan Protein

cara-mengatasi-lelah-berlebihan-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu nutrisi yang paling penting bagi kesehatan tubuh adalah protein. Sayangnya, banyak orang yang masih tidak mampu mencukupinya karena pola makan yang kurang sehat atau sembarangan. Padahal, protein sangatlah penting bagi pembentukan jaringan tubuh, distribusi oksigen, hingga pembentukan antibodi. Hal ini berarti, kekurangan asupan protein bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Berbagai tanda yang dialami tubuh jika kekurangan asupan protein

Protein tak hanya didapatkan dari daging-dagingan. Produk susu, keju, yoghurt, telur, hingga beberapa produk nabati seperti tempe, kacang-kacangan, dan beberapa jenis makanan lainnya juga bisa menyediakan protein. Jika kita tidak mampu mencukupi kebutuhan sebanyak 1 gram untuk setiap kilogram berat badan, maka akan mengalami efek kurang baik bagi kesehatan.

Berikut adalah dampak kekurangan asupan protein tersebut.

  1. Mudah lapar

Dampak pertama yang akan dirasakan jika kita kekurangan asupan protein adalah mudah lapar meskipun kita sudah makan secara teratur. Tak hanya sifat alami protein yang memang bisa mengenyangkan perut dalam waktu yang lama, protein juga mampu membuat proses pembakaran kalori meningkat 80 sampai 100 kalori per hari. Hal ini akan membuat tubuh menjadi lebih berenergi.

Tanpa adanya asupan protein yang cukup, tubuh akan merasa kekurangan energi sehingga terus menagih kekurangan tersebut dengan cara mengeluarkan rasa lapar terus-menerus. Hal ini justru akan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan jika dituruti.

  1. Mudah lelah

Sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa jika kita tidak mencukupi kebutuhan protein selama satu pekan, maka otot-otot akan mengalami penurunan massa dan kekuatan dengan signifikan. Hal ini akan membuat tubuh kehilangan keseimbangan, kekuatan, sekaligus mengalami penurunan metabolisme. Bahkan, pakar kesehatan menyebut hal ini akan memicu datangnya anemia.

Jika hal ini terus terjadi, maka tubuh akan mengalami masalah distribusi oksigen dan nutrisi yang akhirnya berimbas pada sensasi mudah lelah.

  1. Gangguan pada rambut, kulit, serta kuku

Rambut, kulit, dan kuku kita sebenarnya terbuat dari protein layaknya kolagen, keratin, serta elastin. Jika kita kekurangan asupan protein, maka tubuh pun tidak akan mampu melakukan regenerasi sel pada bagian-bagian tubuh tersebut sehingga akhirnya menyebabkan beberapa masalah layaknya kerontokan atau penipisan rambut, kulit kering, hingga masalah kuku.

  1. Gangguan suasana hati

Tak disangka, kekurangan asupan protein ternyata juga bisa berimbas pada gangguan emosional. Hal ini disebabkan oleh neurotransmitter yang ada di dalam otak yang ternyata juga membutuhkan asam amino. Tanpa adanya asam amino yang cukup, maka fungsi neurotrasmiter yang menghubungkan antar sel-sel otak tidak akan berjalan dengan baik.

Kondisi ini akan berimbas pada terganggunya produksi hormon-hormon tertentu seperti dopamine atau serotonin yang berperan besar dalam membuat pikiran tenang, rileks, dan bahagia. Kondisi ini akan membuat kita lebih rentan stres, depresi, dan mengalami gangguan suasana hati.

  1. Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh

Jika kita mengalami pembengkakan yang tidak biasa pada kaki, tangan, atau perut, bisa jadi hal ini disebabkan oleh gangguan protein di dalam darah yang disebut sebagai albumin. Hal ini terkait dengan buruknya asupan protein harian.

  1. Gangguan proses penyembuhan luka

Protein sangat penting bagi proses penyembuhan luka karena mendukung produksi kolagen dan antibodi. Tanpa adanya protein yang cukup, tubuh tidak mampu memproduksi sel-sel dan jaringan baru dengan efektif. Luka pun akan cenderung tidak mudah sembuh dengan cepat.

  1. Mudah sakit

Kandungan asam amino di dalam darah sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh. Tanpa adanya protein ini, maka tubuh akan lebih rentan terkena penyakit. Bahkan, saat sakit pun kita cenderung tidak mudah sembuh dengan cepat.