Ciri-ciri Penyakit Vagina dan Cara Mencegahnya

penyakit-vagina-doktersehat

DokterSehat.Com– Beberapa wanita kerap mengalami masalah pada organ genitalnya. Infeksi jamur di vagina merupakan salah satu penyakit vagina yang kerap dialami wanita. Biasanya infeksi jamur bisa diatasi dengan pengobatan sederhana.

Beberapa gangguan yang lebih serius di vagina membutuhkan pertolongan medis secepatnya. Bahkan, ada beberapa masalah pada area genital wanita yang mengindikasikan penyakit vagina tertentu.

Ciri-Ciri Penyakit Vagina yang Harus Diwaspadai

Semua wanita harus peduli dengan kesehatan vagina mereka, tetapi apa yang dimaksud dengan vagina sehat? Meskipun tergantung pada usia seorang wanita, vagina sehat umumnya memiliki pH asam, mengandung sejumlah besar bakteri menguntungkan yang membantu menangkis infeksi dan dilumasi secara alami.

Perempuan harus tahu kondisi yang tidak normal pada vagina. Lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri penyakit vagina yang perlu wanita waspadai:

1. Nyeri panggul

Saat masa ovulasi wanita mungkin kerap merasakan nyeri di bagian panggul. Kondisi seperti ini normal saja terjadi saat masa ovulasi, tapi bila nyeri tak kunjung hilang sampai beberapa hari dan malah makin menyakitkan bisa jadi ada penyakit vagina lainnya, seperti fibroid jinak dan endomestriosis dalam rahim.

Bila nyeri panggul disertai demam dan keputihan kemungkinan Anda terkena penyakit radang panggul. Nyeri panggul yang disertai pendarahan vagina dan nyeri perut kemungkinan menandakan kehamilan ektopik, yaitu implan telur dibuahi di luar rahim.

Ini menandakan bahwa rahim tidak sehat. Kondisi ini sangat membahayakan sehingga harus segera dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain itu nyeri panggul juga menandai adanya kanker ovarium.

Gejala penyakit vagina yang ditunjukkan antara lain sering buang air kecil sampai lebih dari 2 minggu, panggul seperti tertekan, dan kembung. Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri panggul Anda tak kunjung reda.

baca juga: kenali penyakit yang biasa menyerang vagina

2. Pendarahan tidak normal

Jika Anda sedang tidak mengunakan alat kontrasepsi tapi vagina sakit yang ditandai dengan pendarahan di luar haid yang terjadi selama lebih dari satu atau dua bulan, sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan Anda.

Pendarahan yang tidak normal meliputi waktu haid yang lebih lama dari biasanya, haid dua kali dalam satu bulan, pendarahan setelah berhubungan seks, pendarahan di pertengahan bulan, dan pendarahan yang tidak biasa lainnya.

Pendarahan yang tidak seperti biasanya ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit yang tidak serius seperti perimenopause atau fibroid rahim atau polip. Apabila Anda mengalami pendarahan setiap kali setelah berhubungan seks, mungkin hal ini mengindikasikan gejala infeksi serviks atau leher rahim.

Penyakit vagina seperti penyakit menular seksual, seperti gonorrhea atau klamidia juga dapat menyebabkan vagina sakit karena luka yang disertai pendarahan ketika berhubungan seks. Saat dirasa vagina tidak sehat seperti ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter!

Bila Anda sudah berusia setengah baya dan telah menopause, Anda perlu waspada bila mengalami pendarahan vagina karena berpotensi terhadap kanker rahim. Kanker rahim bisa disembuhkan bila diketahui dalam tahap awal, sehingga Anda perlu mewaspadai tanda peringatan dini kanker rahim, yaitu pendarahan pasca-menopause.

3. Gejala penyakit vagina yang tidak biasa

Waspadai pula gejala abnormal di vagina seperti keputihan yang berlebihan, bau vagina yang menyengat, perubahan warna vagina, pendarahan, gatal, iritasi, dan sensasi terbakar di vagina. Pada dasarnya, vagina sehat tidak akan mengalami hal-hal tersebut.

4. Vagina kering

Wanita pasca-menopause atau yang mengalami atrofi vagina kerap mengalami kekeringan vagina, sehingga bisa mengakibatkan luka selesai berhubungan seks. Ini akan memicu timbulnya penyakit vagina.

Seiring bertambahnya usia, kadar estrogen wanita makin menurun, sehingga mengalami penipisan vagina. Akibatnya vagina menjadi kering dan mudah teriritasi.

Vagina yang menipis juga rentan terinfeksi dan bisa berkontribusi untuk inkontinensia, yakni kebocoran urine. Kondisi ini bisa diobati dengan memakai krim estrogen yang dioleskan atau dimasukkan langsung ke dalam vagina.

BACA JUGA: BISAKAH MINYAK KELAPA ATASI VAGINA KERING?

5. Luka atau benjolan

Vagina sakit karena luka juga bisa mengindikasikan gejala penyakit menular seksual, herpes, atau kanker. Benjolan seperti kutil atau benjolan merah dan luka datar yang tak kunjung sembuh juga menjadi tanda kanker vulva. Terkadang luka datar di vagina bisa berubah warna dan bersisik.

Vagina sehat menjadi suatu keharusan bagi perempuan. Maka, cegahlah denga cara menjaga kesehatan vagina agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Cara Mencegah Penyakit Vagina

Tidak hanya menjaga kebersihan area kewanitaan, ada beberapa yang harus diperhatikan. Agar tidak mudah terserang penyakit, ikuti cara-cara berkut untuk menjaga vagina sehat:

1. Jaga keseimbangan PH vagina tanpa douching

Biasanya, pH vagina sekitar 3,8 – 4,5, tetapi douching (mencuci vagina menggunakan cairan berbahan kimia) dapat mengganggu tingkat pH vagina, mengurangi keasaman dan mengganggu bioma vagina sehat – susunan bakteri vagina Anda – dan pengaturan stadium untuk infeksi bakteri.

Jika vagina Anda mengeluarkan bau yang menyengat, temui dokter Anda. Douching hanya akan menutupi bau tanpa menyembuhkan masalah yang menyebabkannya. Hindari menggunakan sabun kasar atau pembersih pada vulva atau di dalam vagina, karena ini juga dapat memengaruhi keseimbangan pH vagina sehat.

2. Mempertahankan diet sehat untuk kesehatan vagina

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi mengikuti diet seimbang yang bergizi dan minum banyak cairan adalah kunci untuk kesehatan vagina dan reproduksi. Bahkan, makanan tertentu mungkin efektif dalam mengobati masalah kesehatan vagina.

Yoghurt berpotensi membantu mencegah penyakit vagina seperti infeksi ragi dan membantu dalam perawatannya. Yoghurt kaya akan probiotik, terutama yoghurt Yunani, jadi jika seorang wanita rentan terhadap infeksi ragi, mengonsumsi probiotik yang kaya akan bakteri Lactobacilli, atau makan yoghurt Yunani setiap hari dapat membantu menghindari vagina sakit.

Jika Anda rentan terhadap infeksi saluran kemih, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Internal Medicine menyarankan untuk mengonsumsi suplemen cranberry setiap hari.

3. Melakukan seks aman untuk menghindari kuman berbahaya

Menggunakan kondom – baik pria maupun wanita – selama berhubungan seks membantu melindungi terhadap infeksi menular seksual (IMS), seperti HIV, herpes genital, sifilis, gonore, kutil kelamin, dan klamidia. Beberapa penyakit vagina, seperti HIV dan herpes genital, tidak memiliki obat. Semantara yang lain, seperti human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kutil kelamin, diketahui menyebabkan kanker.

Anda harus mengganti kondom saat beralih dari seks oral atau anal ke seks vaginal, untuk mencegah masuknya bakteri berbahaya ke dalam vagina. Anda juga harus menghindari berbagi mainan seks dengan pasangan Anda, karena Anda dapat menyebarkan IMS, terutama HPV.

4. Periksakan ke dokter kandungan untuk mencegah penyakit vagina

Melakukan pemeriksaan ginekologi rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan vagina. American Congress of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan wanita melakukan pemeriksaan ginekologi pertama pada usia 21 tahun. Dianjurkan agar wanita menjalani pemeriksaan Pap smear dimulai pada usia 21 tahun untuk melihat perubahan pada sel vagina yang mungkin mengindikasikan adanya kanker. Ginekolog dan banyak dokter perawatan primer dilatih untuk mendiagnosis penyakit vagina dan gangguan yang dapat merusak vagina atau sistem reproduksi Anda secara keseluruhan.

5. Obati infeksi saat penyakit vagina berkembang

Tiga jenis infeksi vagina adalah umum, seperti infeksi jamur, bakteri vaginosis, dan trikomoniasis. Jika Anda rentan terhadap infeksi ragi dan mengenali gejala-gejala penyakit vagina, segera atasi dengan obat yang dijual bebas di apotek. Tetapi jika gejala penyakit vagina tidak hilang, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Sementara ragi adalah infeksi jamur, bakteri vaginosis disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih di vagina. Trikomoniasis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan secara seksual. Mengobati infeksi ini sangat penting karena jika tidak segera mengatasinya, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan reproduksi yang tidak menyenangkan, menyakitkan, dan serius. Jika sudah mengalami infeksi vagina dan kemudian terpajan HIV, Anda lebih rentan untuk terinfeksi.

Perlu dicatat bahwa wanita yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol atau terinfeksi HIV biasanya dapat mengalami infeksi ragi berulang. Jika mengalami banyak infeksi jamur selama satu tahun, Anda harus dievaluasi oleh dokter untuk memastikan tidak ada yang harus dikhawatirkan.

6. Gunakan pelumas saat berhubungan intim

Pelumasan adalah bagian penting dari hubungan seksual. Tanpa itu, kulit labia dan vagina sehat bisa menjadi iritasi dan lecet. Sementara pelumasan vagina biasanya terjadi secara alami selama gairah wanita, beberapa wanita tidak menghasilkan pelumas alami yang cukup. Dalam hal ini, mereka harus menggunakan pelumas buatan untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan kesenangan. Sebaiknya Anda tidak menggunakan petroleum jelly.

Jika menjalani program hamil, pelumas tertentu dapat mengganggu sperma dan membuatnya sulit untuk hamil. Dalam hal ini, sebaiknya menggunakan produk pH seimbang yang disebut Pre-Seed. Jika Anda tidak mencoba untuk hamil, berbasis air, berbasis silikon, dan pelumas berbasis minyak baik-baik saja, tergantung pada apa kebutuhan Anda. Jika Anda membutuhkan sedikit pelumas, maka berbasis air sangat bagus. Jika sering mengalami  kekeringan, pertimbangkan untuk menggunakan pelumas berbasis silikon atau berbasis minyak.

Jika  menggunakan kondom untuk perlindungan, jangan gunakan pelumas berbasis minyak – bahan ini dapat menyebabkan kondom lateks terurai. Juga jangan pernah menggunakan petroleum jelly atau baby oil pada vagina Anda. Ini menyebabkan peradangan dan dapat membuat vagina terinfeksi.

7. Pilih pakaian yang aman untuk menjaga vagina tetap kering

Vagina sehat adalah dalam keadaan yang bersih dan kering, dan apa yang Anda kenakan dapat memengaruhi kesehatan vagina. Jenis kain tertentu dan pakaian ketat menyebebkan kondisi vagina lembap yang hangat di mana ragi berkembang. Pakailah celana dalam berbahan katun dan hindari thong/g-string. Jika Anda rentan terhadap infeksi ragi, ganti pakaian renang basah dan pakaian olahraga yang berkeringat secepat mungkin.

Dr. Millheiser menyarankan, jika Anda mengalami sering keputihan dan kelembapan di siang hari, bawa dua pakaian dalam setiap hari saat pergi bekerja atau sekolah, dan ganti pakaian dalam  di siang hari. Ini akan membantu merasa lebih nyaman dan akan membantu mencegah infeksi.

8. Menjaga kebersihan vagina dengan baik

Akal sehat bisa sangat membantu melindungi kesehatan vagina. Setelah buang air besar, bersihkan dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi bakteri pada vagina dan menurunkan risiko infeksi kandung kemih. Ganti pembalut secara teratur selama menstruasi. Dr. Millheiser mencatat bahwa tidak masalah mengenakan panty liners untuk menyerap cairan vagina sehat selama Anda sering mengantinya, meskipun bila memakainya sepanjang waktu dapat mengalami iritasi vulva.

Itu dia tanda-tanda penyakit vagina yang menunjukkan bahwa vagina sakit hingga cara menjaga kesehatan vagina. Jika Anda mengalami salah satunya, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter ya, Teman Sehat!