Terbit: 19 September 2019 | Diperbarui: 20 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika mengalami sakit perut, hal pertama yang terpikir biasanya adalah kita mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Asalkan sudah mengeluarkan kentut atau buang air besar, masalah ini seringkali dianggap akan mereda dengan sendirinya. Padahal, bisa jadi sakit perut menandakan adanya kondisi yang lebih serius.

6 Tanda Sakit Perut yang Berbahaya, Apa Gejalanya?

Tanda Sakit Perut yang Berbahaya

Pakar kesehatan menyebut sakit perut tak hanya tentang salah makan. Dalam realitanya, ada beberapa masalah kesehatan yang juga bisa menyebabkan munculnya gejala ini.

Berikut adalah masalah-masalah kesehatan yang ditandai dengan sakit perut:

  1. Sakit Perut Setelah Mengonsumsi Makanan dengan Porsi Besar

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai sensasi nyeri yang kuat pada perut setelah makan besar. Jika sensasi nyeri ini tak kunjung mereda, bisa jadi hal ini menandakan adanya masalah pada kantung empedu. Hal ini diungkap oleh Hardeep Singh, MD yang berasal dari St. Joseph Hospital.

Singh menyebut kantung empedu memiliki peran dalam memproduksi enzim empedu dan menyimpannya sebelum disalurkan ke usus halus demi memetabolisme lemak. Jika organ dengan ukuran yang kecil dna berlokasi di bagian bawah liver ini mengalami sumbatan atau peradangan, maka akan menyebabkan sakit perut yang cukup parah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  1. Nyeri Perut yang Terjadi di Perut Bagian Atas

Banyak orang yang menganggap nyeri perut bagian atas sebagai masalah pada asam lambung, namun pakar kesehatan Robert Glatter, MD yang berasal dari American College of Emergency Physicians menyebut sensasi nyeri yang tidak bisa benar-benar ditentukan lokasinya di perut bagian atas yang disertai dengan gejala lainnya seperti mual-mual dan sering bersendawa bisa jadi menandakan serangan jantung.

Gejala lain dari masalah kesehatan ini yang sebaiknya kita waspadai adalah nyeri pada punggung, tidak nyaman pada rahang, dan sesak napas.

  1. Kram Perut Disertai Diare

Banyak orang yang menganggap kram perut dan diare sebagai gejala kesehatan yang normal. Padahal, pakar kesehatan menyebut hal ini bisa saja menandakan masalah sindrom iritasi usus besar. Apalagi jika kita juga mengalami sensasi begah dan kembung yang cukup parah.

Singh menyebut obat-obatan bisa membantu mengatasi masalah kesehatan ini, namun akan jauh lebih baik jika kita mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan mengendalikan stres demi mencegah gejalanya kembali muncul.

  1. Sakit Perut yang Muncul Tiba-Tiba

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai sakit perut yang muncul secara tiba-tiba. Apalagi jika kondisi ini sering muncul. Jika kita juga termasuk dalam orang yang pernah mengidap masalah ulkus peptikum dan mengonsumsi obat non-steroid yang ditujukan untuk mengatasi inflamasi, bisa jadi hal ini menandakan adanya masalah perforasi di dalam perut yang membutuhkan prosedur operasi demi mengatasinya.

Selain itu, sakit perut yang muncul tiba-tiba juga bisa menandakan adanya infeksi yang dipicu oleh bakteri atau jamur yang harus segera ditangani.

  1. Sakit Perut di Bagian Kiri Bawah

Sakit perut di bagian kiri bawah bisa jadi menandakan adanya masalah diverkulitis, terjadinya sumbatan atau lubang pada usus besar yang menyebabkan munculnya kantung-kantung berukuran kecil. Masalahnya adalah keberadaan hal ini bisa memicu infeksi yang cukup serius.

Pakar kesehatan menyebut masalah kesehatan ini bisa diatasi dengan obat-obatan antibiotik atau obat pelunak kotoran

  1. Sakit Perut Disertai Penurunan Berat Badan

Jangan senang dulu jika berat badan tiba-tiba menurun dengan drastis. Jika hal ini disertai dengan gejala lain seperti sakit perut, adanya darah pada kotoran, dan anemia, bisa jadi menunjukkan adanya masalah yang lebih serius layaknya radang usus atau kanker gastrointestinal.

 

Sumber:

Arbolario, Kristine. 2019. 5 Signs Your Stomach Ache Is Not Normal. msn.com/en-in/health/health-news/5-signs-your-stomach-ache-is-not-normal/ar-AAHnwUa. (Diakses pada 19 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi