Tanda Keguguran pada Trimester 1 Sampai 3 (Lengkap)

tanda-keguguran-doktersehat

DokterSehat.Com – Mendapatkan kehamilan yang sehat dan lancar adalah keinginan semua pasangan. Sayangnya, karena kondisi fisik atau karena ada faktor eksternal lainnya, janin yang ada di rahim mengalami gangguan dan akhirnya terjadi keguguran.

Angka Keguguran pada Wanita

Keguguran pada trimester pertama kehamilan adalah sesuatu yang wajar dan bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sekitar 10 persen keguguran tidak diketahui dan dianggap menstruasi.

Menurut Mayo Clinic, keguguran pada wanita banyak disebabkan oleh gangguan kromosom. Kalau janin mengalami gangguan pada kromosomnya, peluang terjadi keguguran bisa mencapai 50 persen, bahkan lebih.

Risiko keguguran pada wanita akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Wanita dengan usia sekitar 35 tahun risiko keguguran 20 persen. Selanjutnya akan naik pada usia 40 jadi 40 persen dan usia 45 tahun jadi 80 persen.

Meski mengalami keguguran, seorang wanita masih bisa mendapatkan kehamilannya kembali. Sekitar 87 persen wanita bisa hamil lagi dan melahirkan dengan lancar. Selanjutnya hanya 1 persen wanita yang mengalami keguguran berkali-kali.

Tanda Keguguran pada Trimester 1

Keguguran pada janin sering terjadi pada 13 minggu pertama. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja meski bisa dicegah. Biasanya dokter kandungan akan memberikan obat penguat agar janin menempel dengan sempurna dan melalui saat kritisnya.

Kalau sampai janin mengalami gugur dari rahim, penyebabnya bisa karena masalah hormon, gangguan kesehatan pada saat hamil, gangguan pada kromosom di DNA, dan gagalnya terjadi implantasi di rahim.

Saat wanita mengalami keguguran pada trimester pertama, mereka akan mengalami beberapa tanda di bawah ini.

  • Nyeri di belakang tubuh. Kalau Anda sering mengalami nyeri di pinggang bagian bawah saat menstruasi, gejalanya sama. Yang membedakannya hanya intensitas yang lebih tinggi.
  • Munculnya lendir dengan warna kemerah-merahan dari dalam vagina padahal tidak sedang menstruasi atau ada luka.
  • Kontraksi pada panggul yang intens. Kontraksinya mungkin akan berbeda pada setiap wanita, tapi nyerinya cukup intens dan terus-menerus. Kontraksi bisa terjadi setiap 5-20 menit sekali.
  • Munculnya cairan darah dengan warna kemerahan atau agak cokelat dari vagina. Cairan ini muncul dengan atau tanda nyeri yang intens.
  • Kenaikan gejala kehamilan yang di luar batas wajar. Misal Anda sudah tidak mengalami mual atau pusing lagi. Namun, mendadak mual dan muntah disertai dengan rasa sakit di dada.
  • Mengalami sakit perut yang intens dan juga diare.

Tanda Keguguran pada Trimester 2

Keguguran memang umumnya terjadi pada usia kandungan 13 minggu ke bawah. Namun, janin yang sudah memasuki trimester kedua juga bisa mengalami keguguran meski langka. Anda tetap harus waspada dan tidak boleh sembrono.

Keguguran yang terjadi pada trimester kedua umumnya disebabkan oleh abnormalitas pada kromosom. Selanjutnya serviks yang terlalu pendek atau tidak bisa berfungsi dengan baik juga bisa memicu. Infeksi selama hamil hingga penggunaan obat juga menjadi pemicu selanjutnya.

Kondisi yang paling sering muncul adalah tidak berfungsinya serviks atau dinding rahim. Dampaknya akan terjadi kelahiran yang belum saatnya. Nyeri akan sering muncul dan menyebabkan serviks terbuka dan perdarahan terjadi. Selanjutnya kontraksi berkali-kali bisa muncul.

Tanda Keguguran pada Trimester 3

Sebenarnya pada trimester ketiga tidak ada yang namanya keguguran. Yang ada adalah stillbirth atau janin yang sudah mati di rahim lalu keluar seperti persalinan biasa. Kondisi ini biasanya disertai dengan perdarahan hebat dan menurunnya pergerakan janin.

Rasa dari keguguran di trimester ketiga ini sama halnya dengan orang yang melakukan persalinan. Kalau Anda tidak mau mengalami kondisi ini lakukan hitungan rutin pada tendangan atau pergerakan janin, kalau terjadi penurunan, segera lakukan pemeriksaan.

Mencegah Terjadinya Keguguran

Keguguran bisa terjadi pada siapa saja. Meski demikian, kondisi ini juga bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal di bawah ini dengan baik.

  • Lakukan pemeriksaan rutin kehamilan. Kalau masih bulan kedua sampai ke delapan, umumnya sebulan sekali cukup. Selanjutnya bisa dua minggu sekali atau seminggu sekali sesuai permintaan dokter.
  • Sebisa mungkin menghindari konsumsi alkohol berlebihan, rokok, sampai obat-obatan berbahaya.
  • Jaga berat badan agar selalu seimbang. Jangan sampai berat badan Anda anjlok atau mengalami obesitas.
  • Sebisa mungkin untuk tidak mengalami sakit entah itu karena virus atau bakteri. Infeksi yang terjadi pada tubuh bisa memengaruhi kesehatan dari janin.
  • Batasi penggunaan kafein baik dari kopi atau makanan lainnya. Normalnya kafein yang boleh dikonsumsi di bawah 200 mg per hari.
  • Pastikan untuk selalu mengonsumsi suplemen yang diberikan oleh dokter. Kandungan vitamin dan mineralnya sangat baik untuk menguatkan janin.
  • Pastikan untuk melakukan diet yang sehat. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan mengandung banyak nutrisi, janin bisa tumbuh dengan lebih sehat dan kuat.

Keguguran bisa terjadi pada semua wanita bahkan mereka yang sehat sekali pun. Oleh karena itu kita disarankan untuk selalu menjaga kehamilan apalagi di trimester pertama yang sangat krusial. Lakukan pemeriksaan rutin agar kondisi janin terjaga.

Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan agar bisa hamil dengan lebih lancar. Kalau Anda bisa menjaga kandungan dengan sempurna, janin akan terus berada di rahim sampai persalinan.

 

 

Sumber:

  1. Crider, Catherine. 2019. Am I Having a Miscarriage? What It May Feel Like. https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-does-a-miscarriage-feel-like. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  2. American Pregnancy Association. Miscarriage. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/miscarriage/. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  3. Cafasso, Jacquelyn. 2012. Everything You Need to Know About Miscarriage. https://www.healthline.com/health/miscarriage. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  4. Nordqvist, Joseph. 2018. Miscarriage: What you need to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/262941.php. (Diakses pada 11 Oktober 2019).