Terbit: 15 Januari 2020 | Diperbarui: 19 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apa saja gejala kanker usus besar yang bisa kita kenali dan waspadai? Kanker usus besar adalah salah satu masalah kesehatan yang mulai sering menyerang kaum milenial. Masalahnya adalah kanker ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas di fase-fase awal sehingga membuat kita tidak menyadarinya hingga kanker berkembang menjadi semakin parah. 

gejala-kanker-usus-besar-dokersehat

Penyebab Kanker Usus Besar

Belum diketahui apa yang menyebabkan kanker ini. Tetapi secara umum, kanker dimulai ketika sel-sel sehat dalam usus besar mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA. Sel rusak menjadi kanker, dan sel-sel membelah diri menumpuk membentuk tumor.

Sel-sel kanker bisa tumbuh menyerang dan menghancurkan jaringan normal di dekatnya secara perlahan. Sel kanker ini dapat menjalar ke bagian tubuh lainnya untuk membentuk endapan (metastasis).

Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Disepelekan

Kanker usus besar adalah penyakit yang lebih sering terjadi pada orang-orang dengan usia lebih dari 50 tahun, namun kini kasus kanker ini juga semakin sering terjadi pada usia muda, termasuk pada usia 20 hingga 29 tahun.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri kanker usus besar yang seringkali tidak kita sadari:

1. Sesak Napas

Setelah kanker usus besar mulai menguras energi dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan kelelahan. Kondisi ini memang sudah umum bagi orang yang mengalami gejala yang terkait, seperti sesak napas.

Penderitanya mungkin merasa sulit untuk menarik napas atau mungkin bernapas sangat cepat ketika melakukan aktivitas yang sederhana seperti berjalan jarak pendek atau saat tertawa.

2. Kelelahan

Mereka yang menderita kanker usus besar mungkin merasakan kelelahan atau kelemahan yang berlangsung secara terus menerus. Kondisi ini disebabkan oleh sel-sel kanker yang menggunakan energi terlalu banyak dan tekanan dari gejala usus. Kelelahan yang tergolong kronis tidak akan hilang hanya dengan istirahat.

Biasanya, kelelahan kronis merupakan gejala dari kondisi yang mendasarinya. Jika mengalami kelelahan yang konstan, berkonsultasilah dengan dokter untuk membantu memastikan apa penyebabnya.

3. Perut Kram

Terkadang kram adalah masalah pencernaan yang dapat terjadi karena sakit perut, gas atau udara dalam perut, atau makan makanan tertentu.

Sering mengalami perut kram yang tidak dapat diketahui sebabnya dapat menjadi gejala kanker usus besar, meskipun gejala ini lebih sering karena masalah kesehatan lainnya.

4. Refluks Asam Lambung

Ciri-ciri kanker usus besar yang paling umum adalah refluks asam lambung yang sulit untuk diatasi. Kondisi ini bahkan bisa membuat asam lambung mencapai pangkal tenggorokan dan membuat kita merasa sangat tidak nyaman.

Biasanya, kondisi ini memang lebih terkait dengan gangguan pada lambung atau karena pola makan yang tidak sehat, namun jika kita mengalami kanker usus besar, akan muncul tumor di saluran pencernaan yang bisa merangsang produksi asam lambung menjadi jauh lebih banyak dari biasanya. Hal inilah yang nantinya memicu refluks asam lambung yang cukup parah.

5. Mual dan Muntah

Mual dan muntah dapat terjadi jika tumor usus besar atau dubur menyumbat usus dan menghambat saluran feses cair atau padat atau gas. Penyumbatan usus ini juga bisa disertai dengan kram perut yang menyakitkan, kembung dan bahkan sembelit.

Mual dan muntah juga dapat terjadi oleh berbagai kondisi, yang mungkin tergolong jinak atau serius. Jika mengalami mual yang berlangsung terus-menerus, tanda-tanda dehidrasi atau muntah yang berlangsung lebih dari 24 jam, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Sering Sakit Perut yang Parah

Gejala kanker usus besar kiri atau kanan yang sebaiknya kita waspadai adalah sering mengalami sakit perut parah di bagian kiri atau kanan yang timbul secara tiba-tiba. Terkadang, sakit perut ini bahkan muncul setelah makan. Hal ini ternyata disebabkan oleh adanya sumbatan pada usus yang membuat laju makanan terhambat dan akhirnya membuat perut mengalami sensasi nyeri.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Ini Membahayakan Usus

7. Sering Mengalami Perut kembung

Perut kembung sebenarnya wajar ketika udara yang tertelan terlalu banyak saat makan atau mengonsumsi beberapa jenis makanan yang memicu produksi gas dalam perut. Hanya saja, jika Anda tergolong sering mengalami sensasi perut kembung dan begah sehingga membuat perut terus terasa penuh, bisa jadi hal ini adalah ciri-ciri kanker usus besar yang harus diwaspadai.

8. Penurunan Berat Badan secara Drastis

Mengalami penurunan berat badan secara drastis dalam waktu yang singkat, besar kemungkinan hal ini menandakan kanker usus besar yang wajib untuk diwaspadai.

Bagi penderita kanker, penurunan berat badan mungkin disebabkan oleh sel kanker yang mengonsumsi lebih banyak energi tubuh. Sistem kekebalan juga bekerja keras untuk melawan sel kanker.

Jika ukuran tumor membesar, ini dapat menyebabkan penyumbatan di usus besar, yang dapat menyebabkan perubahan usus dan memicu penurunan berat badan lebih lanjut.

9. Nyeri Panggul

Nyeri di daerah panggul tidak biasa pada pasien dengan kanker usus besar atau dubur. Jika kondisi ini terjadi, kemungkinan mengindikasikan bahwa kanker telah menyebar ke daerah panggul.

10. BAB Berdarah

Selain wasir, gejala kanker usus besar juga berupa perdarahan saat buang air besar (BAB). Jika darah berwarna cerah, biasanya hal ini terjadi akibat wasir, namun jika warna darah sudah cenderung lebih gelap atau marun, bisa jadi ini tanda perdarahan di dalam usus besar yang menandakan adanya kanker.

11. Pendarahan Dubur

Darah merah cerah di feses biasanya menunjukkan bahwa ada pendarahan di dubur atau usus besar, yang mungkin merupakan tanda kanker usus besar atau dubur. Pendarahan dubur juga bisa disebabkan oleh wasir. Biasanya, penderita wasir mengalami gejala yang datang dan hilang, sedangkan perdarahan dubur yang disebabkan oleh kanker biasanya berlanjut atau memburuk dan lebih mungkin disertai dengan rasa sakit.

12. Anemia

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Bagi penderita kanker usus besar atau dubur, perdarahan usus dapat menyebabkan anemia. Tergantung pada lokasi perdarahan di dalam usus besar, anemia bisa menjadi awal tanda kehilangan darah.

Gejala umum anemia termasuk kulit pucat, peningkatan denyut jantung, kelelahan, pusing dan menstruasi yang tidak teratur.

13. Perubahan Kebiasaan BAB

Jika mengalami sembelit atau diare berkepanjangan atau berlangsung lebih dari empat minggu, bisa jadi hal ini menandakan kanker usus.

Selain itu, jika terjadi sumbatan di bagian rektum, maka kotoran akan sulit untuk dikeluarkan sehingga bentuknya berubah menjadi tidak normal seperti menjadi sangat tipis, maka hal ini juga bisa saja gejala kanker usus besar.

Baca Juga: Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala-gejala pencernaan biasanya tidak mengindikasikan kanker. Tetapi, jika gejalanya tidak biasa, terus menerus, atau semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan ke dokter, karena belum ada cara lain untuk mendiagnosis masalah ini.

Jika penyebab yang mendasari bukan kanker usus besar, dokter akan mengidentifikasi dan mendiagnosis gangguan terpisah untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Kebanyakan penderita kanker usus besar tidak menunjukkan gejala awal sehingga gejala kanker tumbuh atau menyebar. Dokter menyarankan bahwa pria dan wanita yang berisiko kanker usus besar, dapat melakukan pemindaian pada usia 45 tahun. Dokter dapat mendiagnosis dan mengobati kanker usus besar pada tahap awal jika menjalani pemeriksaan secara rutin.

 

  

  1. Anonim. Colon Cancer Symptoms. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/colon-cancer/colon-cancer-symptoms. (Diakses 15 Januari 2020).
  2. Anonim. What are the symptoms of colon cancer?. https://www.webmd.com/colorectal-cancer/qa/what-are-the-symptoms-of-colon-cancer. (Diakses 15 Januari 2020).
  3. Johnson, Jon. 2019. Signs and symptoms of colon cancer in men. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324880.php#changes-in-bowel-habits. (Diakses 15 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi