Terbit: 13 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Agency for Research on Cancer dari WHO, disebutkan bahwa setidaknya 9 juta orang meregang nyawa setiap tahun akibat kanker. Salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang adalah kanker tenggorokan. Masalahnya adalah banyak orang yang tidak tahu gejala awal dari penyakit ini.

kanker-tenggorokan-doktersehat

Tanda Kanker Tenggorokan

Pakar kesehatan menyebut ada dua jenis kanker tenggorokan. Kanker pertama adalah kanker laring yang bisa menyerang bagian pita suara. Kanker kedua adalah kanker faring yang bisa menyerang seluruh batang tenggorokan.

Berikut adalah berbagai tanda dari kanker tenggorokan yang sebaiknya kita waspadai.

  1. Munculnya Benjolan pada Leher

Salah satu tanda khas dari kanker tenggorokan adalah munculnya benjolan pada leher yang tidak biasa. Biasanya, benjolan ini muncul dalam waktu yang cenderung cepat dan sangat terasa saat kita meraba bagian leher. Hanya saja, masih banyak orang yang salah mengartikan benjolan ini sebagai tanda dari radang amandel atau gondok.

Benjolan yang diakibatkan dua masalah kesehatan tersebut biasanya akan menghilang begitu penyakit tersebut sembuh. Sementara itu, benjolan yang disebabkan oleh kanker biasanya akan cenderung semakin membesar dan tak kunjung menghilang.

  1. Terjadinya Perubahan Suara

Perubahan suara biasanya terjadi akibat penyakit ringan seperti flu atau batuk, namun terkadang perubahan suara ini juga terkait dengan kanker tenggorokan. Biasanya, suara ini mengalami perubahan menjadi serak, penurunan volume menjadi semakin kecil, atau bahkan benar-benar hilang. Pakar kesehatan menyebut hal ini bisa saja disebabkan oleh kanker yang sudah menyerang bagian pita suara.

  1. Mengalami Nyeri pada Tenggorokan

Kanker juga bisa menyebabkan sensasi nyeri pada tenggorokan. Masalahnya adalah banyak orang yang salah menganggap sensasi nyeri ini sebagai tanda dari radang tenggorokan. Cara membedakannya adalah, sensasi nyeri akibat kanker tenggorokan seringkali tiba-tiba muncul begitu saja tanpa ada penyebab yang jelas. Sensasi nyerinya juga sangat intens dan tak kunjung mereda meski kita sudah minum obat.

Biasanya, sensasi nyeri ini akan semakin terasa jika kita sampai mengalami perubahan suara menjadi serak atau mengalami benjolan pada leher. Jika sampai hal ini terjadi, ada baiknya kita segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

  1. Sulit Menelan

Kanker tenggorokan bisa memicu pertumbuhan tumor. Jika sampai tumor ini semakin membesar, maka kita pun akan sulit untuk menelan. Tak hanya menelan makanan, terkadang sensasi nyeri ini juga bisa muncul saat kita minum atau menelan ludah. Kita juga akan merasakan sensasi mengganjal di tenggorokan yang akhirnya berimbas pada menurunnya selera makan dengan drastis.

  1. Sensasi Nyeri Pada Telinga

Ternyata, sensasi nyeri yang dipicu oleh kanker tenggorokan bisa terasa hingga ke telinga. Bahkan, sensasi nyeri ini bisa membuat telinga berdengung atau berdenyut. Sebagian orang juga melaporkan penurunan fungsi pendengaran dengan signifikan.

Jika sampai sensasi nyeri ini terus berlanjut, sebaiknya kita segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter karena bisa saja dipicu oleh kanker yang sudah berkembang.

  1. Penurunan Berat Badan yang Cukup Drastis

Penurunan berat badan secara drastis adalah salah satu gejala khas dari kanker. Hal ini juga berlaku pada mereka yang menderita kanker tenggorokan. Kondisi ini disebabkan oleh kanker yang menyedot cadangan lemak di dalam tubuh sebagai bahan bakarnya. Jika kanker juga berkembang menjadi semakin parah, massa otot juga bisa berkurang dan akhirnya berimbas pada menurunnya berat badan.

Kanker tenggorokan juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan, batuk yang tak kunjung mereda, dan kulit yang mengeras di bagian leher. Hal ini tentu harus kita waspadai.

 

Sumber:

  1. Higuera, Valencia. 2018. What Is Throat Cancer?. www.healthline.com/health/cancer-throat-or-larynx (Diakses pada 13 Januari 2020).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi