Terbit: 1 September 2020 | Diperbarui: 14 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Gejala intoleransi laktosa adalah diare, sakit perut, lemas, dan perut kembung setelah minum produk susu. Ketahui apa saja ciri intoleransi laktosa dan cara mengatasinya.

8 Gejala Intoleransi Laktosa yang Harus Diketahui

Gejala Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana tubuh seseorang tidak dapat mencerna laktosa (gula) dalam produk susu akibat sistem pencernaan hanya memproduksi sedikit enzim laktase. Penderita interaksi laktosa akan mengalami gejala seperti perut kembung, sakit perut, dan diare bila minum susu.

Ketahui ciri-ciri intoleransi laktosa, sebagai berikut:

1. Peningkatan Gas di Perut

Pada penderita intoleransi laktosa, fermentasi laktosa oleh mikroflora baik akan meningkatkan produksi metana, karbon dioksida, dan gas hidrogen di usus besar.

2. Diare

Laktosa pada susu yang tidak tercerna dan tidak terserap baik oleh usus akan menarik cairan tubuh ke dalam usus besar saat mencapai usus besar. Proses ini disebut diare osmotik yang menyebabkan tinja menjadi cair.

Umumnya, penderita intoleransi laktosa akan mengalami peningkatan frekuensi cairan, likuiditas, dan volume tinja meningkat setelah minum 3-4 cangkir susu. Diare mungkin terjadi lebih sering dengan pengeluaran tinja lebih dari 200 gram per hari.

Baca Juga: Intoleransi Laktosa: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

3. Sakit Perut

Gejala intoleransi laktosa yang paling umum adalah sakit perut setiap kali minum susu. Pasalnya, tubuh Anda tidak menghasilkan enzim pencernaan yang dapat memecah dan menyerap laktosa.

Laktosa kemudian difermentasikan oleh mikroflora (sekelompok organisme di saluran pencernaan). Proses fermentasi ini akan meningkatkan air dan gas di perut, termasuk metana, hidrogen dan karbon dioksida yang menyebabkan sakit perut.

Otot perut akan tertekan, usus besar meradang, dan nyeri perut paling umum terjadi pada perut bagian bawah atau sekitar pusar. Gejala sakit perut pada setiap penderita intoleransi laktosa berbeda tergantung pada kepekaan usus besar.

4. Perut Kembung

Laktosa yang tidak dicerna dan diserap dengan baik di saluran pencernaan akan meningkatkan produksi gas di usus besar. Akibatnya, penderita intoleransi laktosa akan mengalami perut kembung setelah minum susu atau produk susu lainnya seperti keju dan yogurt.

5. Lemas

Sebagian besar orang normal akan merasa segar dan sehat setelah minum susu, namun penderita intoleransi laktosa akan merasakan sebaliknya. Diare yang terjadi dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat membuat penderita intoleransi laktosa merasa lemas.

6. Hilangnya Konsentrasi

Intoleransi laktosa sebenarnya bukan kondisi yang membahayakan tubuh, namun gejalanya mungkin mengganggu aktivitas Anda. Akumulasi gejala seperti sakit perut, kelelahan, perut kembung, diare, atau sembelit juga akan membuat Anda sulit konsentrasi.

Kondisi ini mungkin berlangsung lebih lama, tergantung pada produksi enzim laktase untuk menyerap laktosa di usus besar. Bila mengalaminya, Anda harus beristirahat dan menetralisir efek intoleransi laktosa tersebut.

7. Sering Kentut (Flatulence)

Penderita intoleransi laktosa juga mengalami gejala sering kentut (flatulence) setelah minum susu. Kondisi ini terjadi akibat perut kembung dan penumpukan zat atau angin dalam saluran pencernaan karena susu tidak dapat dicerna.

8. Gejala Umum Lainnya

Apabila penderita intoleransi laktosa juga mengalami alergi susu, maka dapat muncul keluhan ruam kemerahan pada kulit atau gatal gatal. Itulah pembahasan lengkap tentang ciri intoleransi laktosa. Sebagian besar orang sering keliru antara gejala alergi susu dan intoleransi laktosa.

Alergi susu menyebabkan ruam, eksim, asma, muntah, dan hingga sesak napas yang mengkhawatirkan. Sebaliknya, intoleransi laktosa tidak membahayakan.

Baca Juga: 5 Tanda Intoleransi Laktosa dan Cara Penanganannya

Kapan Harus ke Dokter?

Bila Anda merasakan gejala sakit perut, kembung, dan diare setiap kali minum susu, sebaiknya segera periksakan di ke dokter. Terutama pada anak-anak yang membutuhkan susu untuk mendukung masa pertumbuhan.

Makanan Bebas Laktosa

Intoleransi laktosa umumnya pertama kali terjadi pada masa anak-anak sehingga Anda dapat mencegah gejalanya dengan tidak minum susu atau produk olahan susu. Anda tetap dapat asupan kalsium dan vitamin serupa dari produk selain susu.

Berikut ini daftar makanan bebas laktosa untuk penderita intoleransi laktosa:

  • Tahu
  • Kubis
  • Kacang almond
  • Susu kedelai yang diperkaya kalsium
  • Kuning telur
  • Hati sapi
  • Jus jeruk
  • Ikan salmon
  • Ikan tuna
  • Ikan mackerel
  • Susu soya

Berbagai jenis makanan tersebut mengandung vitamin dan mineral seperti susu. Selain itu, Anda dapat membeli produk susu tanpa laktosa pengganti susu sapi yang sekarang banyak diproduksi.

  • Mentega
  • Keju
  • Krim
  • Yogurt
  • Susu malt

Anda juga harus berhati-hati bila makan makanan dengan kandungan susu seperti kue, roti, es krim dan makanan ringan lainnya. Anda dapat konsultasi pada dokter berapa jumlah laktosa yang tubuh Anda dapat serap setiap hari untuk mencegah gejala muncul.

Itulah pembahasan tentang gejala intoleransi laktosa dan makanan apa saja yang harus dihindari. Intoleransi laktosa tidak berbahaya dan dapat mencegah gejala muncul dengan membatasi atau tidak makan dan minum apa pun yang mengandung laktosa (gula susu). Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Mandl, Elise, BSc, APD. 2018. 5 Signs and Symptoms of Lactose Intolerance. https://www.healthline.com/nutrition/lactose-intolerance-symptoms. (Diakses pada 1 September 2020).
  2. MayoClinic. 2020. Lactose intolerance. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232. (Diakses pada 1 September 2020).
  3. O’Neill, Maggie. 2019. 7 Lactose Intolerance Symptoms You Should Know, According to a Gastroenterologist. https://www.health.com/condition/digestive-health/lactose-intolerance-symptoms. (Diakses pada 1 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi