Terbit: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Virus HIV merupakan virus yang dapat menginfeksi segala umur, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Pada bayi dan anak-anak angka infeksi HIV pun termasuk tinggi mencapai angka 3 juta anak setiap tahunnya. Bagaimana mengenali gejala virus HIV pada bayi?

Apa Saja Tanda-Tanda HIV Pada Bayi?

Apa itu HIV dan AIDS?

HIV, atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), sebuah penyakit yang dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih mudah terinfeksi penyakit dari bakteri dan virus serta infeksi lainnya.

Hingga saat ini HIV belum bisa disembuhkan. Sehingga pasien yang terinfeksi HIV akan membawa virus tersebut sepanjang hidupnya. Namun penderita HIV dapat mengonsumsi obat-obatan yang dapat memperlambat perkembangan penyakit, sehingga penderitanya dapat hidup dengan normal.

HIV pada bayi dan anak-anak

Penularan infeksi HIV pada anak umumnya terjadi melalui penularan dari ibu ke anak. Penularan ini dapat terjadi pada saat proses persalinan dan menyusui. Penularan tersebut juga bisa terjadi melalui jarum suntik, namun hal ini jarang sekali terjadi.

Gejala infeksi HIV pada anak mulai tampak sejak awal infeksi hungga anak berusia 8 tahun. Beberapa gejala yang bisa diamati sejak bayi antara lain:

1. Berat badan anak susah naik

Salah satu tanda anak perlu diwasapadai apakah terinfeksi HIV adalah berat badan anak yang sulit bertambah. Pada usia 1 tahun, berat badan anak seharusnya mencapai 3 kali berat lahirnya. Namun jika anak tampak kurus dan berat badannya tidak bertambah, Anda perlu waspada.

2. Sering sariawan

Anak yang sering mengalami sariawan juga bisa menjadi tanda infeksi HIV. Sariawan pada pasiaen HIV umumnya disebabkan oleh jamur Candida yang dapat menyebabkan penderitanya kesulitan makan. Selain sariawan, gejala yang sering megikuti adalah infeksi telinga dan infeksi paru.

3. Gangguan pertumbuhan

Anak yang terinfeksi HIV memiliki pertumbuhan lebih lambat perkembangannya. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan motorik kasar seperti duduk, tengkurap atau kemampuan berdiri. Namun tidak selalu gangguan pertumbuhan ini disebabkan oleh HIV, untuk memastikannya Anda bisa berkonsultasi dengan dokter tumbuh kembang anak.

4. Ruam kemerahan

Jika anak mengalami beberapa gejala di atas disertai dengan ruam kemerahan, maka segera periksakan kondisi anak tersebut. Anak yang memiliki HIV rentan mengalami infeksi sehingga daya tahan tubuhnya sangat lemah. Ruam kemerahan tersebut bisa menjadi tanda seperti herpes, infeksi jamur, atau bakteri.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi