Diskezia – Tanda, Gejala, dan Penanganan

doktersehat-wanita-sakit-perut

Tanda penyakit sistemik, seperti anoreksia, penurunan berat badan, muntah atau diare, dapat dilaporkan terutama pada pasien yang memiliki penyakit sistemik bersamaan atau gangguan yang melibatkan segmen saluran gastrointestinal lainnya.

Gejala Diskezia

Pasien umumnya waspada, aktif, memiliki selera makan yang normal saat diperiksa. Masalah berikut penting pada pasien pengidap diskezia dan sebaiknya dilaporkan kepada dokter ketika melakukan pemeriksaan:

  • Apakah mengalami diare? Jika iya, sudah berapa lama diare berlangsung?
  • Apakah pasien tampak lemah? Apakah mengalami penurunan nafsu makan?
  • Apakah ada demam?
  • Apakah ada riwayat makan sembarangan?
  • Jenis makanan apa yang dimakan? Perhatikan perubahan asupan makanan terakhir dan pemberian obat-obatan (misal: antibiotik, pengubah motilitas, dan obat pencahar) yang mungkin mengubah fungsi kolon.
  • Apakah riwayat perjalanan yang menunjukkan peningkatan risiko penyakit dengan kejadian regional, seperti penyakit parasit atau infeksi bakteri tertentu?

Penanganan Diskezia

Penanganan diskezia harus melihat penyakit yang mendasarinya. Untuk penanganan awal, cobalah untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Dokter juga akan meresepkan obat-obatan yang akan meningkatkan gerakan peristaltik usus atau obat-obatan untuk melunakkan tinja seperti laktulosa.

Jika ada kondisi fisik disertai seperti demam, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, mual, dan muntah, segeralah periksa ke dokter. Mungkin Anda memerlukan penanganan antibiotik khusus karena ada infeksi pada saluran pencernaan dan membutuhkan pemantauan khusus oleh tim medis.

Apabila penyebabnya adalah suatu benjolan atau tumor, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti endoskopi dan biopsi untuk mengetahui jenis benjolan adalah jinak atau ganas. Penanganan akan menyesuaikan jenis benjolan dan derajat keparahan benjolan tersebut.

Diskezia – Halaman Selanjutnya: 1 2 3