Terbit: 9 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tamsulosin adalah obat dari golongan alpha-blocker yang bekerja melemaskan otot di prostat dan leher kandung kemih. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala hiperplasia prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH). Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari fungsi, efek samping, dosis, dan informasi lainnya berikut.

Tamsulosin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Tamsulosin

Nama Obat  Tamsulosin
Kandungan Obat  Tamsulosin
Kelas Terapi Obat  Alpha-blocker
Kategori  Obat keras
Tingkat Keamanan Menurut FDA  Tidak dikonsumsi oleh wanita
Fungsi Obat  Meredakan gejala BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) atau pembesaran prostat jinak
Dikonsumsi oleh  Dewasa
Kontraindikasi
  • Hipersensitif
  • Memiliki glaukoma
  • Wanita dan anak-anak
  • Gangguan ginjal atau hari parah
Sediaan Obat  Kapsul, tablet pelepasan lambat

 

Tamsulosin Obat Apa?

Tamsulosin adalah obat alpha-blocker yang digunakan untuk memudahkan buang air kecil pada pria yang mengalami hiperplasia prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH). Cara kerja obat ini adalah dengan melemaskan otot-otot di prostat dan leher kandung kemih sehingga memudahkan buang air kecil.

Merek Dagang Tamsulosin

Tamsulosin atau tamsulosin hidroklorida dijual dengan merek dagang sebagai berikut:

  • Duodart
  • Harnal
  • Harnal D
  • Harnal Oscas
  • Prostam Sr

Fungsi Obat Tamsulosin

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, fungsi obat ini adalah untuk meredakan gejala hiperplasia prostat jinak. BPH adalah kondisi di mana kelenjar prostat mengalami pembengkakan jinak.

Kondisi ini umum terjadi pada pria, terutama yang sudah lanjut usia. BPH dapat menimbulkan gejala seperti kesulitan buang air kecil, ketidaknyamanan setelah buang air kecil, aliran kemih yang lemah, hingga rasa sakit ketika berkemih.

Obat ini berguna untuk membantu individu dengan BPH agar dapat berkemih dengan lebih lancar.

Kontraindikasi Obat

Jangan konsumsi obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Hipersensitif terhadap tamsulosin atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini
  • Memiliki glaukoma
  • Wanita dan anak-anak
  • Gangguan ginjal atau hari parah

Peringatan dan Perhatian Obat Tamsulosin

Obat ini masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Gunakan obat ini secara hati-hati dan ikuti petunjuk dokter dengan seksama.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat tamsulosin:

  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki penyakit hati atau ginjal, riwayat kanker prostat, tekanan darah rendah, atau alergi terhadap obat sulfa.
  • Obat ini dapat memengaruhi pupil sebelum operasi katarak. Beri tahu dokter bedah mata Anda apabila Anda mengonsumsi obat ini sebelum melakukan operasi katarak.
  • Obat ini tidak dikonsumsi oleh wanita, tapi diperkirakan obat ini tidak membahayakan janin.
  • Obat ini hanya boleh digunakan oleh pria dengan usia di atas 18 tahun.

Interaksi Obat Tamsulosin

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Berikut adalah interaksi obat yang dapat terjadi jika tamsulosin digunakan bersama obat lain:

  • Meningkatkan konsentrasi serum bila digunakan bersama dengan CYP3A4 inhibitor lemah atau kuat (cimetidine, ketoconazole), dan CYP2D6 inhibitor kuat (paroxetine).
  • Penurunan kadar plasma ketika digunakan bersama furosemide.
  • Peningkatan elimination rate ketika digunakan bersama diclofenac dan warfarin.
  • Dapat menurunkan tekanan darah jika digunakan bersama dengan PDE5 inhibitor.
  • Dapat meningkatkan tekanan antihipertensi jika digunakan bersama alpha-blocker lainnya.

Daftar interaksi obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol atau makanan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping Tamsulosin

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Segera dapatkan bantuan medis atau hubungi dokter apabila mengalami efek samping seperti:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan)
  • Pusing atau perasaan seperti akan pingsan
  • Ereksi penis yang menyakitkan atau ereksi yang berlangsung selama 4 jam atau lebih
  • Reaksi kulit yang parah

Selain efek samping di atas, terdapat juga efek samping yang lebih umum seperti:

  • Tekanan darah rendah
  • Pusing, mengantuk, lemah
  • Mual
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Ejakulasi abnormal dan penurunan jumlah air mani
  • Sakit punggung
  • Penglihatan kabur
  • Masalah gigi
  • Gejala flu
  • Insomnia
  • Penurunan gairah seksual

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Tamsulosin

Obat ini hadir dalam sediaan kapsul, tablet, tablet salut selaput, dan tablet lepas lambat. Setiap bentuk yang berbeda, kemungkinan akan memiliki dosis yang juga berbeda. Gunakan obat sesuai dosis yang ada di kemasan obat atau sesuai dengan yang diresepkan dokter.

Berikut adalah dosis tamsulosin yang umum diberikan:

  • Dewasa: 400 mcg/hari.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Tamsulosin

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaan yang benar:

  • Sediaan kapsul dikonsumsi bersama makanan atau lebih tepatnya dikonsumsi 30 menit setelah makan, sedangkan tablet pelepasan lambat dapat dikonsumsi bersama maupun tidak bersama dengan makanan.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Tamsulosin

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 30°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan.
  • Jika obat expired, tanyakan pada dokter atau apoteker tentang prosedur pembuangan obat. Membuang obat sembarangan dapat berpotensi merusak lingkungan.

 

 

  1. Anonim. 2019. Tamsulosin. https://www.drugs.com/tamsulosin.html. (Diakses 9 September 2020).
  2. Anonim. Tamsulosin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tamsulosin?mtype=generic. (Diakses 9 September 2020).
  3. Anonim. Tamsulosin Hidroklorida. http://pionas.pom.go.id/monografi/tamsulosin-hidroklorida. (Diakses 9 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi