Tampon, Solusi Lain untuk Mengatasi Masalah Haid

Doktersehat-tampon-haid
Photo Credit: Flickr.com/Marilyn Johnson

DokterSehat.Com – Apa itu tampon? tentu sebagian masyarakat Indonesia belum akrab mendengar kata ini. Padahal, di luar negeri penggunaan tampon cukup populer karena dianggap lebih praktis ketimbang pembalut biasa.

Tampon adalah sebuah bantalan kapas lembut berbentuk silinder dan terdapat benang penarik pada ujungnya. Fungsi tampon pada dasarnya sama dengan pembalut, namun dipampatkan menjadi bentuk tabung kecil dan dipakai dengan cara dimasukkan pada liang vagina untuk menyerap darah menstruasi.

tampon

Seperti pembalut, tampon juga tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat dipilih sesuai keperluan mengingat derasnya menstruasi. Memang, banyak orang yang khawatir tentang penggunaan tampon, seperti apakah tampon bisa lenyap dalam tubuh atau dapat menghilangkan keperawanan (merusak selaput dara).

Anda mesti ingat bahwa penggunaan tampon adalah dimasukkan ke vagina, dan untuk yang belum pernah melakukan hubungan seks, hal ini bisa menembus dan melukai selaput dara terutama kalau selaput daranya rentan (mudah robek) atau kalau tamponnya berukuran besar.

Karena mencederai selaput dara, hal ini mungkin menjadi perdebatan beberapa wanita yang menggunakan tampon. Walaupun sebenarnya selaput dara sendiri tidak berhubungan langsung dengan keperawanan karena selaput dara dapat robek dengan banyak penyebab lain selain karena berhubungan seksual.

baca juga: Seks Saat Haid Membahayakan Pria dan Wanita

Perlu diketahui, tampon tidak akan lolos dan masuk ke dalam rahim karena mulut rahim terlalu kecil untuk dapat meloloskan tampon. Selain itu, pada ujung tampon juga terdapat tali yang memudahkan kita menariknya lagi keluar.

Perlu diperhatikan, saat Anda baru pertama kali menggunakan tampon, diperlukan sikap yang rileks karena jika Anda terlalu tegang, Anda akan sulit memasukan tampon ke dalam vagina. Pilihlah tampon yang ada aplikatornya karena itu akan memudahkan pemasangan.

Karena memiliki fungsi yang sama dengan pembalut, tampon juga perlu diganti setiap tiga jam untuk mencegah darah tembus ke pakaian. Hal ini harus dilakukan meskipun darah haid yang keluar sangat sedikit sekaligus menghindari tumbuhnya bakteri.

Risiko Penggunaan Tampon

Bagi Anda yang ingin tetap bebas bergerak selama haid, tanpa harus khawatir pembalut bocor atau bergeser, tampon adalah pilihan yang tepat. Sayangnya, karena berada di dalam vagina dan cenderung tidak terasa, tampon sering kali lupa diganti.

Pemakaian tampon sehari penuh bisa berbahaya dan membuat Anda berisiko terkena toxic shock syndrome (TSS), yaitu infeksi dari bakteri yang tumbuh di dalam tampon dan masuk ke dalam tubuh melalui vagina, kemudian masuk ke aliran darah dan menimbulkan gejala-gejala mual, muntah, pusing, gatal, merasa lemah, bahkan kalau tidak segera ditangani bisa menimbulkan kematian.

Pada beberapa kasus, tampon juga bisa tertinggal di dalam vagina. Hal ini disebabkan oleh benang penarik yang terputus dari bagian tampon utama. Jika terjadi, Anda disarankan untuk mencari pertolongan pertama ke puskesmas, klinik, atau unit gawat darurat terdekat.

baca juga: Begini Cara Mempercepat Haid

Sementara itu, ada pula isu yang beredar mengatakan bahwa tampon menggunakan bahan berbahaya asbes dan dioksin. Namun, hingga kini belum ada bukti atau laporan yang membenarkan hal tersebut. Jika Anda tinggal di Indonesia, perlu diketahui bahwa mendapatkan tampon tidak semudah membeli pembalut.

Bila ada, tampon biasanya dijual secara daring (online) atau hanya ada di tempat-tempat tertentu. Harganya pun lebih mahal dibanding pembalut.

Pada intinya, jika Anda berhati-hati dan benar-benar mengikuti petunjuk pemakaian, sebetulnya tampon tidak berbahaya digunakan. Kombinasi pembalut dan tampon juga bisa menjadi pilihan yang tepat.