Mengapa Ada Orang yang Kecanduan dan Takut dengan Seks

menyukai-dan-ketakutan-dengan-seks-doktersehat

DokterSehat.Com – Seks adalah salah satu kebutuhan dasar dari manusia seperti halnya sandang, pangan, dan juga papan. Hal inilah yang membuat pasangan akhirnya menikah dan melakukan seks secara reguler. Aktivitas ini akan memberikan banyak manfaat tidak hanya untuk pemenuhan hasrat, tapi juga untuk baik untuk kesehatan.

Terlepas seks merupakan kebutuhan dari manusia, ada beberapa orang yang sangat suka melakukan seks, bahkan mereka sampai mengalami kecanduan. Sebaliknya ada juga yang sampai ketakutan melakukan seks dan merasa aktivitas ini membuat mereka menjadi tidak nyaman. Nah, kira-kira mengapa bisa seperti ini?

Alasan seseorang melakukan seks

Seseorang melakukan seks dengan pasangannya karena beberapa alasan. Secara umum alasan-alasan di bawah inilah yang paling sering digunakan.

  1. Alasan fisik khususnya kenikmatan

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau seks dilakukan untuk memberikan kepuasan secara fisik. Seorang pria dan wanita memiliki libido yang besar. Libido ini bisa diturunkan dengan melakukan seks dan sama-sama mendapatkan kepuasan secara fisik.

  1. Mendapatkan keturunan

Alasan lain yang paling banyak dimiliki oleh pasangan khususnya mereka yang baru saja menikah adalah ingin memiliki keturunan. Dengan melakukan seks, pria bisa memberikan sperma saat ejakulasi agar masuk ke tuba falopi dan membuahi sel telur yang dihasilkan oleh wanita.

Sayangnya seks yang dilakukan sekali saja tidak akan membuat wanita menjadi hamil. Oleh karena itu, pasangan harus melakukannya berkali-kali dan tetap memperhatikan frekuensi yang tepat dan juga mempertimbangkan masa subur.

  1. Alasan emosional

Seseorang melakukan seks juga karena alasan emosional seperti rasa cinta dan juga sayang. Dengan melakukan seks, kedekatan pasangan akan meningkat perlahan-lahan. Rasa sayang suami ke istri atau sebaliknya tidak akan luntur sehingga peluang terjadi masalah rumah tangga akan kecil.

  1. Menurunkan stres

Seks akan memberikan rasa tenang dan nyaman kalau kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kenikmatan. Dengan rasa tenang yang cukup besar, stres yang berlebihan akan hilang dengan mudah. Pasangan juga mudah beristirahat karena tekanan yang selama ini muncul bisa dikurangi atau justru hilang.

  1. Menjaga kesehatan seksual

Melakukan seks juga bisa menjaga kesehatan organ intim dari masing-masing pasangan. Pada wanita, vagina akan menjadi sehat dan tidak kering. Sebaliknya pada pria, organ prostat yang menghasilkan air mani juga sehat dan tidak berpotensi sebabkan kanker.

  1. Rasa ingin tahu yang besar

Beberapa orang melakukan seks karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Rasa ingin tahu ini menyebabkan mereka melakukan seks dengan aneka gaya atau malah melakukan seks dengan banyak orang,

  1. Alasan spiritual

Beberapa kepercayaan menganggap seks merupakan bagian dari ibadah. Dengan melakukan seks, pasangan tidak hanya mendapatkan kenikmatan, tapi juga menjalankan apa yang sudah diperintahkan.

Mengapa seseorang bisa menyukai seks?

Seks memang disukai oleh semua orang. Namun, apa yang membuat seks membuat banyak orang ingin melakukannya lagi? Pertama, seks adalah aktivitas fisik yang akan memberikan kepuasan pada dua belah pihak kalau dilakukan dengan benar. Menyatukan dua individu yang berbeda akan memberikan kepuasan yang besar.

Selain untuk aktivitas seksual, seks juga merupakan aktivitas non-fisik karena melibatkan emosi, rasa cinta, dan hal lainnya. Kondisi ini menyebabkan pria dan wanita mengalami kepuasan secara psikologis sehingga hubungan dua belah pihak akan menjadi lebih baik.

Perpaduan antara kontak fisik dan non-fisik inilah yang menyebabkan kualitas hubungan menjadi meningkat. Pasangan akan lebih mencintai satu dengan lain setelah melakukan seks. Kedekatan emosional juga semakin besar sehingga menurunkan risiko terjadinya masalah.

Tanda kecanduan seks

Seks memang memberikan rasa nikmat, tapi beberapa orang masih bisa mengontrol keinginannya. Kalau ada orang yang tidak bisa mengontrol keinginannya dan mengalami beberapa tanda di bawah ini, mereka bisa dikatakan sedang kecanduan seks.

  • Susah mengendalikan keinginan melakukan seks.
  • Kerap melakukan seks di luar rumah atau tidak dengan pasangannya meski suda menikah.
  • Masturbasi adalah hal yang biasa dan kerap dilakukan setiap hari. Masturbasi seharunya dilakukan dengan jumlah yang benar. Sayangnya pada kondisi kecanduan, seseorang bisa melakukannya lebih dari sekali dalam satu hari.
  • Mudah sekali terangsang dengan banyak hal dan akan hilang konsentrasinya, Begitu libido naik, dalam pikirannya hanya ada seks dan bagaimana cara mendapatkannya.
  • Video pornografi adalah makanan sehari-hari dari pencandu seks, di ponsel hingga perangkat lainnya tersimpan banyak sekali video yang bisa dilihat kapan saja.
  • Merasa tidak puas saat melakukan seks dan selalu mengulanginya terus-menerus karena memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi.
  • Kerap menyendiri dan jarang bersosialisasi dengan orang lain.

Mengapa seseorang takut dengan seks?

Meski banyak yang kecanduan dengan seks, beberapa orang malah takut atau tidak suka melakukannya. Berikut beberapa alasan mengapa seks dianggap menakutkan.

  • Pernah mengalami kekerasan seks di masa lalu dan traumanya masih sangat membekas. Kondisi ini menyebabkan seks jadi terlihat menakutkan sehingga beberapa orang lebih suka meninggalkannya.
  • Merasa cemas kalau tidak bisa melakukan seks dengan maksimal. Kondisi ini membuat pria atau wanita jadi ragu melakukan seks.
  • Mengalami gangguan secara seksual atau masalah dengan body image.
  • Takut dengan penularan penyakit seksual. Ketakutan yang terlalu besar membuat seseorang jadi anti seks meski dengan kondom penyakit bisa diminimalkan penularannya.
  • Seks tidak pernah memberikan kenikmatan meski telah dilakukan berkali-kali dengan pasangan.

Inilah sedikit ulasan tentang seks yang membuat seseorang menyukainya hingga beberapa kecanduan dan ada juga yang sampai ketakutan dengan aktivitas ini. Nah, menurut Anda sendiri seberapa penting seks dalam kehidupan masing-masing setelah menikah?