Terbit: 3 Juni 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Takikardia adalah istilah medis untuk detak jantung lebih dari 100 kali per menit. Pada beberapa kasus, peningkatan detak jantung adalah sesuatu yang normal, akan tetapi seseorang yang memiliki penyakit ini jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya dan tidak terkait dengan stres fisiologis. Simak gejala takikardia, penyebab, diagnosis, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

takikardia-doktersehat

Apa Itu Takikardia?

Gejala takikardia mengacu pada denyut jantung yang tinggi saat istirahat. Pada umumnya, jantung orang dewasa yang beristirahat berdetak antara 60 dan 100 kali per menit. Ketika seseorang mengalami kondisi ini, ruang jantung bagian atas (atrium) dan bawah (ventrikel) berdetak lebih cepat secara signifikan. Saat jantung berdetak terlalu cepat, hal tersebut menyebabkan jantung tidak efisien memompa aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk jantung sendiri.

Selain itu, jantung berdetak lebih cepat juga membuat otot-otot jantung (miokardium) membutuhkan lebih banyak oksigen. Jika kondisi ini terus berlanjut, sel-sel otot yang terdapat di jantung bisa mati akibat kekurangan oksigen dan bisa menyebabkan serangan jantung (iskemia / infark miokard) .

Gejala Takikardia

Saat jantung berdetak terlalu cepat (lebih dari 140x per menit pada orang dewasa) kondisi tersebut dapat membuat jantung tidak memompa cukup darah ke seluruh tubuh karena ventrikel tidak memiliki cukup waktu untuk relaksasi dan mengisi.

Hal ini dapat membuat organ dan jaringan kekurangan oksigen. Berikut ini adalah beberapa gejala takikardia yang bisa terjadi, antara lain:

  • Sesak napas
  • Sakit kepala ringan
  • Denyut nadi cepat
  • Jantung berdebar kencang
  • Nyeri dada
  • Pingsan

Beberapa orang dengan takikardia tidak memiliki gejala. Biasanya kondisi ini hanya ditemukan selama pemeriksaan fisik atau dengan tes pemantauan jantung yang disebut elektrokardiogram.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang cepat, akurat, dan perawatan yang tepat. Sementara itu, jika Anda mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada berlangsung lebih dari beberapa menit, dan pingsan, maka tindakan medis harus segera dilakukan.

Penyebab Takikardia

Takikardia umumnya disebabkan oleh gangguan pada impuls listrik normal yang mengontrol kerja pemompaan jantung. Selain itu, beberapa kondisi yang juga menyebabkan hal ini, antara lain:

  • Reaksi terhadap obat-obatan tertentu yang bersifat simpatomimetik (efedrin, pseudoefedrin, salbutamol, terbutaline, phenylpropanolamine, kafein, dll)
  • Kelainan jantung bawaan, (misalnya Sindrom Wolff-Parkinson-White atau kelainan jalur kelistrikan jantung lainnya)
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
  • Menggunakan narkoba
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Penyakit jantung yang mengakibatkan pasokan darah yang buruk dan kerusakan jaringan jantung, termasuk penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, penyakit otot jantung, tumor, atau infeksi
  • Hipertensi
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Memiliki penyakit paru-paru
  • Demam tinggi 
  • Anemia

Pada beberapa kasus, tenaga medis tidak dapat mengidentifikasi penyebab pasti takikardia.

Faktor Risiko

Segala kondisi yang menyebabkan tekanan pada jantung atau rusaknya jaringan jantung dapat meningkatkan risiko takikardia. memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini atau gangguan irama jantung lainnya membuat seseorang lebih mungkin mengembangkan penyakit ini.

Beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan takikardia adalah:

  • Kurang olahraga
  • Anemia
  • Diabetes
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman kafein
  • Stres
  • Memiliki sleep apnea
  • Merokok
  • Penggunaan obat stimulan

Perubahan gaya hidup atau perawatan medis untuk kondisi kesehatan terkait dapat menurunkan risiko takikardia Anda.

Diagnosis

Diagnosis yang bisa dilakukan oleh dokter adalah mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala, melakukan pemeriksaan fisik, dan menyarankan untuk melakukan beberapa tes. Beberapa tes tersebut, di antaranya:

  • Elektrokardiogram (EKG)

Ini adalah tes untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung. Mesin pendeteksi impuls listrik yang disebut elektrokardiograf akan menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik. Tes ini juga akan menunjukkan gangguan irama / kelistrikan jantung

  • Ekokardiografi

Tes ini digunakan untuk memeriksa adanya kelainan pada struktur jantung, katup jantung, aliran darah, serta kemampuan otot jantung dalam memompa darah. Metode pencitraan ini menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menangkap gambar struktur organ jantung.

  • Tes Darah

Pemeriksaan yang dapat dilakukan dari lab darah antara lain elektrolit (Na, K, Ca, Mg, Cl), enzim/marker jantung (CKMB, TroponinT/I, Mioglobin), hormon tiroid (FT4, T3, TSH), dan darah rutin untuk mengetahui kadar hemoglobin.

  • Holter Monitoring

Tes ini berguna untuk memantau dan merekam aktivitas listrik jantung melalui perangkat yang disebut monitor Holter. Perangkat ukuran kecil ini digunakan dengan dikalungkan di dada pasien selama 1-2 hari dan tetap menjalani aktivitas normal sehari-hari.

  • Event Recorder

Perangkat ini mirip dengan monitor Holter monitoring, tetapi tidak merekam semua detak jantung. Perangkat ini juga memiliki dua jenis, jenis yang pertama yaitu menggunakan telepon untuk mengirimkan sinyal dari perekam saat pasien mengalami gejala takikardia. Jenis yang kedua, perangkat ini dipakai sepanjang hari untuk beberapa waktu. Alat ini bagus untuk mendiagnosis gangguan irama yang terjadi pada saat-saat acak.

  • Electrophysiological Testing (EP Studies)

Tes ini berguna untuk mencatat aktivitas listrik dan jalur listrik jantung. Selain itu, EP studies juga membantu mencari perawatan yang terbaik. Selama prosedur ini dokter akan dengan aman mereproduksi irama jantung. Setelah itu, dokter mungkin akan memberi obat yang berbeda untuk melihat mana yang paling efektif untuk mengontrol kondisi.

  • Tilt Table Test

Tilt table test atau tes meja miring dilakukan untuk mengetahui pengaruh posisi (tiduran/miring/tegak) terhadap saraf otonom. Pemeriksaan ini dilakukan dengan merangsang episode pingsan simptomatik atau perubahan irama jantung (aritmia). Tes ini akan memonitor tekanan darah, irama jantung, dan detak jantung saat pasien dipindahkan dari posisi berbaring ke posisi tegak.

Ketika refleks bekerja dengan benar, hal tersebut menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah berubah ketika dipindahkan ke posisi tegak.

  • Rontgen Dada

Rontgen dada adalah suatu pemeriksaan pencitraan menggunakan sinar-X untuk memeriksa struktur dan organ di bagian dada. Prosedur ini juga bisa menjelaskan kondisi lain yang menyebabkan takikardia.

Jenis Takikardia

Penyakit takikardia dikelompokkan sesuai dengan bagian jantung yang bertanggung jawab atas peningkatan detak jantung yang tidak normal. Beberapa jenis takikardia, di antaranya:

  • Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium adalah detak jantung yang cepat yang disebabkan oleh impuls listrik yang tidak teratur di ruang atas jantung (atrium). Sinyal-sinyal ini menghasilkan kontraksi atrium yang cepat, tidak terkoordinasi, dan lemah.

Fibrilasi atrium mungkin bersifat sementara, tetapi beberapa episode tidak akan berakhir kecuali diobati. Ini adalah jenis takikardia yang paling umum.

  • Atrial Flutter

Kondisi ini membuat atria jantung berdetak sangat cepat tetapi dengan kecepatan teratur. Kondisi ini bisa terjadi ketika jantung berdetak dengan cepat karena terlalu banyak impuls listrik yang tidak biasa. Atrial flutter dapat hilang sendiri atau mungkin memerlukan perawatan. Seseorang yang mengalami kondisi ini juga bisa mengalami fibrilasi atrium di waktu yang lain.

  • Takikardia Supraventrikular

Takikardia supraventrikular atau supraventricular tachycardia adalah kondisi di mana jantung berdetak lebih dari kondisi normal yang bersumber dari impuls listrik di atrium (ruang di atas bilik jantung atau ventrikel). Saat impuls listrik yang mengatur detak jantung tidak bekerja secara normal, hal tersebut membuat otot jantung tidak dapat mengendur di sela-sela kontraksi.

Kondisi ini membuat ventrikel jantung tidak berkontraksi kuat sehingga tidak bisa memenuhi pasokan darah yang dibutuhkan tubuh.

  • Ventrikel Takikardi

Ventricular tachycardia atau ventrikel takikardi adalah denyut jantung yang cepat yang dimulai dengan sinyal listrik abnormal di ruang bawah jantung (ventrikel). Detak jantung yang cepat tidak memungkinkan ventrikel untuk mengisi dan berkontraksi secara efisien untuk memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Jika kondisi ini berlangsung lama hal itu bisa mengancam jiwa.

  • Ventricular Fibrillation

Ventricular fibrillation atau ventrikel fibrilasi adalah kondisi ketika impuls listrik menyebabkan bilik jantung hanya bergetar di mana seharusnya berdenyut untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat terjadi selama atau setelah serangan jantung. Kebanyakan orang yang mengalami hal ini  kehilangan kesadaran tiba-tiba perlu langsung diberikan resusitasi jantung paru (CPR/RKP) dan pemberian terapi kejut listrik (defibrilasi)

Pengobatan Takikardia

Pada dasarnya, pilihan pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah:

  • Vagal Maneuvers

Vagal maneuvers adalah tindakan yang dilakukan untuk menghentikan detak jantung yang tidak normal. Kata ‘vagal‘ mengacu pada saraf vagus. Saraf panjang yang mengalir dari otak ke bawah melalui dada ke perut. Saraf vagus memiliki beberapa fungsi, termasuk memperlambat detak jantung.

  • Pengobatan

Obat antiaritmia dapat diberikan secara oral atau injeksi untuk mengembalikan detak jantung normal. Prosedur ini harus dilakukan di rumah sakit. Terkadang seseorang perlu minum lebih dari satu obat antiaritmia.

  • Kardioversi

Ini adalah prosedur yang bertujuan memperbaiki irama jantung tidak normal. Meski harus dijadwalkan terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur ini, dalam kondisi darurat kardioversi tetap bisa dilakukan.

Komplikasi Takikardia

Komplikasi takikardia tergantung pada jenisnya, seberapa cepat jantung berdenyut, berapa lama hal ini berlangsung, atau memiliki kondisi penyakit jantung lainnya. Beberapa kemungkinan komplikasi, antara lain:

  • Stroke atau serangan jantung
  • Ketidakmampuan jantung untuk memompa cukup darah (gagal jantung)
  • Sering pingsan
  • Kematian mendadak, biasanya hanya berhubungan dengan ventricular tachycardia (VT) atau fibrilasi ventrikel (VF)

Pencegahan Takikardia

Cara paling efektif untuk mencegah kondisi ini adalah menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Olahraga dan konsumsi makanan yang sehat.
  • Pertahankan berat badan ideal.
  • Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari penggunaan obat stimulan.
  • Membatasi asupan kafein.
  • Kelola stres dengan baik.

 

  1. Anonim. Tachycardia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tachycardia/symptoms-causes/syc-20355127. (Diakses pada 3 Juni 2020).
  2. Felman, Adam. 2017. Everything you need to know about tachycardia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/175241#treatment. (Diakses pada 3 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi