Terbit: 9 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Permen masih menjadi camilan yang disukai banyak orang. Tak hanya permen karet, permen keras atau permen yang lembut juga sangat nikmat untuk dikonsumsi. Hanya saja, bagaimana jika permen ini tertelan saat kondisinya masih utuh. Apakah akan membahayakan kesehatan?

Tak Sengaja Menelan Permen, Berbahayakah?

Dampak Menelan Permen Karet

Permen adalah camilan yang sebaiknya dihisap atau digigit agar hancur sebelum ditelan. Hanya saja, terkadang tanpa sengaja kita menelannya begitu saja dalam kondisi utuh. Masalahnya adalah terkadang ukuran permen cukup besar saat masuk ke dalam kerongkongan sehingga menyebabkan sensasi rasa yang aneh atau tidak nyaman.

Sebagaimana kita ketahui, proses pencernaan makanan pertama kali terjadi di dalam mulut. Di sini, makanan akan dihancurkan oleh gigi agar bisa masuk ke dalam kerongkongan dalam kondisi yang aman sehingga mudah untuk digeser ke bagian lambung dengan gerakan peristaltik. Hanya saja, demi memudahkan proses ini dan mencegah terjadinya cedera, makanan harus berada dalam kondisi yang halus sebelum memasuki lambung.

Jika permen utuh yang keras ini masuk ke dalam lambung, tentu akan menyebabkan sensasi tidak nyaman pada kerongkongan. Beruntung, pakar kesehatan menyebut dampaknya tidak akan begitu besar dan tidak sampai memicu sensasi nyeri atau menghambat proses pernapasan.

Permen yang keras ini akan tetap melaju di salam sistem pencernaan dalam bentuk yang utuh. Sesampainya di lambung dan organ pencernaan lainnya, permen ini akan diolah sehingga hancur dan kemudian sisanya akan dibuang melalui kotoran saat buang air besar.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Meskipun begitu, terkadang kita akan merasakan sensasi mengganjal pada kerongkongan setelah menelan permen tanpa sengaja. Jika sampai hal ini terjadi, sebaiknya kita segera mengonsumsi banyak air putih demi membantu pergerakan permen yang keras ini sehingga bisa mencapai lambung. Hal ini juga akan menghilangkan sensasi tidak nyaman pada kerongkongan.

Selain itu, kita juga bisa mengonsumsi makanan yang lunak seperti buah pisang, roti, kue, dan makanan lainnya demi mendorong permen ini agar bisa segera mencapa lambung, bukannya tertahan di bagian kerongkongan untuk beberapa waktu.

Sebaiknya Tidak Sering Makan Permen

Permen yang manis memang disukai siapa saja, namun berlebihan mengonsumsinya terbukti bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan kalori dan gula di dalam camilan ini. Jika dikonsumsi terlalu sering, dikhawatirkan bisa memicu peningkatan berat badan atau risiko diabetes.

Sebagai contoh, di dalam permen terdapat kandungan sukrosa dan glukosa yang tinggi di dalamnya. Kandungan ini bisa ditemukan di dalam gula pasir. Selain itu, kita juga bisa menemukan kandungan gula buatan dengan nama sakarin atau siklamat di dalamnya.

Di dalam permen juga bisa saja diberi tambahan asam sitrat, zat pewarna, dan berbagai bahan kimia lainnya. Berbagai bahan ini kurang baik jika dikonsumsi dengan berlebihan.

Dampak Makan Permen Mirip dengan Makan Junk Food

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, permen memiliki kandungan kalori. Memang, di dalam sebutir permen kadar kalorinya tak seberapa, namun karena rasanya enak, kita bisa mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak sehingga membuat asupan kalori menjadi berlebihan. Efeknya mirip dengan kebiasaan mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji.

Makan permen yang manis dan tinggi gula juga bisa merusak kesehatan gigi. Hal ini disebabkan oleh gula yang bisa menarik perhatian bakteri penyebab masalah gigi berlubang atau karies gigi.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita mulai membatasi asupan permen demi mencegah datangnya berbagai macam masalah kesehatan.

 

Sumber:

  1. O’Keefe, Corinne. 2018. What to Do If You Get Food Stuck in Your Throat. healthline.com/health/food-stuck-in-throatn. (Diakses pada 9 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi