Tak Perlu Panik, Hal Ini Normal Terjadi Ketika Bayi Tidur

DokterSehat.Com– Bayi yang sedang tidur tampak sangat menggemaskan ya Mom? Mereka tampak sangat tenang dan damai seperti sedang bermimpi indah. Namun kadang sesekali nafasnya tampak berhenti dan bayi suka menggeretakkan gigi ketika tidur. Apakah ini adalah hal yang normal?

Beberapa hal yang wajar terjadi saat bayi tidur

Ketika bayi tidur, sebenarnya ia tidak selalu tenang tanpa suara seperti yang sering terlihat. Pada beberapa kasus, bayi akan sering menggeretakkan gigi, bahkan berhenti bernapas untuk beberapa saat. Hal ini bukan satu-satunya hal aneh yang dialami oleh bayi. Meskipun cukup membuat khawatir orang tua, kebiasaan bayi berikut ini sebenarnya adalah hal yang normal:

1. Berkeringat

Bayi juga sering berkeringat saat tidur, terutama di malam hari. Anda bisa memakaikan baju tidur yang nyaman dan meresap keringat bagi bayi agar tidur bayi lebih nyenyak dan mencegah bayi kepanasan. Kepanasan dapat memicu risiko terjadinya SIDS atau kematian mendadak pada bayi.

2. Berhenti bernapas

Jika diamati, beberapa kali bayi akan berhenti bernapas ketika tidur. Kadang bayi akan bernapas lebih cepat pada awalnya, lalu menjadi lambat dan berhenti sejenak selama 15 detik sebelum kembali ke pola pernapasan yang normal. Kondisi ini biasanya terjadi hingga bayi berusia 6 bulan. Apabila setelah 6 bulan bayi masih sering mengalami berhenti bernapas tiba-tiba, maka Anda perlu memeriksakan si kecil ke dokter.

3. Mendengkur

Mendengkur pada bayi adalah hal yang normal lho Mom. Pada beberapa kasus, mendengkur disebabkan oleh alergi cuaca. Namun Anda perlu waspada jika dengkurannya tidak berima. Bisa jadi si kecil mengalami penyumbatan pada jalan napasnya.

4. Menggeretakkan gigi

Bayi yang menggeratakkan gigi juga termasuk perilaku yang normal. Alasan utama bayi melakukannya umumnya karena mengalami tumbuh gigi pertama kali, atau sedang mengalami gangguan telinga dan pernapasan. Meskipun suaranya terdengar tidak nyaman, namun sebenarnya menggeretakkan gigi ini tidak membuat gigi bayi sakit.

Nah, tidak perlu khawatir lagi kan, Mom?