Susu Kedelai Lebih Aman untuk Anak Konstipasi?

susu-nabati-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Angelica Bair

DokterSehat.Com– Sembelit atau konstipasi merupakan salah satu gangguan perut yang sering terjadi baik pada anak-anak maupun dewasa. Ada banyak penyebab konstipasi pada anak, salah satunya karena minum susu sapi. Haruskah mengganti pilihan susu sapi jika anak sering sembelit karena minum susu sapi?

Photo Credit: Flickr.com/Angelica Bair

Penyebab dan cara mengatasi konstipasi pada anak

Banyak anak-anak mengalami konstipasi karena pola makan yang kurang serat atau cairan. Umumnya konstipasi dapat diatasi dengan memperbanyak cairan dan serat dalam pola makan sehari-hari. Makanan seperti buah dan sayur dapat membantu melancarkan buang air besar sehingga mengurangi sembelit. Namun jika anak Anda menunjukkan gejala sering mengalami sembelit dalam jangka panjang, hal ini bisa menjadi pertanda intoleransi laktosa.

Susu kedelai untuk anak intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi dimana pencernaan bayi susah mengolah laktosa, gula alami yang ada di dalam susu. Intoleransi laktosa kadang ditandai dengan perut kembung, muntah, diare dan sembelit.

Banyak orang tua kesulitan membedakan antara alergi susu dengan intoleransi laktosa karena keduanya memiliki gejala serupa. Namun salah satu ciri yang khas pada intoleransi laktosa adalah waktu munculnya gejala. Pada alergi, reaksi alergi susu muncul segera setelah minum susu. Sedangkan intoleransi laktosa baru muncul setelah beberapa waktu.

Bagi anak yang mengalami intoleransi laktosa, para ahli menyarankan untuk mengganti susu sapi yang biasa diminum dengan susu kedelai yang sudah diperkaya dengan kalsium, vitamin D dan nutrisi lain dalam susu. Dilansir dari Live Strong, pada beberapa kasus anak yang telah mengalami sembelit kronis, mengganti pilihan susu sapi ke susu kedelai terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

Namun susu kedelai juga memiliki efek samping, yaitu mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan kalsium. Tambahkan sumber kalsium lainnya seperti sayuran hijau gelap atau jus jeruk pada menu makan anak sehari-hari.