Terbit: 19 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada banyak sekali mitos yang dipercaya oleh banyak orang terkait dengan jerawat. Sebagai contoh, ada beberapa jenis makanan yang dianggap bisa menyebabkan datangnya masalah kulit ini. Hanya saja, apakah benar jika susu bisa menyebabkan datangnya jerawat?

Benarkah Minum Susu Bisa Sebabkan Jerawat?

Apakah Susu Bisa Menyebabkan Jerawat?

Joshua Zeichner, pakar kesehatan dari Mount Sinai Hospital menyebut jerawat sebagai kondisi yang disebabkan oleh peradangan. Seringkali, hal ini dipicu oleh minyak alami kulit yang terjebak di dalam pori-pori dan kemudian membuat bakteri berkembang dan menyebabkan peradangan.

Masalahnya adalah Zeichner menyebut susu bisa menyebabkan peradangan yang sama. Kandungan di dalam minuman yang tinggi kandungan nutrisi ini bisa mempengaruhi kadar hormon testosteron di dalam tubuh yang akhirnya membuat produksi sebum atau minyak alami kulit meningkat. Padahal, minyak ini bisa memicu sumbatan pada paru-paru.

Kandungan protein di dalam susu seperti kasein juga bisa menyebabkan dampak yang sama. Hanya saja, pakar kesehatan Whitney Bowe dari New York, Amerika Serikat mengaku belum benar benar bisa menjabarkan bagaimana cara kasein memicu datangnya jerawat.

Bowe menyebut banyak orang yang rutin minum susu, khususnya para atlet atau mereka yang ingin membentuk badan di pusat kebugaran yang mengalami efek samping berupa munculnya jerawat. Hanya saja, hal ini sepertinya juga terkait dengan stres akibat aktivitas fisik yang berat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Menariknya, meskipun susu terkait dengan risiko munculnya jerawat, produk turunannya seperti yoghurt dan keju justru tidak menyebabkan dampak yang sama. Kandungan probiotik di dalam yoghurt bisa mencegah terjadinya peradangan. Selain itu, proses fermentasi yang terjadi saat proses pembentukan yoghurt menurunkan kadar hormon IGF-1 dalam susu yang bisa memicu peradangan.

Khusus untuk keju, pakar kesehatan masih belum benar-benar bisa menemukan alasan mengapa bahan makanan ini tidak menyebabkan jerawat sebagaimana susu. Hanya saja, hal ini sepertinya disebabkan oleh kandungan laktosanya yang lebih rendah.

Meskipun begitu, dampak ini tidak berlaku bagi semua orang. Hal ini berarti, ada banyak orang yang rutin minum susu namun tidak akan menyebabkan jerawat. Jika kita tidak mengalami dampak tersebut, maka kita tetap bisa melanjutkan kebiasaan minum susu tanpa perlu khawatir akan mengalami jerawat.

Beberapa Efek Samping Minum Susu

Bagi sebagian orang, minum susu bisa memberikan efek samping tersendiri. Berikut adalah beberapa efek samping tersebut.

  1. Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi yang membuat pencernaan kesulitan untuk mencerna laktosa, sejenis gula di dalam produk susu. Gejala dari masalah kesehatan ini adalah perut kembung, diare, begah, hingga kram perut. Biasanya, orang yang mengalami masalah kesehatan ini memilih untuk mengonsumsi susu nabati atau susu rendah laktosa demi mencegah efek samping ini.

  1. Alergi

Sebagian orang mengalami masalah elergi susu dengan gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan, atau bahkan gejala yang lebih parah seperti gangguan pernapasan. Hal ini biasanya disebabkan oleh protein di dalam susu yang memicu reaksi dari sistem imun tubuh yang berlebihan sehingga menyebabkan reaksi alergi tersebut.

  1. Berat Badan Naik

Jika susu yang kita konsumsi tinggi kalori atau memiliki tambahan gula, maka rutin mengonsumsinya tentu bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

  1. Gangguan Penyerapan Zat Besi

Bagi sebagian orang, minum susu bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dari suplemen atau makanan yang kita konsumsi. Kondisi ini seringkali terjadi pada balita.

 

Sumber:

  1. Hrustic, Alisa. 2017. Does Dairy Really Cause Acne?. menshealth.com/health/a19537767/does-dairy-cause-acne/ (Diakses pada 19 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi