Terbit: 23 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika kita berbicara tentang makanan khas Jepang, maka makanan pertama yang akan terpikir biasanya adalah sushi. Sushi sudah sangat populer dan bisa ditemukan di mana saja, termasuk di Indonesia. Hanya saja, sushi biasanya terbuat dari bahan daging ikan mentah yang membuat sebagian orang ragu untuk mengonsumsinya. Sebenarnya, sushi termasuk dalam makanan sehat atau tidak?

Sushi Sebenarnya Makanan Sehat atau Tidak? Ini Jawabannya!

Berbagai Bahan Pembuat Sushi

Pakar kesehatan menyebut di dalam sushi terdapat beberapa jenis kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, serta serat.

Berikut adalah berbagai kandungan yang bisa kita temukan di dalam sushi yang bisa menentukan apakah makanan ini sebenarnya sehat atau tidak.

  1. Nasi

Bahan utama dari sushi sebenarnya adalah nasi.

Bagi masyarakat Indonesia, nasi sudah biasa dikonsumsi sebagai makanan pokok sehari-hari. Hal inilah yang membuat kita cenderung bisa menikmati sushi dengan mudah. Keberadaan nasi ini membuat sushi mampu menyediakan sumber energi bagi tubuh. Kita juga akan lebih mudah merasa kenyang saat mengonsumsinya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Hanya saja, ada sebagian penjual sushi yang memakai nasi yang sudah diolah dengan bahan lainnya seperti gula atau garam yang membuatnya memiliki kandungan kalori yang lebih banyak. Jika terlalu banyak dikonsumsi, dikhawatirkan akan memicu kenaikan berat badan.

  1. Daging Ikan

Bahan utama lainnya dari sushi adalah daging ikan. Bisanya, daging ikan yang digunakan dalam sushi adalah yang berjenis ikan tuna atau ikan salmon. Selain rasanya yang enak, daging ikan ini juga cenderung memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Sebagai contoh, kita bisa menemukan kandungan protein, yodium, vitamin, mineral, dan asam lemak omega tiga yang baik bagi kesehatan. Sebagai informasi, kandungan yang disebut terakhir dikenal luas mampu menurunkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung.

  1. Beberapa Jenis Topping

Beberapa jenis topping yang paling sering digunakan di dalam sushi adalah jamur dan alpukat. Alpukat dikenal luas sebagai buah yang tinggi kandungan nutrisi layaknya asam folat, vitamin B, vitamin C, dan vitamin K. Di dalam buah ini juga tinggi kandungan kalium serta asam lemak tak jenuh tunggal yang baik bagi kesehatan jantungdan pembuluh darah.

Sementara itu, di dalam jamur terdapat kandungan vitamin B, vitamin D, protein, dan serat yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh meningkat.

  1. Rumput Laut

Rumput laut biasanya dipakai untuk membungkus sushi. Rasanya yang cenderung renyah membuatnya sangat nikmat untuk dikonsumsi. Di dalam makanan yang disebut sebagai nori ini terdapat kandungan fosfor, natrium, kalsium, zat besi, magnesium dan beberapa jenis vitamin. Nori juga tinggi kandungan protein yang baik bagi tubuh.

  1. Kecap Asin

Sebenarnya, kecap asin bisa dijadikan pilihan bagi kita. Meski disediakan, kita bisa memilih untuk tidak mengonsumsinya. Hanya saja, jika kita tetap ingin memakainya, sebaiknya tidak mengonsumsinya dengan berlebihan. Hal ini disebabkan oleh kandungan sodium yang sangat tinggi di dalamnya. Jika sampai kadar sodium di dalam tubuh naik, hal ini tentu bisa menyebabkan hipertensi.

Jadi, Susi Termasuk Makanan yang Sehat atau Tidak?

Berdasarkan kandungan yang ada di dalam bahan-bahan pembuat sushi, kita bisa memastikan bahwa sushi memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Hanya saja, kita harus lebih cermat dalam memilih toppingnya.

Sebagai contoh, pastikan bahwa daging ikan yang digunakan adalah yang masih alami, bukannya yang sudah diolah. Selain itu, sebaiknya tidak memilih topping gorengan, mayones, atau saus keju yang bisa membuatnya tidak sehat.

 

Sumber:

Anonim. 2019. Is sushi healthy? Here’s all you need to know. timesofindia.indiatimes.com/life-style/food-news/is-sushi-healthy-heres-all-you-need-to-know/photostory/71009145.cms. (Diakses pada 22 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi