Terbit: 15 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Apakah Anda mengalami susah BAB setelah melahirkan? Tenang, Anda tidak sendiri karena beberapa wanita juga mengalami sembelit setelah melahirkan. Ini adalah kejadian normal bagi para wanita sulit yang mengeluarkan sesuatu setelah mengeluarkan bayi dari rahimnya.

Susah BAB Setelah Melahirkan: Penyebab dan Solusi

Penyebab susah BAB setelah melahirkan

Sebelum mengetahui solusi susah buang air besar (bab) setelah melahirkan, sebaiknya Anda mengetahui lebih dulu apa saja yang menjadi penyebab sembelit atau konstipasi setelah melahirkan. Penting bagi Anda mengetahui penyebab susah bab setelah melahirkan agar Anda bisa mencegah penyebab yang bisa dicegah untuk kelahiran selanjutnya.

Berikut ini adalah beberapa penyebab susah BAB pasca melahirkan:

1.  Masih ada efek akibat kehamilan

Setelah melahirkan, tubuh Anda masih belum benar-benar ‘bersih’ dari efek kehamilan. Kadar hormon kehamilan yakni hormon progesteron yang masih tinggi bisa menjadi penyebab susah BAB setelah melahirkan.

Selain itu, tubuh Anda juga masih memiliki efek dari berat badan janin yang ada di dalam rahim Anda selama 9 bulan. Berat badan janin telah berdampak pada efek usus Anda sehingga menyebabkan sistem pencernaan Anda mengalami perlambatan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Baca juga: Konsumsi Serat untuk Mengatasi Konstipasi

2. Asupan suplemen zat besi selama kehamilan

Hampir semua wanita hamil dianjurkan untuk mengonsumsi asupan supelemen zat besi selama masa kehamilan. Asupan zat besi sangat penting untuk ibu hamil dan janin. Namun, ternyata zat besi bisa menimbulkan sembelit setelah melahirkan.

3. Tindakan episiotomi

Apakah Anda mendapatkan tindakan episiotomi saat persalinan? Episiotomi adalah menyayat di bagian perineum saat melahirkan normal. Episiotomi tentunya membuat bagian perineum menjadi sakit saat Anda ingin buang air besar sehingga Anda menjadi enggan untuk bab. Hal inilah yang dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit.

4. Penggunaan forcep

Apabila Anda melahirkan normal dengan menggunakan bantuan alat yaitu forcep maka hal ini akan semakin meningkatkan risiko konstipasi selain efek episiotomi. Proses persalinan dengan menggunakan forcep menyebabkan masalah pada usus yang akhirnya menjadi susah BAB setelah melahirkan.

5. Tindakan operasi caesar

Ternyata, para wanita yang melahirkan melalui operasi caesar pun tak luput dari risiko susah BAB setelah melahirkan. Sayatan bedah pasca menjalani operasi caesar harus menunggu tiga hari agar fungsi usus bisa normal kembali.

6. Terapi obat pereda nyeri

Beberapa wanita biasanya mendapatkan obat pereda nyeri seperti petidin dan diamorfin saat atau setelah melahirkan. Obat pereda nyeri ini bisa memperlambat pergerakan usus (enema) sehingga menjadi susah BAB.

Solusi sembelit setelah melahirkan

Susah BAB setelah melahirkan kerap kali membuat perasaan yang tidak nyaman bagi wanita yang mengalaminya. Apabila ketidaknyamanan ini tidak segera diatasi maka bisa mengganggu perasaan ibu pasca melahirkan sehingga berdampak negatif terhadap ASI dan bayinya. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk mengetahui solusi sembelit.

Berikut ini adalah solusi susah BAB setelah melahirkan:

1. Mengonsumsi air putih yang banyak

Konsumsilah air putih yang banyak. Asupan cairan yang banyak akan membuat tekstur tinja menjadi lebih lembut sehingga mudah untuk dikeluarkan. Minumlah enam sampai delapan gelas air dalam sehari. Lebih bagus lagi apabila Anda mengonsumsi cairan yang hangat setelah bangun tidur.

2. Mengonsumsi makanan kaya serat

Susah BAB setelah melahirkan? Serat adalah teman Anda! Milikilah makanan yang kaya serat pada diet Anda. Makanan yang kaya serat dapat memperbaiki kondisi sembelit. Hal ini dikarenakan serat bisa meningkatkan frekuensi buang air besar Anda dan berdampak pada tekstur tinja yang menjadi lebih lunak.

Contoh makanan kaya serat seperti buah-buahab, sayuran hijau, sereal, gandum utuh, roti, kacang kedelai, beras merah, kacang merah, dan lainnya. Makanan jenis ini akan berdampak positif pada Anda, yaitu menjadi teratur untuk buang air besar.

3. Menyusui bayi secara sering

Memang sudah merupakan hal yang dilakukan oleh seorang ibu untuk menyusui bayinya. Kegiatan menyusui bayi tidak hanya bermanfaat untuk bayi saja. Menyusui bayi bisa meringankan kejadian sembeli. Isapan bayi akan merangsang rahim berkontraksi sehingga membuat pergerakan usus menjadi mudah.

4. Melakukan kegiatan berjalan

Lakukanlah kegiatan berjalan-jalan agar tubuh Anda bergerakan. Gerakan tubuh ini akan membantu untuk menggerakan usus sehingga memperbaiki gerakannya. Anda bisa melakukan kegiatan berjalan yang ringan di dalam rumah setelah pulih dari tindakan episiotomi atau sayatan operasi caesar.

Baca juga: Usir Sembelit dengan 10 Cara Ini di Rumah

5. Tidak menunda BAB saat mulas

Apabila Anda sudah mulai merasa mulas maka sebaiknya Anda pergi ke toilet untuk segera buang air besar. Jangan pernah menunda untuk buang air besar. Tekstur tinja akan semakin keras apabila Anda menunda untuk mengeluarkannya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi