Suntik Botox Bisa Bikin Muka Bengkak?

totok-wajah-doktersehat

DokterSehat.Com– Belakangan ini di media sosial sedang dihebohkan kasus pengeroyokan yang menimpa salah satu tokoh pejuang HAM tanah air, Ratna Sarumpaet. Hanya saja, banyak orang yang justru menduga jika muka bengkak dan lebam-lebam yang dialami oleh sang korban disebabkan oleh operasi plastik atau suntikan botox. Sebenarnya, apakah memang prosedur suntik botox bisa menyebabkan pembengkakan pada wajah?

Pakar kesehatan menyebut perawatan botox sebagai salah satu solusi bagi kaum hawa untuk mengencangkan wajah yang sudah mulai mengalami masalah kulit keriput. Botox termasuk dalam perawatan kosmetik non bedah dengan menggunakan botulinum toxin tipe-1, Albumin, serta sodium klorida.

Meskipun ada embel-embel toxin, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut botox aman untuk digunakan, khususnya demi menghaluskan garis diantara alis. Hanya saja, suntikan botox juga dipakai untuk bagian kulit wajah lain seperti garis di sudut mulut atau garis di bagian dahi.

Dilansir dari Boldsky, dalam realitanya suntikan botox bisa memberikan efek samping seperti memar-memar atau bengkak. Biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang memiliki kulit sensitif. Setelah mendapatkan suntikan, akan muncul gejala berupa rasa nyeri yang ringan yang kemudian diiringi dengan kemerahan dan cedera ringan pada jaringan kulit lunak berupa memar-memar atau pembengkakan.

Efek samping lain yang akan muncul dari suntikan botoks adalah reaksi alergi berupa gatal-gatal, asma, mengi, ruam-ruam, hingga pusing kepala. Selain itu, akan muncul gejala berupa sayu pada kelopak mata. Biasanya, hal ini disebabkan oleh kandungan suntikan botoks yang menyebar ke jaringan di sekitar kelopak mata bagian atas.

Suntikan botoks juga bisa jadi berupa gangguan urologis seperti keinginan untuk buang air kecil dengan berlebihan. Hal ini disebabkan oleh efek dari kandungan suntikan botoks yang bisa membuat kontraksi otot atau bahkan infeksi pada saluran kemih.

Ada sebagian orang yang mengalami efek samping di saluran pernapasannya, tepatnya dalam hal mengalami inefksi sinus dan munculnya bronchitis atau infeksi saluran pernapasan atas. Jika sampai hal ini terjadi, mau tidak mau pasien harus mendapatkan penanganan medis yang serius.