Terbit: 4 November 2020 | Diperbarui: 5 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sunat adalah tindakan medis yang bertujuan untuk menjaga kesehatan alat kelamin dan mencegahnya dari sejumlah gangguan medis. Ketahui lebih lanjut mengenai sunat mulai dari tujuan, tata laksana, hingga efek samping dan biaya tindakannya berikut ini.

Sunat: Metode, Tujuan, Tata Laksana, dll

Apa Itu Sunat?

Sunat adalah tindakan medis yang dilakukan dengan cara memotong kulit yang ada pada ujung kepala penis atau biasa kita sebut sebagai kulup. Prosedur yang dalam dunia medis memiliki nama sirkumsisi (circumcision) ini cukup umum untuk bayi laki-laki yang baru lahir. Akan tetapi, ada juga yang baru melakukan sirkumsisi setelah berusia remaja atau bahkan dewasa, kendati prosedurnya lebih kompleks.

Terlepas dari sifatnya sebagai tradisi budaya maupun agama—bagi sejumlah kalangan—tindakan ini jika dilihat dari kacamata medis juga memiliki manfaat, yakni untuk menjaga kebersihan penis dan mencegah—atau setidaknya meminimalisir risiko—terjadinya penyakit-penyakit yang berkaitan dengan organ vital. Bahkan menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ini bisa memperkecil kemungkinan infeksi HIV.

Metode Sunat

Sunat sendiri memiliki sejumlah metode. Metode tersebut adalah sebagai berikut:

  • Konvensional
  • Laser
  • Stapler
  • Klem
  • Tradisional

Tujuan Sunat

Apa sebenarnya tujuan dari melakukan prosedur medis ini? Melansir Mayo Clinic, tujuan atau manfaat sirkumsisi antara lain meliputi:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

  • Membersihkan penis jadi lebih mudah. Sunat membuat penis lebih mudah untuk dibersihkan.
  • Meminimalisir risiko penyakit infeksi menular seksual. Sirkumsisi membuat pria memiliki risiko lebih rendah terhadap infeksi menular seksual tertentu, termasuk HIV. Namun, hal ini tetap perlu didukung dengan aktivitas seksual yang aman.
  • Menurunkan risiko penis mengalami fimosis. Fimosis adalah kondisi ketika kulit kulup penis tidak dapat ditarik. Lama-kelamaan, ini bisa berujung pada peradangan (inflamasi).
  • Mencegah infeksi saluran kemih. Pria yang tidak melakukan sirkumsisi rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK).
  • Meminimalisir risiko kanker penis. Kanker penis memang jarang terjadi, namun pria yang tidak melakukan sunat berisiko untuk mengalaminya pada masa mendatang .

Siapa yang Perlu Melakukan Sunat?

Sirkumisisi bagi beberapa penganut kepercayaan maupun masyarakat dengan budaya tertentu menjadi suatu kewajiban. Namun, ada juga yang beranggapan jika prosedur ini bukanlah keharusan. Sementara jika berbicara dari sisi medis, setiap pria sebaiknya melakukan prosedur ini dengan alasan kebersihan organ vital.

Selan itu, ada beberapa kondisi medis yang memang membutuhkan tindakan medis ini. Tindakan medis tersebut meliputi:

  • Balanitis adalah kondisi ketika kepala penis mengalami peradangan akibat sejumlah faktor seperti infeksi dan iritasi.
  • Fimosis adalah kondisi yang mana kulup penis seperti ‘menempel’ dengan kepala penis sehingga menariknya menjadi cukup sulit.
  • Parafimosis hampir sama seperti fimosis, hanya kondisi ini sudah sampai menyebabkan aliran darah ke ujung penis menjadi terhambat. Parafimosis termasuk kondisi gawat darurat dan harus segera mendapat penanganan.

Kapan Melakukan Sunat?

Melakukan sunat sudah bisa dari beberapa hari sejak bayi lahir. Akan tetapi, ada juga laki-laki yang baru melaksanakannya pada saat usia anak-anak, remaja, bahkan dewasa sekalipun. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait waktu terbaik untuk melakukan tindakan medis ini.

Tata Laksana Sunat

Bagaimana dengan tata laksana sirkumisisi? Setiap fasilitas medis memiliki standarnya masing-masing, tergantung dari tenaga medis maupun alat yang tersedia. Akan tetapi, seharusnya tidak ada perbedaan yang signifikan terkait dengan tata laksana tersebut.

Berikut adalah informasi yang perlu Anda ketahui terkait tata laksana sirkumsisi pada laki-laki.

1. Pra Sunat

Sebelum melaksanakan sirkumsisi, pihak rumah sakit—atau fasilitas medis lainnya—akan terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada calon pasien. Jika yang hendak melakukan sunat adalah bayi atau anak-anak, dokter akan menjelaskan hal ini kepada orang tua. Penjelasan meliputi metode sirkumsisi, manfaat, hingga risiko yang mungkin timbul.

Setelah itu, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan mulai dari menanyakan riwayat medis yang bersangkutan (anamnesis), hingga pemeriksaan fisik meliputi periksa penis dan tes darah.

2. Pelaksanaan Sunat

Prosedur pelaksanaan sirkumsisi tergantung dari metode yang diterapkan. Berikut adalah penjelasannya.

  • Sunat Konvensional

Prosedur dari metode konvensional (dorsumsisi) ini yaitu, pertama-tama penis akan dibius menggunakan jarum suntik. Setelah itu, dokter atau mantri sunat akan memberikan cairan antiseptik pada kulup sebelum akhirnya mengiris kulup secara melingkar menggunakan pisau bedah khusus.

Kemudian, dokter akan menjahit kulit penis yang sudah terkelupas menggunakan benang khusus. Teknik sunat konvensional rata-rata memakan waktu operasi selama 30-60 menit. Proses penyembuhan metode sunat sekitar 2-4 minggu.

  • Sunat Laser

Laser (electrical cauter) adalah metode sirkumsisi paling umum selain metode konvensional. Metode sunat laser dilakukan dengan cara mengiris kulit kulup penis pasien dengan logam yang memiliki aliran listrik.

Metode ini hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit, lebih cepat ketimbang metode konvensional. Namun sama halnya dengan sunat konvensional, proses pemulihannya bisa memakan waktu sekitar 2-4 minggu.

  • Sunat Stapler

Stapler adalah metode yang menggunakan medium alat berbentuk lonceng bernama ‘stapler’. Bentuk alat yang sedemikian rupa bukannya tanpa alasan, melainkan fungsinya untuk melindungi kepala penis selama operasi berlangsung.

Setelah itu, pisau berbentuk agak bulat yang terdapat pada sisi satunya dari alat ini ‘bertugas’ untuk memotong kulit kulup penis. Jahitan pada penis yang lebih kuat dan minim perdarahan menjadi kelebihan dari metode sirkumsisi yang satu ini.

  • Sunat Klem

Sama seperti stapler, metode klem juga menggunakan medium alat yang dipasangkan pada penis. Alat klem ini berbentuk seperti tabung yang terbuat dari bahan plastik. Ukurannya pun berbeda-beda guna menyesuaikan dengan ukuran penis pasien.

Setelah klem terpasang pada penis, maka dokter akan segera memotong kulit kulup penis menggunakan pisau bedah. Setelah operasi selesai—sekitar 7-10 menit—dokter tidak langsung melepaskan klem tersebut. Klem akan tetap terpasang sampai luka pada penis akibat operasi sunat mengering. Proses ini umumnya memakan waktu 3-6 hari.

  • Sunat Tradisional

Metode tradisional umumnya dilakukan oleh mantri, seperti bengkong atau bong supit. Metode  ini menggunakan alat potong sederhana seperti pisau, silet, bahkan batang bambu yang tajam. Kemudian, mantri akan memberikan alkohol pada alat-alat tersebut.

Lalu, tanpa dibius, mantri akan menarik kulit kulup penis dan menjepitnya dengan alat penjepit khusus. Setelah itu, barulah mantir akan memotong kulit kulup menggunakan alat potong tersebut. Terakhir, mantri akan menaburi semacam obat antiinfeksi pada bekas luka sunat sebelum membalutnya dengan kain khusus.

Tidak ada jahitan pada metode sunat yang satu ini. Kendati proses sunat berlangsung cepat, ada sejumlah risiko dari metode tradisional, yaitu:

  • Perdarahan
  • Infeksi (jika alat potong tidak steril)
  • Saraf pada penis terpotong

Itu sebabnya, sudah sangat jarang ada yang menggunakan metode ini.

Pasca Sunat

Biasanya diperlukan waktu 7 sampai 10 hari untuk penis sampai benar-benar puluh dari luka pasca sirkumsisi ini. Ujung penis kemungkinan akan terasa nyeri pada awalnya, dan penis mungkin terlihat merah, bengkak, atau memar. Anda mungkin juga melihat sedikit cairan kuning pada ujung penis.

Beberapa hal yang perlu Anda terapkan selama masa pemulihan sehabis sunat—dokter juga akan merekomendasikannya—adalah sebagai berikut:

  • Gunakan celana yang longgar (bisa juga memakai sarung).
  • Ganti perban yang membungkus penis secara berkala.
  • Minum air putih yang banyak (bertujuan untuk mengurangi tingkat keasaman urine sehingga saat berkemih tidak terlalu nyeri).
  • Minum obat pereda nyeri maupun obat-obatan lainnya atas petunjuk dan resep dokter.
  • Hindari aktivitas fisik untuk sementara waktu sampai sembuh.

Efek Samping Sunat

Sunat bukannya tanpa efek samping. Efek samping yang mungkin terjadi pasca melakukan tindakan medis ini adalah:

  • Perdarahan
  • Kulup yang terpotong terlalu pendek
  • Kulup tidak bisa sembuh maksimal
  • Sisa kulit ujung penis menempel pada kepala penis

Biaya Sunat

Biaya untuk melakukan tindakan medis ini mungkin saja berbeda-beda di tiap fasilitas kesehatan, tergantung dari kecakapan tenaga medis dan kesiapan alat. Pastikan Anda memilih fasilitas kesehatan yang memiliki reputasi baik dalam menerapkan prosedur seperti ini.  

 

  1. Anonim. Circumcision. https://www.webmd.com/sexual-conditions/guide/circumcision#1 (accessed on 4 November 2020)
  2. Anonim. Circumcision (male). https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/circumcision/about/pac-20393550 (accessed on 4 November 2020)
  3. Anonim. Circumcision in men. https://www.nhs.uk/conditions/circumcision-in-men/ (accessed on 4 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi