Terbit: 26 Februari 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Demensia adalah istilah umum untuk kumpulan gejala yang diakibatkan oleh kerusakan pada otak yang disebabkan oleh penyakit yang berbeda, misalnya Alzheimer.

Sulit Tidur? Mungkin Anda Mengalami Gejala Demensia Alzheimer

Alzheimer merupakan sejenis sindrom dengan kematian sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang berhubungan dengan orangtua.

Demensia telah mempengaruhi sekitar 850.000 orang di Inggris, namun tanda awal kondisi tersebut sulit dideteksi. Sebuah penelitian baru telah menemukan bahwa tidur gelisah bisa menjadi salah satu gejala pertama penyakit Alzheimer.

Beberapa gejala awal terkait dengan penyakit degeneratif yang mungkin muncul beberapa waktu sebelum diagnosis meliputi kehilangan ingatan, sulit berkonsentrasi, berusaha mengikuti percakapan atau menemukan kata yang tepat dan perubahan mood.

Tapi sekarang para ilmuwan telah menemukan tidur gelisah dan kebiasaan di ngantuk di siang hari bisa menjadi tanda peringatan dini penyakit Alzheimer.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Tidur malam yang gelisah dan siang hari yang mengantuk merupakan pola umum pada penderita penyakit Alzheimer, menurut penelitian baru yang dilakukan pada manusia dan tikus.

Studi menemukan, seperti menlansir Express,  bahwa pada orangtua yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan kognitif, mereka yang memiliki siklus tidur-bangun yang secara halus tidak stabil cenderung memiliki penumpukan protein amyloid di otak mereka.

Plak amyloid adalah ciri khas Alzheimer dan bisa berkembang bertahun-tahun sebelum gejala demensia muncul.

Peserta penelitian yang tidur siang lebih teratur cenderung memiliki gumpalan protein amyloid yang signifikan di otak mereka.

Sementara penelitian menemukan lebih banyak amyloid pada orang-orang yang memiliki pola tidur buruk, temuan tersebut tidak dapat menjawab secara pasti jika tidur gelisah benar-benar berkontribusi pada perkembangan Alzheimer atau hanya tanda kelainan tersebut.

Beberapa perubahan dalam tidur adalah tipikal seiring bertambahnya usia. Sementara pola tidur terganggu umumnya akan menyebabkan seseorang merasakan kantuk di siang hari. Namun peserta dalam penelitian ini tidak selalu memperhatikan atau melaporkan kejadian ini.

Bagaimana Mencegah Demensia?
Menurut penelitian, menjaga kesehatan tubuh di usia tua membantu mencegah penyakit Alzheimer.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa olahraga, seperti naik sepeda atau jalan cepat, meningkatkan jaringan “materi putih” yang ditemukan jauh di dalam otak. Hal ini mengandung serat saraf krusial yang menyampaikan pesan ke dan dari otak, menjaga fungsi kognitif dan memori.

Saat ini belum ada obat yang dikenal untuk penyakit Alzheimer yang menyebabkan kematian sel saraf dan hilangnya jaringan di seluruh otak, yang menyebabkan demensia. Karena penyakit ini membuat otak menyusut secara dramatis, memengaruhi sebagian besar fungsinya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi