DokterSehat.Com– Cukup banyak orang yang mengaku sangat suka dengan jeroan. Memang, jeroan bisa diolah menjadi bahan makanan yang enak. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita tidak sering-sering mengonsumsi jeroan karena tidak baik bagi kesehatan.

doktersehat-daging-jeroan

Pakar kesehatan menyebut jeroan sebagai bagian dari daging hewan seperti hati, ampela, babat, usus, dan berbagai bahan daging lainnya. Beberapa penelitian menyebut jeroan sebagai bahan makanan yang kaya akan nutrisi menyehatkan seperti vitamin A, vitamin B, vitamin D, vitamin E, vitamin K, zat besi, fosfor, serta magnesium.

Sayangnya, tubuh ternyata tidak bisa benar-benar menyerap nutrisi sehat yang ada dalam jeroan tersebut dan justru menyerap kandungan yang tidak sehat lainnya seperti lemak atau kolesterol. jIka kita sampai kerap mengonsumsi jeroan, maka risiko untuk terkena masalah kolesterol tinggi yang bisa berimbas pada masalah kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung atau stroke juga meningkat.

Tingginya kandungan vitamin A pada jeroan ternyata bisa membuat kita mengalami overdosis vitamin yang baik untuk mata ini. Hal ini bisa memicu dampak seperti sakit kepala, mual-mual, hingga gangguan pada organ hati. Bagi ibu hamil, kelebihan asupan vitamin A ternyata juga bisa meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat lahir.

Mereka yang rentan atau mengalami masalah asam urat juga sebaiknya tidak sering-sering mengonsumsi jeroan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan purin, kandungan yang akan diubah menjadi asam urat oleh tubuh, pada jeroan. Semakin sering kita mengonsumsi jeroan, semakin banyak pula purin yang tubuh dapatkan dan hal ini akan memicu masalah asam urat yang merepotkan.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita membatasi asupan jeroan sekitar sekali saja dalam seminggu. Selain itu, pastikan untuk menerapkan pola makan dengan kadar gizi seimbang setiap hari agar tubuh tetap sehat.