Suka Buah Stroberi? Waspadai Kandungan Pestisidanya!

DokterSehat.Com– Siapa yang tidak suka buah stroberi? Warna merahnya serta bentuk yang menggemaskan dengan kombinasi rasa manis asam tentu membuat buah stroberi menjadi favorit banyak orang ya. Namun siapa yang menyangka bahwa buah kecil ini menjadi buah yang paling banyak mengandung pestisida lo.

The Environmental Working Group merilis kandungan pestisida yang ada pada buah dan sayur pada tahun ini. Hasilnya ternyata stroberi menjadi peringkat pertama buah yang dikategorikan “kotor” karena kandungan pestisidanya sangat tinggi.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang mengambil sampel, sebanyak lebih dari 30.000, buah dan sayur di pasaran.

Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 98% buah stroberi yang diteliti memiliki kandungan pestisida yang cukup tinggi. Bahkan pada beberapa jenis stroberi terdapat lebih dari 20 jenis pestisida yang berbeda.

Kondisi tersebut yang menyebabkan buah stroberi menjadi buah yang memiliki kandungan pestisida paling banyak, dibandingkan dengan sayur dan buah lain misalnya bayam, apel dan anggur.

Stroberi memang telah menjadi buah yang memiliki banyak kandungan pestisida, tidak hanya pada tahun ini. Penelitian sama yang dilakukan pada tahun sebelumnya juga telah “menobatkan” stroberi sebagai buah dengan kandungan pestisida terbanyak.

Lalu, apakah kita harus menghindari konsumsi stroberi?

Menurut Carl K. Winter, pakar teknologi pangan dari University of California. Pestisida yang menempel pada buah dan sayur sebenarnya termasuk angka yang kecil.

Namun pestisida tentu tetap berbahaya utamanya jika kita mengonsumsi buah dan sayur yang memiliki kandungan pestisida tanpa melalui proses pencucian pada air mengalir.

Winter menyebutkan bahwa risiko keracunan makanan akan lebih besar jika kita tidak mencuci buah dan sayur dengan benar, dibandingkan dengan kita menghindari makanan yang tinggi pestisida.

Untuk itu penting bagi kita untuk selalu mencuci buah dan sayur dengan benar. Nah,sudahkah Anda mencuci terlebih dahulu buah stroberi sebelum mengonsumsinya?