Suara Serak: Penyebab dan Cara Menghilangkan

suara-serak-doktersehat

DokterSehat.Com – Suara yang berubah menjadi serak nampaknya pernah dirasakan oleh hampir semua orang. Perubahan jenis suara menjadi serak yang memiliki karakteristik kasar, berat, parau, dan lemah ini dipicu oleh sejumlah faktor pencetus. Lantas, apa yang menjadi penyebab suara serak? Apakah suara serak bisa dihilangkan dengan mudah? Jika ya, bagaimana cara menghilangkan suara serak?

Penyebab Suara Serak dan Cara Menghilangkan

Suara yang kita miliki ditentukan dari ukuran pita suara, tenggorokan, mulut, dan hidung. Inilah yang menyebabkan setiap orang memiliki karakteristik suara yang berbeda-beda. Akan tetapi, setiap orang bisa mengalami satu kondisi yang sama, yaitu suara menjadi serak atau yang dalam istilah medis disebut dysphonia. Adanya masalah pada pita suara maupun gangguan kesehatan lainnya pada tenggorokan menjadi penyebab  suara serak yang Anda alami.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut adalah penjelasan penyebab suara serak beserta cara menghilangkan suara serak sesuai dengan penyebabnya tersebut.

1. Laringitis

Laringitis adalah penyakit radang akut yang terjadi pada laring. Laring sendiri adalah bagian dari saluran pernapasan yang terletak di antara tenggorokan dan trakea. Laring menjadi “rumah” dari pita suara.

Akibat laringitis atau peradangan yang terjadi pada laring (bisa karena infeksi, alergi, atau flu), pita suara akan mengalami pembengkakan. Nah, pembengkakan pada pita suara inilah yang kemudian berimbas pada berubahnya suara menjadi serak.

Cara menghilangkan suara serak yang disebabkan oleh laringitis disesuaikan dengan pemicu laringitis tersebut. Contoh, apabila laringitis disebabkan oleh alergi, maka obat suara serak yang dapat diminum adalah obat antihistamin.

Sementara itu, antibiotik dapat bertindak sebagai obat suara serak apabila kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi pada tenggorokan.

2. Radang Tenggorokan

Penyebab suara serak selanjutnya adalah radang tenggorokan. Penyakit radang tenggorokan bisa menimpa siapa saja, namun anak usia 5-15 tahun menjadi kelompok usia yang paling rentan mengalami kondisi ini.

Radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi. Oleh sebab itu, obat suara serak akibat radang tenggorokan yang hampir pasti diberikan adalah obat antibiotik. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat pelega tenggorokan guna menunjang proses penyembuhan.

3. Refluks Asam Lambung (GERD)

Gastroesophageal reflux diseases (GERD) alias penyakit refluks asam lambung adalah penyebab suara serak lainnya yang umum terjadi. Penyakit ini muncul ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus). Hal ini bisa terjadi oleh karena sfingter tidak dapat menutup akibat adanya pelemahan.

Padahal, idealnya katup kerongkongan bawah tersebut tertutup untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Sfingter  seharusnya hanya terbuka ketika makanan hendak masuk ke dalam perut.

Suara serak adalah satu dari sekian gejala penyakit refluks asam lambung atau GERD. Pada kasus ini, jenis obat seperti antasida, H-2 receptor blocker, dan penghambat pompa proton (PPI) menjadi terapi yang harus diminum agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan dan merusak pita suara yang akhirnya menimbulkan suara serak , tentunya obat ini harus dengan resep dokter.

4. Mengeluarkan Suara Secara Berlebihan

Bagi Anda yang memiliki hobi bernyanyi atau berprofesi sebagai seorang penyanyi, suara serak tentu sudah bukan barang asing lagi, bukan?

Aktivitas seperti bernyanyi, berteriak, menangis, dan berbicara terlalu banyak memang sangat berpotensi menyebabkan gangguan pada pita suara. Jika sudah begitu, maka cara menghilangkan suara serak yang dapat dilakukan adalah dengan banyak minum air putih, minum obat pelega tenggorokan, dan kurangi dulu intensitas bersuara untuk sementara waktu sampai suara kembali normal.

Anda juga bisa memanfaatkan sejumlah bahan alami sebagai cara menghilangkan suara serak karena menggunakan pita suara secara berlebihan, seperti:

  • Air jeruk nipis hangat
  • Teh jahe
  • Madu

5. Cedera pada Tenggorokan

Laring bisa saja mengalami cedera. Contoh kasus yang bisa berujung pada cedera tenggorokan (tak terkecuali laring ikut terkena dampaknya) adalah kesalahan prosedur pengangkatan alat bantu pernapasan. Situasi ini lantas menimbulkan sejumlah gejala, termasuk perubahan suara menjadi serak.

Suara serak yang disebabkan oleh cedera tenggorokan membutuhkan penanganan medis khusus untuk menyembuhkannya.

6. Kanker Laring

Pada kasus yang serius, penyebab suara serak adalah kanker laring. Cara menghilangkan suara serak yang disebabkan oleh kanker laring tentu dengan menjalani terapi penyembuhan kanker laring itu sendiri, seperti:

  • Operasi pengangkatan sel kanker
  • Terapi radiasi
  • Kemoterapi

Selain penyebab suara serak di atas, masih ada lagi faktor pencetus suara serak lainnya, seperti:

  • Kerusakan saraf tenggorokan
  • Pelebaran tidak normal pada pembuluh darah di sekitar jantung (aneurisma aorta)
  • Terdapatnya benjolan pada  pita suara (polip)
  • Merokok
  • Minum minuman beralkohol atau berkafein berlebihan
  • Batuk terlalu keras
  • Paparan zat beracun
  • Pubertas (pada pria)
  • Kanker tiroid

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) perihal cara menghilangkan suara serak sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.

Diagnosis Suara Serak

Guna mendiagnosis penyebab suara serak yang Anda alami sekaligus menentukan metode pengobatan yang tepat, dokter spesialis THT perlu melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan yang terdiri dari:

1. Anamnesis

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait dengan keluhan yang dialami pasien.

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Aktivitas apa saja yang dilakukan sehari-hari?
  • Apa saja makanan yang dikonsumsi sehari-hari?
  • Apakah merokok atau minum alkohol? Kalau ya, seberapa sering?
  • Apakah punya riwayat alergi?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melanjutkan ke tahap pemeriksaan fisik. Pada tahap ini, dokter mungkin akan terlebih dahulu memeriksa kondisi di sekitar mulut dan tenggorokan secara langsung atau menggunakan medium cermin khusus untuk melihat apakah ada indikasi peradangan atau hal-hal abnormal lainnya.

3. Pemeriksaan Penunjang

Guna memastikan penyebab suara serak, sejumlah metode pemeriksaan penunjang tak luput untuk dilakukan.

Adalah laringoskopi, sebuah metode yang memang khusus untuk memeriksa kondisi tenggorokan dan laring. Metode ini dilakukan dengan memanfaatkan sebuah alat yang akan dimasukkan ke dalam tenggorokan pasien.

Selain laringoskopi, metode pencitraan (imaging) juga mungkin saja dijadikan pilihan oleh dokter untuk mendiagnosis penyebab suara serak. Metode pencitraan yang dimaksud meliputi:

  • X-Ray
  • CT Scan

Terakhir, dokter biasanya juga melakukan tes darah lengkap untuk mengetahui volume sel darah merah, sel darah putih, dan hemoglobin.

Bagaimana Cara Mencegah Timbulnya Suara Serak?

Pada intinya, suara berubah menjadi serak dikarenakan pita suara mengalami masalah yang mana masalah tersebut merupakan akibat dari pelbagai kondisi seperti yang sudah disebutkan di atas. Cara mencegah suara serak adalah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut.

Tidak sulit kok untuk mencegah terjadinya gangguan pada pita suara, yaitu:

  • Banyak minum air putih guna menghindari dehidrasi
  • Hindari (atau setidaknya kurangi) rokok, alkohol, dan kafein
  • Hindari faktor pencetus alergi (alergen) seperti debu atau jenis makanan tertentu
  • Jaga kelembapan tenggorokan, bisa dengan cara mengunyah permen karet atau makan permen lozenges
  • Gunakan humidifier guna menjaga ruangan agar tetap lembap
  • Istirahat yang cukup

Itu dia informasi mengenai suara serak beserta penyebab, cara menghilangkan, dan cara mencegahnya. Suara serak umumnya bukan merupakan kondisi yang serius (kecuali suara serak akibat kanker laring). Jika suara serak sudah sangat mengganggu, segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Rudolf, R. et al. (2015). Hoarseness: Causes and Treatments. Dtsch Arztebl Int. 112(19): 329–237. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4458789/ (Diakses pada 29 Agustus 2019)
  2. Allen, S. (2019). Everything You Need to Know About Hoarseness. https://www.healthline.com/health/hoarseness (Diakses pada 29 Agustus 2019)
  3. Goehl, N. Is Your Voice MIA? Try These Tips to Treat Laryngitis Quickly. https://www.rd.com/health/conditions/laryngitis-treatment/ (Diakses pada 29 Agustus 2019)
  4. Hoarseness. https://medlineplus.gov/ency/article/003054.htm (Diakses pada 29 Agustus 2019)