Siapa yang Lebih Stres Saat Bercerai?

gisella-gading-doktersehat
Photo Source: instagram.com/gisel_la/

DokterSehat.Com– Kabar Gisella Anastasia yang menggugat cerai suaminya, Gading Marten menghebohkan media sosial Indonesia. Gisel dikabarkan telah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 19 November 2018 lalu setelah menikah sejak tahun 2013 silam.

Meskipun sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar di kalangan selebritis, perceraian tetap saja bisa memberikan dampak buruk bagi mereka yang harus menjalaninya, termasuk dari sisi kesehatan. Hanya saja, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Men’s Health, kaum pria ternyata lebih menderita saat menghadapi perceraian karena mengalami peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung. Bahkan, penelitian ini juga menyebutkan bahwa mereka mengalami peningkatan keinginan melakukan bunuh diri hingga 39 persen!

Banyak pria yang ternyata terikat dengan hubungan pernikahan yang telah dijalaninya sehingga akan merasakan dampak kesehatan mental yang sangat buruk tatkala harus mendapati pernikahannya berakhir dengan perceraian. Menurut penelitian, banyak pria yang bahkan merasa kehilangan identitas dan kepercayaan dirinya sendiri sehingga membuat mereka mengalami stres dan depresi berat.

Bagi kebanyakan pria yang menjalani perceraian, mereka bahkan akan merasakan sensasi seperti kehilangan pasangan akibat kematian. Hal ini bisa membuat mereka terus larut dalam rasa duka dan tidak kunjung kembali bangkit. Sementara itu, dari pihak wanita, mereka bisa segera mencari cara untuk menghilangkan rasa duka ini dengan lebih cepat seperti dengan menjalin kembali hubungan dengan teman-teman terdekatnya. Apalagi jika kaum hawa yang mengajukan gugatan perceraian, secara mental mereka jauh lebih siap untuk menjalaninya dan menerima berbagai konsekuensinya.

Pakar kesehatan menyebut pria yang merasa berat menjalani perceraian bisa menurunkan risiko terkena stres atau keinginan untuk melakukan bunuh diri dengan tetap menjaga hubungan baik dengan anak-anaknya. Hal ini setidaknya bisa menurunkan rasa malu atau kehilangan identitas diri dan mengembalikan insting paternal mereka, yakni merawat dan membesarkan anak-anaknya meski sudah tidak lagi berada dalam status pernikahan dengan ibu dari buah hatinya.

Meskipun begitu, pakar kesehatan tetap menyarankan pasangan yang sedang bermasalah dan mempertimbangkan perceraian untuk mengunjungi konselor pernikahan sehingga bisa mendapatkan solusi terbaik bagi mereka.