Stres, Pengungsi Palu Tidak Bisa Produksi ASI bagi Bayinya

Doktersehat-pengungsi-korban-gempa-dan-tsunami palu
Photo Source: Antara Foto

DokterSehat.Com– Setiap ibu yang baru saja melahirkan tentu mendambakan bisa memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya. Dengan mengonsumsi ASI, maka bayi bisa mendapatkan nutrisi terbaik yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan tubuh mereka.

Hanya saja, bagi pengungsi di Palu yang terkena bencana gempa dan tsunami beberapa saat lalu, kondisi mereka yang masih mengalami stres menyebabkan banyak dampak buruk bagi kesehatannya, termasuk bagi para ibu yang tak mampu mengeluarkan ASI.

Tim Subcluster Kesehatan Reproduksi dari Kemenkes RI yang sedang bertugas di Palu menemukan seorang ibu yang terpaksa memberikan susu formula bagi buah hatinya yang baru berumur 1 bulan. Sang ibu terkena stres berat pasca bencana dan kini harus tinggal di pengungsian sehingga tak mampu memproduksi ASI. Selain ibu ini, terdapat beberapa ibu lain yang juga terpaksa memberikan susu formula kepada buah hatinya.

Pakar kesehatan yang menemui fakta ini langsung berusaha untuk membantu para ibu agar tidak terburu-buru memberikan susu formula kepada bayinya yang masih berusia kurang dari enam bulan. Selain bidan, para konselor ASI juga membantu memberikan motivasi bagi para ibu sehingga diharapkan bisa menurunkan stres sekaligus membantu mereka agar bisa kembali memproduksi ASI secara lancar.

Hanya saja, jika memang setelah mendapatkan motivasi dan konseling ASI ibu tak kunjung bisa keluar, mau tidak mau mereka memang diperbolehkan untuk memberikan susu formula. Hanya saja, susu formula yang diberikan kepada bayi juga tidak boleh sembarangan, melainkan susu formula yang sesuai dengan bayi di bawah usia enam bulan.

Kemenkes menyebutkan bahwa meskipun berada dalam kondisi darurat, sebenarnya para ibu sama sekali tidak dianjurkan untuk memberikan susu formula bagi bayi berusia nol hingga enam bulan.

Pemerintah melalui PP Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian ASI Eksklusif Pasal 6 juga menyebutkan bahwa bayi kurang dari enam bulan baru diperbolehkan untuk diberi susu formula jika sang ibu mengalami kondisi kesehatan tertentu, ibu meninggal dunia, atau ibu terpisah dari bayi.

Meskipun begitu, karena kondisi ibu sedang stres akibat terkena dampak bencana, kita juga harus mengerti bahwa kondisi psikis dan kesehatan mereka memang tidak memungkinkan untuk memproduksi ASI.