Terbit: 24 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang sedang mengalami stres berat akibat pekerjaan atau hal-hal lainnya yang akhirnya mengalami penurunan berat badan dengan drastis dalam waktu yang sangat cepat. Sebenarnya, bagaimana bisa stres bisa menyebabkan dampak kesehatan sebesar ini?

Stres Bisa Bikin Berat Badan Turun Drastis, Kok Bisa?

Dampak Stres bagi Berat Badan

Pakar kesehatan menyebut stres sebagai salah satu dari penyebab banyak sekali masalah kesehatan. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam mengganggu berbagai macam fungsi tubuh dan menyebabkan peradangan.

Khusus untuk dampak penurunan berat badan secara drastis, pakar kesehatan Kathryn Moore dari Providence Saint John’s Child and Family Development Center menyebut stres bisa membuat kita memprioritaskan hal lainnya dan akhirnya membuat kita seperti tidak lagi mementingkan makan.

Sebagai contoh, banyak orang yang mengalami stres berat akibat pekerjaan yang akhirnya membuat mereka memilih untuk menyelesaikan pekerjaan mereka terlebih dahulu demi terbebas dari tekanan tersebut. Mereka pun memilih untuk melewatkan waktu makan dan akhirnya membuat tubuh mencari sumber energi lain berupa tumpukan lemak di dalam tubuh. Hal ini tentu akan berimbas pada penurunan berat badan.

Meskipun penurunan berat badan seperti sesuatu yang terlihat baik, dalam realitanya cara yang membuat berat badan turun ini tidaklah baik bagi kondisi kesehatan kita. Sebagai contoh, kita akan mengalami gangguan metabolisme atau kekacauan hormon yang tentu akan berimbas buruk bagi kondisi tubuh secara keseluruhan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Sementara itu, pakar kesehatan Vingh Nguyen dari Memorial Care Orange Coast Medical Center menyebut stres juga cenderung membuat kita mengalami mual-mual dan akhirnya membuat nafsu makan menurun drastis.

“Stres membuat neurotransmitter atau hormon tertentu menjadi lebih aktif dan membuat kita cenderung mudah mual dan tidak memiliki nafsu makan,” ucapnya.

Selain itu, stres ternyata juga bisa membuat tubuh menjadi lebih mudah lelah. Hal ini akan membuat kita seperti tidak berminat melakukan banyak aktivitas dan beristirahat atau bersantai saja. Masalahnya adalah hal ini bahkan membuat kita juga malas untuk makan.

“Waktu makan harus diperhatikan. Jika merasa mual karena stres, cobalah minum teh jahe atau permen jahe demi kembali meningkatkan nafsu makan,” lanjutnya.

Dampak Stres Lain bagi Kesehatan

Selain bisa membuat nafsu makan berkurang drastis atau bahkan menurunkan berat badan, pakar kesehatan menyebut ada dampak kesehatan lain yang bisa didapatkan dari stres.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Menyebabkan Migrain

Stres akan menyebabkan otot-otot dan pembuluh darah menjadi lebih tegang, termasuk yang menuju ke otak. Hal ini akan menyebabkan gejala migraine atau sakit kepala.

  1. Bisa Membuat Tekanan Darah Naik

Stres parah juga bisa membuat tekanan darah naik dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol yang membuat pembuluh darah menyempit. Jika sampai hal ini sering terjadi, risiko untuk terkena masalah hipertensi pun akan meningkat.

  1. Bisa Menyebabkan Diabetes

Stres ternyata juga terkait dengan risiko diabetes. Apalagi jika terjadi dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh pengaruh stres dalam membuat kadar gula darah naik dengan signifikan dan membuat kita cenderung menerapkan pola makan yang tidak sehat.

  1. Bisa Memicu Depresi

Stres yang tak kunjung bisa ditangani bisa menyebabkan depresi dan keinginan untuk bunuh diri.

  1. Menurunkan Sistem Imun

Stres bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita lebih mudah jatuh sakit, baik itu yang ringan seperti flu atau masalah-masalah kesehatan kronis yang berbahaya.

 

Sumber:

  1. Morson, Jenn, 2018. How To Tell If Your Stress Is Causing Weight Loss. huffpost.com/entry/how-to-tell-if-your-stress-is-causing-weight-loss_n_5ae32695e4b02baed1b9a8ec?guccounter=1&guce_referrer=aHR0cHM6Ly93d3cuZ29vZ2xlLmNvbS8&guce_referrer_sig=AQAAAMsvLb9GsoILIvCQbIvi71XeZ6bJkF56fA_Cl09OyJyow3zoKHXoenBe2laFFEjZY7yh2yIf5zos3v_XuaaX_GhtYI3MmQNKs0kp8wvNOjmRN8SyMCFwuv7xgszF8C_PxvF1WF8lcOLASeSlVZSO4p6bOe_fnMPlt7nYdMidh8ow (Diakses pada 24 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi