Terbit: 18 Februari 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Streptococcus adalah bakteri yang bisa menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya.

Infeksi Streptococcus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Streptococcus?

Streptococcus adalah bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi. Infeksi ini berkisar dari penyakit ringan hingga penyakit yang sangat serius dan mematikan. Bakteri ini juga terbagi menjadi dua tipe:

  • Bakteri Streptococcus Tipe A (GAS)

Ini merupakan bakteri yang sering ditemukan di tenggorokan dan kulit. GAS paling sering dikaitkan dengan radang tenggorokan dan impetigo (lecet pada kulit). Terkadang, GAS dapat menyebabkan penyakit parah yang mengancam jiwa seperti toxic shock syndrome dan necrotizing fasciitis.

  • Bakteri Streptococcus Tipe B (GBS)

Ini merupakan bakteri penyebab penyakit pada bayi baru lahir, ibu hamil, lansia, dan orang dewasa dengan penyakit kronis seperti kanker dan diabetes. GBS adalah penyebab paling umum dari infeksi yang mengancam jiwa pada bayi baru lahir.

Gejala Infeksi Streptococcus

Beberapa infeksi GAS ada yang menular dan ada yang tidak. Penularan bisa terjadi selama masa inkubasi (waktu antara infeksi dan perkembangan gejala) hingga gejala berhenti.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Masa inkubasi bervariasi sesuai dengan kondisi infeksi, akan tetapi sebagian besar memiliki rentang waktu sekitar satu hingga lima hari, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih dari seminggu untuk menimbulkan gejala.

Gejala dan tanda penyakit GAS bervariasi dan berhubungan dengan area tubuh yang terkena infeksi. Misalnya, sakit tenggorokan, eritema nodosum, pembengkakan kelenjar getah bening pada radang tenggorokan, tekanan darah rendah, dan kegagalan organ pada streptococcal toxic shock syndrome (STSS).

Tanda dan gejala awal necrotizing fasciitis termasuk demam, nyeri hebat, pembengkakan, dan eritema (kemerahan) di tempat luka atau tempat organisme GAS memasuki tubuh. Tanda dan gejala selanjutnya termasuk keluarnya cairan dari jaringan yang terinfeksi, kehilangan kulit, dan tekanan darah rendah.

Gejala awal toxic shock syndrome tidak spesifik, umumnya diawali dengan gejala seperti flu berupa demam ringan dan perasaan kurang enak badan, kemudian kondisi tersebut sering tiba-tiba berkembang dengan gejala demam tinggi, mual, muntah, diare, ruam kulit, dan tekanan darah rendah.

Gejala lain yang juga bisa terjadi adalah kebingungan, sakit kepala, kejang, serta kehilangan kulit dari telapak tangan dan telapak kaki.

Penyebab Infeksi Streptococcus

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari kelompok bakteri streptococcus. Ini adalah infeksi umum yang biasanya menyebabkan gangguan ringan yang cukup diobati dengan antibiotik. Contohnya termasuk infeksi pada:

  • Tenggorokan, termasuk tonsilitis.
  • Kulit, termasuk impetigo (infeksi kulit yang paling umum terjadi pada anak-anak, biasanya dengan luka merah dan kerak kuning) dan selulitis (biasanya kulit merah, panas, bengkak).
  • Telinga, sering menyebabkan sakit telinga, demam, dan gangguan pendengaran.
  • Sinus (rongga wajah).

Bakteri ini juga dapat menyebabkan scarlet fever, penyakit pada anak-anak yang menyebabkan ruam merah muda yang khas.

Seseorang bisa tertular penyakit ini jika menghirup droplet saat penderita batuk, bersin, atau melakukan kontak langsung. Gejala mulai muncul dalam 1 hingga 4 hari. Jika anak Anda terinfeksi, tunda untuk melakukan aktivitas di luar rumah setidaknya selama 24 jam setelah mengonsumsi antibiotik.

Streptococcus jarang menyerang tubuh lebih dalam. Namun, bakteri ini dapat menyebabkan:

  • Radang paru-paru.
  • Sepsis (infeksi serius pada darah).
  • Meningitis.
  • Toxic shock syndrome (racun dilepaskan ke dalam darah yang menyebabkan demam, mual, dan muntah).
  • Infeksi serius pada lapisan kulit yang lebih dalam yang menyebabkan rasa sakit dan bengkak yang parah.

Pada beberapa kasus, infeksi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami demam rematik akut dan masalah ginjal. Meski begitu, hal ini adalah sesuatu yang jarang terjadi.

Diagnosis Infeksi Streptococcus

Diagnosis GAS dibuat dengan membudidayakan bakteri dan meminta laboratorium mengidentifikasi bakteri dengan fungsi metabolisme dan tes imunologi, tes cepat yang didasarkan pada pengenalan imunologis antigen GAS yang diambil dari pasien dengan mengusap tenggorokan.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh (Terhindar dari Virus & Bakteri)

Jenis Infeksi

Infeksi streptococcus tipe A dapat berkisar dari infeksi kulit ringan, sakit tenggorokan hingga kondisi parah yang mengancam jiwa. Berikut beberapa jenis infeksi yang bisa terjadi, di antaranya:

Selulitis dan Erisipelas

Selulitis adalah peradangan di kulit dan lapisan yang ada di bawahnya, sedangkan erisipelas adalah penyakit radang pada lapisan atas kulit.

Impetigo

Impetigo adalah infeksi pada lapisan atas kulit dan paling sering terjadi pada anak-anak usia 2 sampai 6 tahun. Biasanya dimulai ketika bakteri masuk ke luka, goresan, atau gigitan serangga.

Scarlet Fever

Penyakit yang juga sering disebut scarlatina ini adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh streptococcus tipe A. Penyakit ini memengaruhi sebagian kecil orang yang menderita radang tenggorokan.

Infeksi Parah

Beberapa jenis bakteri tipe ini menyebabkan infeksi yang parah, seperti:

  • Bakteremia (infeksi aliran darah).
  • Toxic shock syndrome (infeksi multi-organ).
  • Necrotizing fasciitis (penyakit pemakan daging).

Radang Tenggorokan

Virus, bakteri, alergen, iritan lingkungan (seperti asap rokok), chronic postnasal drip, dan jamur semuanya dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Meskipun banyak sakit tenggorokan akan sembuh tanpa pengobatan, beberapa infeksi tenggorokan mungkin memerlukan pengobatan antibiotik.

Pengobatan Infeksi Streptococcus

Meskipun antibiotik oral efektif dalam mengobati infeksi GAS yang lebih ringan, bentuk GAS yang lebih serius seperti penyakit GAS invasif biasanya memerlukan beberapa antibiotik yang diberikan secara intravena (IV). Selain itu, beberapa pasien mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang mati.

Pengobatan dini infeksi GAS dapat mengurangi atau mencegah perkembangan penyakit yang lebih parah.

Pencegahan Infeksi Streptococcus

Pencegahan bisa dilakukan dengan rutin mencuci tangan dan menghindari makan atau minum dari wadah yang sama dengan orang lain, serta menghindari kontak langsung dan tidak langsung dengan individu yang terinfeksi.

 

  1. Anonim. Streptococcal Disease. https://www.health.state.mn.us/diseases/strep/index.html. (Diakses pada 18 Februari 2021).
  2. Anonim. Streptococcal Disease. https://www.healthdirect.gov.au/streptococcal-disease. (Diakses pada 18 Februari 2021).
  3. Anonim. Group A Streptococcal Infections. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/5911-group-a-streptococcal-infections. (Diakses pada 18 Februari 2021).
  4. Davis, Charles Patrick. What Is a Streptococcus Infections. https://www.medicinenet.com/streptococcal_infections/article.htm. (Diakses pada 18 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi