Kanker Serviks Bisa Diobati dengan Sperma?

gejala-kanker-serviks-doktersehat

DokterSehat.Com– Semenjak kematian Julia Perez, masyarakat Indonesia semakin waspada dengan kanker serviks. Tak hanya mencari cara demi mencegah datangnya masalah kesehatan ini, kita juga rajin mencari informasi tentang pengobatan dari salah satu kanker yang paling mematikan bagi kaum hawa ini.

Dilansir dari Ibtimes, para peneliti yang berasal dari Jerman menemukan sebuah cara yang tidak biasa untuk mengobati kanker serviks. Cara tersebut adalah dengan menggunakan sperma! Para peneliti sedang mengembangkan sperma hibrida yang diharapkan bisa membantu mengantarkan obat kanker langsung menuju ke wilayah leher rahim yang terkena kanker atau tumor. Hal ini diharapkan bisa mengobati kanker serviks dengan efektif dan menurunkan efek samping dari terapi pengobatan yang selama ini dilakukan.

Sebelumnya, obat yang didapatkan penderita kanker serviks cenderung terserap oleh organ tubuh yang masih sehat atau bahkan mengalami penurunan fungsi karena harus melalui sistem kekebalan tubuh terlebih dahulu. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian apra peneliti yang berasal dari Leibniz Institute for Solid State serta Materials Research (IFW) yang ada di kota Dresden. Mereka pun mendapatkan ide untuk menggunakan sperma yang dianggap bisa mengantarkan obat dengan lebih efektif.

Dalam hasil penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul ACS Nano ini, dihasilkan fakta bahwa tatkala obat kanker ini dikirim menggunakan sperma, hasilnya sangat memuaskan, yakni 80 persen dari sel kanker bisa dibunuh.

“Sperma hibrida bisa kita targetkan untuk langsung mengarah ke sel tumor pada serviks. Sperma ini bisa langsung berenang menuju ke tumor, kemudian menyatu dengan sel kanker dan melepaskan obat kanker,” ucap salah satu peneliti.

Penelitian ini akan dikembangkan lebih lanjut demi memastikan keefektifan dari penggunaan sperma hibrida. Diharapkan, obat bagi kanker serviks akan bisa ditemukan sehingga bisa menurunkan jumlah kasus kematian dari penyakit ini di masa depan.