Terbit: 5 Juli 2021 | Diperbarui: 6 Juli 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Speech delay adalah ketika seorang anak tidak mengembangkan bicara dan bahasa pada tingkat yang seharusnya. Ini adalah masalah perkembangan umum yang memengaruhi anak-anak prasekolah. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab hingga cara mengatasinya.

Speech Delay: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Perbedaan Speech dan Language Delay

Meskipun keduanya sering sulit dibedakan—dan sering disebut bersamaan—terdapat beberapa perbedaan antara speech dan language delay. Balita yang mengalami speech delay atau keterlambatan bicara mengalami kesulitan membentuk suara yang benar untuk mengucapkan kata-kata.

Sedangkan keterlambatan bahasa atau language delay melibatkan pemahaman dan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal. Balita dengan keterlambatan bahasa dapat membuat suara yang benar dan mengucapkan beberapa kata, tetapi mereka tidak dapat membentuk frasa atau kalimat yang masuk akal. Keadaan ini membuat balita kesulitan memahami orang lain.

Seorang anak dapat mengalami keterlambatan bicara atau keterlambatan bahasa, tetapi kedua kondisi tersebut terkadang tumpang tindih. Sebagai contoh:

  • Seorang anak dengan keterlambatan bahasa mungkin mengucapkan kata-kata dengan baik tetapi hanya dapat menggabungkan dua kata.
  • Seorang anak dengan keterlambatan bicara mungkin menggunakan kata-kata dan frase untuk mengekspresikan ide-ide tetapi sulit untuk dipahami.

Tanda-Tanda Speech Delay

Mengenali gejala keterlambatan bicara sering kali sulit dilakukan, karena banyak orang tua tidak mengetahui apakah anak  membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tonggak bicara, bahasa, atau ada masalah yang mendasarinya.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua. Segera hubungi dokter jika anak:

  • Pada usia 12 bulan tidak menggunakan gerakan, seperti menunjuk atau melambaikan tangan atau gestur tertentu seperti bye-bye dan lainnya.
  • Pada usia 18 bulan lebih memilih gerak tubuh daripada mengeluarkan suara untuk berkomunikasi, mengalami kesulitan untuk meniru suara serta memahami permintaan verbal sederhana.
  • Saat usia 2 tahun hanya bisa meniru ucapan atau tindakan dan tidak menghasilkan kata atau frasa secara spontan. Hanya mengucapkan beberapa suara atau kata berulang kali dan tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi untuk menggambarkan kebutuhannya.
  • Pada usia 2 tahun tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana dan memiliki nada suara yang tidak biasa (seperti suara serak atau sengau).

Hubungi juga dokter jika ucapan anak Anda lebih sulit dipahami daripada yang diharapkan untuk usianya:

  • Orang tua dan pengasuh harus memahami sekitar 50% kemampuan bicara anak pada usia 2 tahun dan 75% pada usia 3 tahun.
  • Pada usia 4 tahun, seorang anak harus dipahami, bahkan oleh orang yang tidak mengenal anak tersebut.

Gejala Speech Delay Lainnya

Gejala speech dan language delay lainnya, antara lain:

Anak Anda mungkin mengalami keterlambatan bicara jika dia tidak dapat melakukan hal-hal ini:

  • Mengucapkan kata-kata sederhana seperti ‘mama’ atau ‘dada’ dengan jelas pada usia 12 hingga 15 bulan.
  • Memahami kata-kata sederhana seperti ‘jangan’ atau ‘berhenti’ pada usia 18 bulan.
  • Berbicara dalam kalimat pendek pada usia 3 tahun.
  • Menceritakan kisah sederhana pada usia 4 hingga 5 tahun.

Baca Juga: Anak Usia 1 Tahun Sudah Bisa Apa Saja? Kenali Tahap Perkembangannya

Penyebab Speech Delay

Keterlambatan bicara atau bahasa juga dapat memberi tahu sesuatu tentang perkembangan fisik dan intelektual secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Masalah dengan Mulut

Keterlambatan bicara dapat mengindikasikan masalah pada mulut, lidah, atau langit-langit mulut. Dalam kondisi yang disebut tongue-tie (ankyloglossia) yaitu lidah terhubung ke dasar mulut, hal ini dapat membuat anak sulit untuk membuat suara tertentu, terutama:

  • D
  • L
  • R
  • S
  • T
  • Z
  • th

Tongue tie juga dapat mempersulit bayi untuk menyusu.

2. Gangguan Bicara dan Bahasa

Seorang anak berusia 3 tahun yang dapat memahami dan berkomunikasi secara nonverbal tetapi tidak dapat mengucapkan banyak kata mungkin mengalami keterlambatan bicara. Sedangkan, seorang anak yang dapat mengucapkan beberapa kata tetapi tidak dapat memasukkannya ke dalam frasa yang dapat dimengerti mungkin mengalami keterlambatan bahasa.

Beberapa gangguan bicara dan bahasa melibatkan fungsi otak dan mungkin menunjukkan ketidakmampuan belajar. Salah satu penyebab keterlambatan bicara, bahasa, dan perkembangan lainnya adalah kelahiran prematur.

Apraksia bicara masa anak-anak adalah gangguan fisik yang membuatnya sulit untuk membentuk suara dalam urutan yang benar untuk membentuk kata-kata. Namun, hal itu tidak memengaruhi komunikasi nonverbal atau pemahaman bahasa.

3. Gangguan Pendengaran

Balita yang tidak bisa mendengar dengan baik kemungkinan akan mengalami kesulitan membentuk kata-kata. Namun, tanda-tanda gangguan pendengaran mungkin sangat halus. Terkadang keterlambatan bicara atau bahasa mungkin merupakan satu-satunya tanda yang terlihat.

4. Kurang Stimulasi

Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan bicara dan bahasa. Pelecehan, pengabaian, atau kurangnya stimulasi verbal dapat membuat anak tidak mencapai tonggak perkembangan.

5. Gangguan Spektrum Autisme

Masalah bicara dan bahasa sangat sering terlihat dengan gangguan spektrum autisme. Tanda-tanda lain mungkin termasuk:

  • Mengulangi frasa (echolalia) alih-alih membuat frasa.
  • Perilaku berulang.
  • Gangguan komunikasi verbal dan nonverbal.
  • Gangguan interaksi sosial.
  • Regresi bicara dan bahasa.

6. Masalah Saraf

Gangguan neurologis tertentu dapat memengaruhi otot yang diperlukan untuk berbicara. Ini termasuk:

  • Cerebral palsy.
  • Distrofi otot.
  • Cedera otak traumatis.

Dalam kasus cerebral palsy, gangguan pendengaran, atau cacat perkembangan lainnya juga dapat memengaruhi kemampuan berbicara.

7. Kecacatan Intelektual

Speech delay dapat terjadi karena cacat intelektual. Jika anak Anda tidak berbicara, itu mungkin masalah kognitif daripada ketidakmampuan untuk membentuk kata-kata.

Diagnosis Speech Delay

Jika anak Anda mungkin memiliki masalah, penting untuk segera menemui ahli patologi wicara-bahasa (SLP) atau terapis wicara. Seorang ahli akan melakukan tes standar dan mencari tonggak dalam perkembangan bicara dan bahasa anak.

SLP juga akan memeriksa:

  • Apa yang dipahami anak (bahasa reseptif).
  • Apa yang bisa dikatakan anak (bahasa ekspresif).
  • Perkembangan suara dan kejernihan bicara.
  • Status oral-motorik anak (bagaimana mulut, lidah, langit-langit mulut, dll., bekerja sama untuk berbicara serta makan dan menelan).

Penanganan Speech Delay

Berdasarkan hasil diagnosis, ahli patologi wicara-bahasa mungkin merekomendasikan terapi wicara untuk anak Anda. Seorang terapis dapat membantu meningkatkan keterampilan berbicara dan bahasa, dan menunjukkan pada Anda apa yang harus dilakukan di rumah untuk membantu perkembangan anak.

Keterlambatan bicara juga dapat menyebabkan masalah dengan perilaku dan sosialisasi. Mendiagnosis kondisi dengan ahlinya sedini mungkin adalah sesuatu yang penting sebelum anak mulai sekolah.

Penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara dan bahasa pada usia 2,5 hingga 5 tahun dapat menyebabkan kesulitan membaca di sekolah dasar.

Sementara ketika keterlambatan bicara terkait dengan kondisi tertentu yang mendasarinya, mengatasi masalah yang menyebabkan speech delay adalah sesuatu yang penting. Ini mungkin termasuk:

  • Bantuan untuk masalah pendengaran.
  • Memperbaiki masalah fisik seperti pada mulut atau lidah.
  • Terapi okupasi.
  • Terapi fisik.
  • Manajemen gangguan neurologis.
  • Terapi ABA (Applied Behaviour Analysis).

 

  1. Anonim. Delayed Speech or Language Development. https://kidshealth.org/en/parents/not-talk.html. (Diakses pada 5 Juli 2021).
  2. Pietrangelo, Ann. 2019. Does My Toddler Have a Speech Delay?. https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2. (Diakses pada 5 Juli 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi