Terbit: 1 Oktober 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Selain gula pasir, sorbitol adalah bahan pemanis lainnya yang dijadikan salah satu komposisi beberapa produk makanan. Ketahui lebih lanjut mengenai sorbitol ini mulai dari fungsi, dosis, hingga efek samping dan petunjuk pemakaiannya.

Sorbitol: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Apa Itu Sorbitol?

Sorbitol—juga disebut D-sorbitol, 50-70-4, E420, dan D-glukitol—adalah sejenis karbohidrat. Ini termasuk dalam kategori gula alkohol yang disebut poliol. Senyawa yang larut dalam air ini dapat ditemukan secara alami di beberapa buah-buahan seperti:

  • Apel
  • Aprikot
  • Kurma
  • Beri
  • Persik
  • Plum
  • Ara

Jika dibandingkan dengan gula pasir, sorbitol lebih rendah kandungan kalorinya. Pada takaran 1 (satu) gram, pemanis ini mengandung 2,6 kalori. Jumlah tersebut 35 persen lebih kecil ketimbang gula pasir yang mengandung 4 kalori untuk takaran yang sama. Oleh sebab itu, pemanis ini kerap dijadikan bahan baku pembuatan produk makanan rendah kalori dan gula.

Fungsi Sorbitol

Pemanis alami ini memiliki sejumlah fungsi. Fungsi sorbitol yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Bahan Baku Produk Makanan dan Kesehatan

Secara komersial, gula alkohol ini digunakan sebagai salah satu bahan baku sejumlah produk makanan hingga produk kesehatan mulut. Peran bahan pemanis tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Menjaga kelembapan
  • Menambah rasa manis
  • Memberi tekstur

2. Mengendalikan Gula Darah

Dalam kaitannya dengan kesehatan, bahan ini diklaim dapat membantu mengendalikan gula darah (glukosa), terutama bagi penderita diabetes. Hal ini dimungkinkan oleh karena pemanis tersebut tidak dapat dicerna secara cepat dan sempurna.

Alhasil, akan ada sisa-sisa dari pemanis ini yang lantas dikirim ke usus besar untuk selanjutnya dibuang oleh tubuh. Mekanisme yang sedemikian membuat sekresi insulin menjadi terkendali. Dampaknya, gula darah juga tidak akan mengalami peningkatan yang signifikan.

3. Menjaga Kesehatan Mulut

Jenis gula alkohol yang satu ini bersifat nonkariogenik. Artinya, mengonsumsi atau menggunakan produk yang mengandung bahan tersebut tidak akan menyebabkan kerusakan pada gigi, seperti gigi berlubang.

Oleh karena itu, sorbitol kerap dijadikan komposisi makanan seperti permen karet yang bebas gula. Akan tetapi, perlu diketahui jika manfaat bahan ini dalam mencegah gigi berlubang tidak sebaik jenis gula alkohol lainnya seperti xylitol dan erythritol.

4. Mengatasi Sembelit

Fungsi lainnya dari sorbitol adalah sebagai pencahar untuk mengatasi sembelit. Itu karena pemanis ini juga bersifat hiperosmotik, artinya menarik air ke dalam usus besar dari jaringan sekitarnya untuk mendorong pergerakan usus.

Interaksi Sorbitol

Sorbitol tidak boleh dikonsumsi dengan kalsium atau natrium polistiren sulfonat yang digunakan untuk mengobati kadar kalium yang tinggi dalam darah. Melakukannya dapat menyebabkan interaksi yang menyebabkan kematian jaringan usus.

Jika Anda mengonsumsi pemanis ini untuk meredakan sembelit, hindari menggunakan obat pencahar lain pada saat yang sama kecuali dokter yang menangani Anda secara khusus juga mengarahkan Anda untuk melakukannya.

Dosis Sorbitol

1. Dalam Bentuk Apa Sorbitol Tersedia?

Bahan ini biasanya sudah masuk ke dalam komposisi berbagai produk pemanis makanan, makanan dengan label “sugar-free”, hingga produk kesehatan mulut. Sementara itu, sorbitol untuk penggunaan pencahar dapat ditemukan baik sebagai enema rektal atau larutan cair yang akan digunakan secara oral.

2. Dosis Pemakaian

Dosis yang dianjurkan bervariasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek samping yang tidak diinginkan lebih mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi 10 gram atau lebih per hari. Selain itu, satu penelitian menemukan bahwa malabsorpsi lebih mungkin terjadi dengan dosis 10 gram, sekalipun digunakan oleh orang yang sehat.

United States Food and Drugs Administation (USFDA) mensyaratkan bahwa label pada makanan yang dapat menyebabkan Anda mengonsumsi lebih dari 50 gram setiap hari menyertakan peringatan: “Konsumsi berlebih dapat menimbulkan efek pencahar”.

Hal ini dikarenakan mengonsumsi terlalu banyak sorbitol dapat menyebabkan efek samping pencernaan yang parah dan ketidakseimbangan elektrolit, meskipun tidak ada bukti bahwa senyawa tersebut dapat menyebabkan keracunan.

Jika Anda merasa telah mengonsumsi pemanis ini dalam jumlah banyak dan mengalami gejala yang signifikan, segera kunjungi dokter Anda guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Oleh karena itu, sebaiknya ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan. Atau, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Efek Samping Sorbitol

Mengonsumsi gula alkohol jenis ini maupun lainnya dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kembung dan diare pada sebagian orang, terutama jika Anda tidak terbiasa mengonsumsinya secara rutin. Ini bisa menjadi efek samping yang tidak diinginkan bagi sebagian orang, namun di sisi lain bagus untuk mereka yang menggunakannya guna mengatasi gangguan pencernaan.

Kabar baiknya, efek samping lain dari pemanis ini tampaknya jarang terjadi. Keluhan yang paling sering dilaporkan adalah diare, meski bisa juga disertai kram perut atau mual. Meski beberapa obat pencahar dapat menyebabkan ketergantungan sehingga tidak boleh digunakan dalam waktu lama, sorbitol dianggap sebagai pencahar nonstimulatif yang tidak terlalu berisiko.

Terlepas dari potensi efek sampingnya, sorbitol telah ditinjau dan diakui aman untuk dikonsumsi oleh banyak otoritas kesehatan global, termasuk USFDA dan Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA).

Petunjuk Pemakaian Sorbitol

Produk harus digunakan dengan benar agar manfaatnya benar-benar terasa. Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan produk dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik produk itu sendiri.
  • Gunakan sorbitol sesuai dengan dosis pemakaian yang tertera pada kemasan.
  • Jika masih ragu bagaimana cara mengonsumsi produk yang benar, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Sorbitol

Kebanyakan sorbitol dapat disimpan pada suhu 25° C. Hindari menyimpannya di tempat yang terlalu dingin atau panas karena hal tersebut dapat mengurangi umur simpannya.

Jika disimpan dengan benar, kebanyakan produk biasanya dapat bertahan selama 6-12 bulan, meskipun hal ini tergantung pada bentuk dan mereknya. Setelah produk kedaluwarsa, pastikan untuk membuangnya dengan benar.

 

  1. Panoff, L. 2020. What Is Sorbitol? Benefits, Uses, Side Effects, and More. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-sorbitol#side-effects-precautions. (diakses pada 1 Oktober 2020)
  2. Sollid, K. 2019. What is Sorbitol?. https://foodinsight.org/what-is-sorbitol/. (diakses pada 1 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi