Terbit: 12 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Banyak orang yang menganggap soda diet sebagai minuman alternatif yang jauh lebih sehat dibandingkan dengan minuman bersoda pada umumnya. Hanya saja, mengingat minuman bersoda dikenal sebagai minuman yang tidak sehat, apakah soda diet juga kurang baik jika sering dikonsumsi?

Soda Diet, Minuman Sehat atau Tidak?

Dampak Minum Soda Diet bagi Tubuh

Sebagaimana minuman bersoda pada umumnya, soda diet memiliki rasa yang cenderung manis, segar, dan dihiasi dengan gelembung. Meski banyak orang yang percaya jika minuman ini lebih sehat dibandingkan dengan minuman soda biasa, hingga saat ini belum ada banyak penelitian yang membuktikan kebenaran dari anggapan ini.

Diet soda adalah minuman yang terdiri dari air berkarbonasi, pewarna buatan, perasa buatan, dan pemanis buatan. Selain itu, kita juga bisa menemukan beberapa zat aditif. Pakar kesehatan dr. Divya Sharma dari Motherhood Hospital, Noida, India menyebut kadar kalorinya biasanya sangat kecil dan rendah nutrisi.

Sementara itu, dr. Samrat Shah dari Bhatia Hospital, Mumbai, menyebut di dalam soda diet memang tidak ditemukan kandungan gula, namun kita bisa menemukan pemanis buatan seperti aspartame dan sakarin. Selain itu, kandungan kafein di dalamnya juga sangat tinggi.

Dr. Shah juga menyebut ada penelitian yang mengaitkan konsumsi soda diet dengan masalah pada jantung seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, hingga masalah metabolik seperti diabetes, obesitas, serta gangguan otak layaknya demensia, stroke, dan masalah hati. Ia juga menyebut minuman ini bisa menyebabkan peradangan di dalam pembuluh darah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

“Tingginya kandungan kafein dan pemanis buatan di dalam minuman bersoda bisa meningkatkan kadar dopamine di dalam otak. Hal ini memang bisa memberikan sensasi puas atau bahagia, namun saat kadar dari hormon ini berkurang, maka akan menyebabkan sensasi lelah. Kita bahkan seperti ingin mengonsumsi soda diet kembali seperti ketagihan. Hal ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan,” ucap dr. Shah.

Memang, soda diet bisa menurunkan asupan kalori dan gula lebih rendah jika dibandingkan dengan minuman bersoda biasa, namun jika kita sering mengonsumsinya, tetap saja akan menyebabkan efek buruk bagi berat badan. Fakta ini terungkap dalam penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Cell Metabolism pada 2016.

Soda Diet Bisa Mendukung Program Diet?

Meski lebih rendah kalori dan gula, dalam realitanya kandungan pemanis buatan di dalam soda diet bisa menyebabkan kekacauan kadar gula darah. Memang, pemanis buatan tidak akan langsung bisa membuat kadar gula darah naik, namun hal ini akan membuat kadar gula darah lebih sulit untuk dikendalikan.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Diabetes Care pada 2013 lalu, disebutkan bahwa orang dewasa yang lebih sering mengonsumsi pemanis buatan alih-alih gula akan memproduksi insulin lebih banyak sehingga membuat kadar gula darahnya meningkat. Jika hal ini sering dilakukan, bisa jadi akan menyebabkan resistensi insulin yang merupakan salah satu faktor utama penyebab diabetes.

Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak Kecil

Dr. Sharma menyebut wanita yang minum soda diet di saat hamil cenderung membuat anak di dalam kandungannya lebih rentan terkena obesitas. Anak-anak ini juga rentan mengalami gangguan intelegensi non verbal dan kesulitan untuk mengingat kata-kata.

Sementara itu, dr. Neha Patania dari Paras Hospital Gurugam menyebut soda diet memang lebih baik dibandingkan dengan soda biasa, namun ada baiknya kita menghindari apapun jenis soda karena kurang baik bagi kesehatan. Ia lebih menyarankan konsumsi air kelapa atau jus buah segar yang sama-sama bisa memberikan kesegaran namun lebih aman untuk dikonsumsi.

 

Sumber:

  1. Narayanan, Jayashree. 2020. Diet Soda: To drink or not to drink. https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/diet-soda-sugary-drinks-diabetes-health-risks-6201946/ (Diakses pada 12 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi