Terbit: 27 Januari 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Social distancing yaitu istilah yang muncul saat pandemi virus Corona (COVID-19) sudah menyebar ke seluruh dunia. Istilah ini dimaksudkan agar seseorang tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah guna mencegah penyebaran virus. Ketahui penjelasan lengkap mengenai penerapan hingga efektivitasnya.

Social Distancing, Salah Satu Cara Cegah Penyebaran Virus Corona

Apa Itu Social Distancing?

Social distancing adalah praktik kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah orang sakit bersentuhan langsung dengan orang sehat. Hal ini berguna untuk mengurangi peluang penularan penyakit atau menurunkan kecepatan dan tingkat penyebaran COVID-19 di suatu wilayah.

Arti social distancing juga bisa dimaksudkan sebagai upaya menjaga jarak aman antara Anda dan orang lain yang tidak tinggal serumah dengan Anda. Anjuran jarak yang disarankan setidaknya adalah 2 meter.

Pentingnya Menjalankan Social Distancing

Virus Corona menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat untuk waktu yang lama. Penyebaran terjadi ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, mengeluarkan droplet dari mulut atau hidung yang terbang ke udara, kemudian mendarat di mulut/hidung orang di sekitarnya.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan besar juga berperan dalam penyebaran COVID-19. Dikarenakan seseorang tetap dapat menyebarkan virus sebelum dirinya tahu bahwa dia sudah terinfeksi, penting untuk menerapkan social distancing jika kondisinya memungkinkan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Menerapkan praktik kesehatan ini menjadi sangat penting bagi bagi orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19.

Penting untuk diketahui, jika Anda memiliki gejala yang sesuai dengan COVID-19 atau telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang mengidap virus ini, penting untuk tetap di rumah dan jauh dari orang lain.

Virus Corona dapat bertahan berjam-jam atau berhari-hari di permukaan, tergantung pada faktor-faktor seperti sinar matahari, kelembapan, dan jenis permukaan. Seseorang bisa saja tertular dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkena virus, lalu menyentuh mulut, hidung, atau matanya sendiri. Namun, hal ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.

Social distancing adalah salah satu cara terbaik untuk membantu membatasi kesempatan untuk bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi dan orang yang terinfeksi di luar rumah.

Meski risiko penyakit parah mungkin berbeda untuk setiap orang, siapa pun bisa tertular dan menyebarkan virus Corona. Setiap orang memiliki peran dalam memperlambat penyebaran dan melindungi diri, keluarga, serta komunitasnya.

Selain mempraktikkan langkah-langkah pencegahan COVID-19 setiap hari, menjaga jarak antara Anda dan orang lain adalah salah satu cara terbaik yang mudah dilakukan untuk terhindari dari virus dan memperlambat penyebarannya.

Baca Juga: 10 Komplikasi Virus Corona yang Mungkin Terjadi

Tips Menjalankan Social Distancing

Pertimbangkan tips berikut jika Anda memutuskan untuk pergi keluar rumah, di antaranya:

  • Mengetahui protokol kesehatan tempat tujuan. Sebelum pergi, ketahui dan ikuti panduan dari otoritas kesehatan di mana Anda berada.
  • Mempersiapkan transportasi. Pertimbangkan opsi yang paling aman saat menggunakan kendaraan umum. Usahakan jaga jarak setidaknya 2 meter dengan penumpang lain.
  • Membatasi kontak saat berbelanja. Belanja kebutuhan rumah tangga sebaiknya dilakukan saat Anda benar-benar membutuhkannya. Jika memungkinkan, gunakan drive-thru atau layanan pengiriman untuk membatasi kontak tatap muka dengan orang lain.
  • Melakukan aktivitas sosial yang aman. Anda dapat tetap terhubung secara sosial dengan teman dan keluarga lainnya dengan video call atau tetap terhubung melalui media sosial.
  • Jaga jarak saat ada pertemuan. Jika Anda berada di tempat yang ramai, usahakan untuk menjaga jarak setidaknya 2 meter antara Anda dan orang lain, serta selalu menggunakan masker. Masker sangat penting terutama pada saat menjaga jarak fisik sulit dilakukan.
  • Tetap aktif. Pertimbangkan untuk berjalan-jalan, bersepeda, atau olahraga lainnya di lokasi yang aman dan bisa menjaga jarak dengan baik.

Pengaruh Social Distancing dalam Mengatasi Pandemi

Sebuah studi mengungkapkan bahwa menjaga jarak efektif dalam memperlambat dan mengurangi influenza selama wabah. Peneliti menemukan bahwa jaga jarak ditempat kerja mengurangi jumlah kasus flu secara keseluruhan.

Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa tingkat keberhasilan lebih tinggi di daerah di mana orang mempraktikkan tindakan pencegahan lainnya, seperti lebih sering mencuci tangan dan strategi lain untuk menjaga sistem kekebalannya tetap kuat.

Jadi, meskipun social distancing menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran virus Corona, menjaga kebersihan yang baik dan mengambil tindakan pencegahan lainnya juga dapat menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran.

Flattening the Curve

Flattening the curve atau melandaikan kurva penyebaran dapat dilaksanakan dengan meningkatkan kesembuhan pasien dan pemberlakuan kebijakan untuk membatasi jarak antar manusia.

Saat kasus baru melonjak dengan sangat cepat, rumah sakit, dan fasilitas medis lainnya bisa kewalahan sehingga tidak dapat merawat semua orang secara memadai, termasuk pasien yang sebenarnya tidak berurusan dengan virus Corona. Lonjakan seperti itu lebih mungkin terjadi ketika tindakan social distancing tidak diberlakukan dengan cepat dan cukup dini.

Di beberapa negara, cara ini efektif mencegah penyebaran virus namun meniadakan sekolah tatap muka, pembatasan perjalanan, mendorong kebersihan diri, dan aturan menjaga jarak yang ketat.

Baca Juga: 15 Cara Isolasi Mandiri COVID-19 sesuai Protokol Kesehatan

Cara Lain untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Menurut panduan dari Center for Disease Control Prevention (CDC), tindakan lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, antara lain:

  • Isolasi. Hal ini mengacu pada pemisahan seseorang yang diketahui terinfeksi virus. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Isolasi bisa dilakukan mandiri atau dengan pengawasan tenaga medis.
  • Karantina. Hal ini mengacu pada pemisahan seseorang yang diketahui terinfeksi virus tetapi belum menunjukkan gejala. CDC merekomendasikan untuk memantau gejala selama 14 hari.

 

  1. Anonim. 2020. Social Distancing. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/social-distancing.html. (Diakses pada 27 Januari 2021).
  2. Morin, Amy. 2020. What Is Social Distancing?. https://www.verywellmind.com/what-is-social-distancing-4799570. (Diakses pada 27 Januari 2021).
  3. Pearce, Katie. 2020. What is Social Distancing and How Can it Slow The Spread of COVID-19?. https://hub.jhu.edu/2020/03/13/what-is-social-distancing/. (Diakses pada 27 Januari 2021).
  4. Specktor, Brandon. 2020. Coronavirus: What is ‘flattening the curve,’ and will it work?. https://www.livescience.com/coronavirus-flatten-the-curve.html. (Diakses pada 27 Januari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi