Belajar tentang Sistem Reproduksi Wanita dan Organ Penyusunnya

sistem-reproduksi-wanita-doktersehat

DokterSehat.Com – Tubuh memiliki berbagai sistem organ yang menjalani fungsinya masing-masing. Salah satu yang paling penting adalah sistem reproduksi. Sistem yang satu ini memiliki peran untuk manusia dapat berkembangbiak. Tidak seperti sistem lainnya dalam tubuh, sistem reproduksi wanita dan pria jauh berbeda. Kali ini yang akan kita bahas adalah tentang sistem reproduksi wanita.

Sistem reproduksi pada wanita memiliki beberapa fungsi yaitu menjadi tempat terjadinya pembuahan dan kehamilan serta melindungi organ reproduksi bagian dalam dari berbagai gangguan yang bisa menyebabkan infeksi. Alat reproduksi wanita juga tentunya berperan penting dalam siklus mentruasi dan juga kelahiran.

Organ Sistem Reproduksi Wanita

Mengenal tentang sistem reproduksi pada manusia adalah hal yang penting. Pemahaman tentang sistem reproduksi wanita akan membuat kita mengetahui bagaimana cara merawat organ reproduksi tersebut. Setelah memahami tentang sistem reproduksi, kita juga bisa dapat lebih tanggap dan memahami masalah yang mungkin terjadi pada organ reproduksi.

Sistem reproduksi wanita terdiri dari beberapa organ yang menjalani fungsinya masing-masing. Jika ditinjau dari letaknya, terdapat dua jenis alat reproduksi wanita yaitu yang berada di dalam tubuh dan di luar tubuh. Berikut adalah alat reproduksi wanita yang menyusun sistem reproduksi wanita.

Alat Reproduksi Bagian Dalam:

sistem-reproduksi-wanita-doktersehat

1. Ovarium

Bagian pertama dari alat reproduksi bagain dalam adalah ovarium atau indung terlur. Ovarium adalah organ yang memproduksi sel telur dan juga berbagai hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron. Ovarium berada di sisi kiri dan kanan dan terhubung dengan rahim melalui tuba fallopi. Ovarium kiri dan kanan mengeluarkan sel telur secara bergantian setiap 28 hari sehingga terciptalah siklus menstruasi.

2. Tuba fallopi

Alat reproduksi bagian dalam pertema terdiri dari tuba fallopi atau oviduk atau saluran telur. Tuba fallopi adalah saluran yang membentang dari ujung kanan hingga kiri. Tuba fallopi memiliki beberapa fungsi seperti jalan ovum menuju rahim, bisa menjadi tempat terjadinya pembuahan, tempat persiapan hasil pembuahan sebelum menuju rahim.

3. Uterus

Uterus atau rahim adalah bagian organ dari sistem reproduksi wanita yang bentuknya menyerupai buah pir. Uterus merupakan ruang untuk janin tumbuh dan berkembang selama masa kehamilan. Uterus tersusun dari lapisan otot yang memiliki sifat elastis sehingga bisa membesar mengikuti perkembangan janin. Ketika proses persalinan, otot uterus akan mengalami kontraksi yang akan membantu janin keluar melalui jalan lahir.

4. Serviks

Serviks atau leher rahim merupakan jalan masuk antara uterus dan juga vagina. Bentuk dari serviks adalah dinding sempit, namun serviks memiliki sifat fleksibel dan bisa melebar ketika proses persalinan. Serviks bisa dikatakan meruapakan salah satu alat reproduksi wanita yang rentan terhadap penyakit. Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka pengidap kanker serviks.

5. Vagina

Bagian dari alat reproduksi wanita bagian dalam selanjutnya adalah vagina. Banyak yang mengira bahwa vagina dapat terlihat di bagain luar sistem reproduksi wanita, padahal letak vagina sebenarnya adalah di dalam. Letak vagina adalah berada di belakang kandung kemih. Vagina memiliki beberapa fungsi seperti jalan utama masuknya sperma menuju rahim atau tuba fallopi, jalan keluar dari darah menstruasi, hingga sebagai jalur lahirnya bayi.

Alat Reproduksi Bagian Luar:

gambar-vagina-doktersehat

 

1. Mons veneris

Mons veneris merupakan alat reproduksi wanita di bagian paling luar. Mons veneris yang tersusun dari jaringan lemak dan sedikit jaringan ikat adalah bagian menonjol yang menutupi tulang kemaluan. Bagian ini adalah bagian yang ditumbuhi rambut kemaluan ketika wanita sudah beranjak dewasa. Nama lain dari mons veneris adalah gunung venus.

2. Labia mayora

Bagian kedua adalah labia mayora atau yang disebut juga dengan bibir kemaluan besar. Labia pada dasarnya memang memiliki bentuk seperti bibir. Labia mayora berada di bawah mons verenis dan mamanjang hingga ke perineum (area kulit antara lubang vagina dan anus). Labia mayora tersusun dari jaringan lemak dan kelenjar keringan. Rambut kemaluan yang menutupi bagian labia mayora sebenarnya adalah rambut yang tumbuh di mons veneris.

3. Labia minora

Bagian selanjutnya adalah labia minora atau bibir kemaluan kecil. Letaknya berada di dalam labiya mayora dan tidak ditumbuhi rambut kemaluan sama sekali. Labia minora tersusun dari jaringan lemak yang memiliki banyak pembuluh darah. Baik bagian labia mayora dan labia minora, keduanya merupakan bagian sensitif yang dapat menerima rangsangan seksual.

4. Klitoris

Bagian alat reproduksi bagian dalam selanjutanya adalah klitoris. Berbentuk gumpalan kecil, klitoris terletak di bagian atas dari labia minora. Klitoris merupakan bagian paling sensitif terhadap rangsangan saat berhubungan seksual. Sifat erektil pada klitoris hampir sama seperti penis pada pria.

5. Vestibulum

Vestibulum adalah rongga pembatas antara dua sisi labia minora. Leteknya di bagain bawah, sedangkan di bagian atasnya adalah klitoris. Pada vestibulum terdapat saluran kencing atau uretra dan muara vagina. Pada bagian ini juga terdapat kelenjar Bartholin atau vestibular yang menghasilkan cairan yang menjadi pelumas ketika melakukan hubungan seksual.

6. Himen

Himen atau yang dikenal dengan selaput dara adalah sebuah selaput mebran tipis yang menutupi vagina. Darah menstruasi biasanya keluar dari himen kerena himen umunya memiliki satu lubang yang ukurannya sedikit lebih besar. Himen sering dikaitkan dengan keperawanan wanita, tetapi hal ini masih menimbulkan perdebatan dari beberapa ahli. Banyak yang berpendapat bahwa selaput dara tidak bias.

Mungkin terdapat beberapa bagain dari alat reproduksi wanita ini yang tidak banyak dikenal, namun sebenarnya setiap bagian adalah sama penting dan juga sudah memiliki tugasnya masing-masing. Jika salah satu bagian bermasalah, tentunya akan mengganggu kerja sistem reproduksi.

Merawat Alat Reproduksi Wanita

Fungsi utama dari sistem reproduksi pada dasarnya memang adalah untuk berkembangbik. Namun tentunya fungsi ini sama pentingnya dengan semua sistem organ dalam tubuh lainnya. Sama halnya seperti semua organ tubuh lainnya, organ reproduksi wanita juga perlu untuk dirawat. Dengan mengetahui secara lengkap tentang apa saja yang menyusun sistem reproduksi wanita, tentunya juga akan lebih mudah untuk Anda merawatnya.

Cara merawat organ reproduksi wanita bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan alat reproduksi wanita bagain luar. Menjaga kesehatan di bagain luar bisa mencegah masuknya berbagai bakteri dam virus ke bagian sistem reroduksi bagian dalam.

Gangguan pada sistem reproduksi wanita memang dipengaruhi oleh berbagai sebab, faktor kebersihan adalah salah satu faktor yang terpenting. Beberapa gangguang sistem reproduksi yang umum ditemui adalah seperti pendarahan nonmenstrual, masalah pada ovarium dan tuba fallopi yang berpengaruh pada menstruasi dan juga kesuburan, peradangan vagina, kanker serviks, hingga penyakit menular seksual.

Anda juga harus lebih memerhatikan kesehatan organ reproduksi Anda, jika terjadi masalah seperti siklus mentruasi yang tidak lancar, sakit di bagian organ reproduksi, atau gejala lainnya, segera konsultasikan ke dokter untuk segera mendapat tindakan. Memeriksakan diri secara berkala juga penting untuk mencegah penyakit pada sistem reproduksi.