Terbit: 17 Maret 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Di dalam tubuh terdapat  sejumlah sistem dengan fungsinya masing-masing, salah satunya sistem pencernaan. Pencernaan pada manusia memiliki banyak peran vital. Simak informasi lengkapnya berikut ini!

Sistem Pencernaan Manusia: Organ & Fungsinya

Apa Itu Sistem Pencernaan Manusia?

Sistem pencernaan adalah perangkat tubuh yang terdiri dari sejumlah organ pencernaan.

Sesuai dengan namanya, organ-organ pencernaan ini  bertanggungjawab terhadap seluruh aktivitas pencernaan mulai dari mencerna makanan, menyerap gizi yang terkandung pada makanan, hingga proses pembuangan sisa-sisa makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Tanpa adanya sistem pencernaan, atau apabila pencernaan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tubuh akan mengalami sejumlah gangguan kesehatan terutama gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi.

Organ-Organ Penyusun Sistem Pencernaan Manusia

Sistem pencernaan manusia tersusun dari organ-organ pencernaan yang memiliki fungsinya masing-masing. Ada organ yang bertugas membantu proses pencernaan makanan, ada organ yang berfungsi mengubah zat-zat pada makanan, dan juga organ yang berperan dalam membuang sisa-sisa makanan dari dalam tubuh.

Secara garis besar, pencernaan manusia terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu:

  • Organ pencernaan utama
  • Organ pencernaan pendukung

Organ pencernaan utama pada sistem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus (usus besar dan usus halus), anus. Sementara itu, organ pencernaan pendukung terdiri dari gigi, lidah, kelenjar liur, hati (liver), empedu, dan pankreas.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai organ-organ penyusun sistem pencernaan dan fungsinya untuk Anda ketahui.

1. Mulut

Sistem pencernaan manusia diawali dari mulut.

Di dalam mulut inilah makanan yang Anda konsumsi akan dihancurkan terlebih dahulu sebelum masuk lebih jauh ke saluran pencernaan yaitu faring dan kerongkongan.

Guna menjalankan fungsinya tersebut, pada mulut terdapat sejumlah ‘peralatan’ yakni gigi, lidah, dan air liur. Gigi bertugas untuk memotong makanan. Kemudian, air liur akan membasahi makanan yang sudah terpotong-potong tersebut agar menjadi lembek sehingga mudah untuk dicerna.

Sementara itu, fungsi lidah adalah untuk melekatkan makanan selama makanan dikunyah.  Lidah juga berperan untuk mendorong makanan ke belakang menuju tenggorokan.

Pada tenggorokan juga terdapat yang namanya epiglotis, yaitu klep yang berfungsi untuk mencegah makanan tidak masuk ke saluran udara yang berada dekat dengan trakea atau batang tenggorokan.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Setelah selesai dikunyah, makanan akan didorong oleh lidah menuju tenggorokan. Dari tenggorokan, makanan akan melewati organ penyusun sistem pencernaan selanjutnya yaitu kerongkongan.

Kerongkongan atau dalam dunia medis disebut esofagus  adalah bagian dari sistem pencernaan manusia di mana fungsi dari organ ini sebagai penyambung antara mulut dan organ pencernaan lainnya yaitu lambung.

Mekanisme kerja kerongkongan adalah dengan mendorong makanan yang masuk untuk menuju lambung. Agar dapat melaksanakan ‘tugasnya’ tersebut kerongkongan memiliki otot yang secara otomatis akan berkontraksi begitu ada makanan masuk.

Aktivitas kontraksi otot kerongkongan untuk mendorong makanan ini dikenal dengan istilah gerakan peristaltik.

Pada kerongkongan—tepatnya di ujung kerongkongan sebelum lambung—juga terdapat katup yang disebut sfingter. Fungsi dari sfingter ini adalah sebagai ‘benteng’ dari kerongkongan untuk menghalau makanan dan asam lambung berbalik menuju organ tersebut.

Sfingter akan terbuka ketika makanan hendak masuk ke dalam lambung, kemudian kembali menutup setelah makanan melewatinya.

3. Lambung

Sistem pencernaan juga diisi oleh organ yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu lambung.

Lambung adalah satu dari sekian macam organ-organ penyusun sistem pencernaan yang fungsinya sangat penting. Ada 3 (tiga) fungsi lambung yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Tempat penyimpanan makanan sebelum masuk ke usus
  • Mengolah makanan dan cairan asam lambung
  • Menghantarkan makanan menuju usus kecil

Saat berada di dalam lambung, makanan akan dicerna dengan bantuan enzim dan asam yang diproduksi oleh organ pencernaan tersebut. Proses ini akan membuat makanan memiliki tekstur yang sedikit padat (disebut chime).

Chime ini lantas dikirim oleh lambung menuju organ usus halus. Di bagian ujung lambung juga terdapat sfingter yang berfungsi sebagai pemisah antara lambung dengan usus halus bagian depan (duodenum).

Idealnya, durasi dari sejak makanan masuk ke lambung sampai seluruhnya masuk ke usus halus adalah empat jam.

4. Usus Halus

Dari lambung, makanan akan masuk ke usus halus. Usus halus yang memiliki bentuk  seperti tabung ini berfungsi membantu optimasi pencernaan makanan dengan dibantu oleh enzim yang dihasilkan dari kelenjar pankreas dan empedu.

Tidak hanya itu, usus halus juga berperan dalam proses penyerapan nutrisi yang ada pada makanan.

Usus halus terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu bagian atas yang disebut usus 12 jari (duodenum), bagian tengah (jejunum), dan bagian  bawah (ileum).

Duodenum bertanggungjawab atas proses pencernaan makanan lebih lanjut. Sementara itu, jejunum dan ileum bertugas untuk menyerap nutrisi dari makanan untuk diantarkan menuju aliran darah. Selanjutnya, aliran darah akan mendistribusikan nutrisi tersebut ke seluruh tubuh.

5. Usus Besar

Organ pencernaan setelah usus halus adalah usus besar (kolon).

Usus besar juga terdiri dari tiga bagian yakni:

  • Sekum, adalah bagian awal dari usus besar. Fungsi sekum adalah sebagai ‘gerbang’ masuk makanan menuju usus besar setelah dari usus halus.
  • Kolon, adalah bagian usus besar yang fungsinya untuk menyerap garam
  • Rektum, adalah bagian terakhir dari usus besar. Fungsi rektum adalah untuk menyimpan limbah sisa makanan sebelum akhirnya dibuang dalam bentuk feses melalui anus

Guna mengoptimalkan fungsinya, pada usus besar terdapat bakteri ‘baik’ yang bekerja dengan cara menghancurkan sisa-sisa makanan yang tidak dicerna oleh tubuh.

6. Anus

Jika mulut adalah ‘gerbang’ dari sistem pencernaan manusia, maka anus adalah akhir dari sistem ini.

Setelah melalui seluruh proses atau tahapan pencernaan, sisa makanan yang kita konsumsi akan dibuang dalam bentuk feses melalui anus.

Anus terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

  • Otot pelvik, berfungsi untuk menghentikan proses keluarnya feses
  • Sfingter anal, berfungsi untuk mengontrol keluarnya feses
  • Sfingter internal, berfungsi untuk menjaga agar feses tidak keluar di waktu yang tidak semestinya (misalnya saat tidur malam)

Penyakit Sistem Pencernaan Manusia

Sayangnya, pencernaan sangat rawan untuk mengalami masalah. Bahkan, rasanya hampir setiap orang pernah mengalami masalah pada sistem pencernaannya.

Beberapa jenis penyakit pencernaan yang sering kita jumpai yaitu:

  • Diare
  • Sembelit (konstipasi)
  • Refluks asam lambung (GERD)
  • Radang usus
  • Infeksi usus
  • Kanker usus
  • Bowel syndrome
  • Hepatitis
  • Pankreatitis
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit Celiac
  • Esofagitis

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Mengingat bahwa sistem pencernaan ini sangat rentan terhadap penyakit, maka penting sekali bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan organ-organ di dalamnya.

Tidak sulit, kok untuk menjaga pencernaan agar tetap sehat. Berikut  ini sejumlah cara menjaga kesehatan pencernaan:

  • Banyak minum air putih
  • Banyak makan makanan mengandung serat
  • Membatasi konsumsi makanan berlemak
  • Mengonsumsi probiotik
  • Makan secara teratur
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Rutin berolahraga

Itu dia informasi mengenai sistem pencernaan dan fungsinya yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Your Digestive System. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/your-digestive-system#1 (Diakses pada 17 Oktober 2019)
  2. Anonim. Your Digestive System and How it Works. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/digestive-system-how-it-works (Diakses pada 17 Oktober 2019)
  3. Anonim. Digestive Diseases. https://medlineplus.gov/ency/article/007447.htm (Diakses pada 17 Oktober 2019)
  4. Balentine, J. The Digestion Process Parts, Organs, and Functions. https://www.medicinenet.com/the_digestion_process_organs_and_functions/article.htm (Diakses pada 17 Oktober 2019)
  5. McCoy, K. 2017. 10 Tips for Better Digestive Health. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/tips-for-better-digestive-health/ (Diakses pada 17 Oktober 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi